Postingan

Menampilkan postingan dengan label Reflection

FUNancial : Tips Mengelola Keuangan Seperti Yang Kamu Mau

Gambar
Adakah yang masih ingat dengan impiannya sesaat setelah lulus kuliah? Biasanya saat itu ekspektasi tentang impian-impian masa depannya masih tinggi banget. Katakanlah usia 21 tahun lulus kuliah kemudian dapet kerjaan yang bagus sesuai passion, usia 25 tahun kerjaan aman dengan kondisi keuangan yang stabil, usia 30 tahun kerjaan makin aman bahkan udah punya jabatan dengan kondisi keuangan yang makin stabil ( read: mulai kaya raya, haha ) kemudian setelah itu udah mulai punya asset, dan seterusnya. Itu tadi contoh yang impiannya punya kerjaan bagus di perusahaan, nah kalo yang impiannya berbisnis? Mungkin ekspektasi tentang impiannya selulus kuliah adalah merintis bisnis kecil-kecilan yang sesuai dengan hobinya nan berjalan mulus kemudian makin lama bisnisnya makin berkembang dan menjadi besar. Ya namanya juga ekspektasi, pasti mikirinnya yang indah-indahnya aja kan? Baik yang bekerja maupun yang berbisnis pengennya semua berjalan lancar tanpa hambatan seperti yang kamu mau . Na...

Wake Up! Wakaf Dompet Dhuafa : Berwakaf Nggak Seribet yang Aku Bayangkan

Gambar
Apa yang terlintas pertama kali dalam pikiran teman-teman ketika mendengar kata “wakaf” ? Hanya bisa dilakukan oleh orang kaya alias banyak uang, pemberi wakaf sudah dipastikan berusia lanjut, harta atau aset wakaf harus berjumlah besar, dan bentuknya biasanya seperti tanah kosong yang digunakan untuk pemakaman (hmm.. ngomongin pemakaman kok jadi serem ya) . Itu yang pertama kali terlintas dalam pikiranku dahulu. Ribet banget ya pikiranku waktu itu. Sebenernya apa sih yang dimaksud dengan wakaf? Wakaf adalah sedekah jariyah, yakni menyedekahkan harta kita untuk kepentingan umat. Ada banyak organisasi yang mengelola wakaf salah satunya Dompet Dhuafa, pernah dengar? Pasti udah nggak asing lagi dong. Dompet Dhuafa merupakan organisasi nirlaba terkemuka di Indonesia yang didirikan pada tahun 1993, yang mengangkat martabat dan pengabdian manusia dengan memanfaatkan dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf serta dana sosial lainnya baik dari individu, kelompok dan perusah...

WISUDA XIII STT BANDUNG : Gerbang Para Wisudawan Menuju Masa Depan

Gambar
Bagi seorang mahasiswa yang telah menempuh masa studi dan menjalani serangkaian ujian hingga tugas akhir, wisuda akan selalu menjadi momen yang dinanti. Wisuda akan selalu menjadi momen puncak penuh suka cita. Itulah yang ku saksikan pada Wisuda XIII STT Bandung kemarin, Sabtu 08 Desember 2018 di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung. Raut bangga dan bahagia para orang tua wisudawan atas keberhasilan putra-putri mereka dalam menyelesaikan studinya, pun dengan tawa canda bahagia para wisudawan itu sendiri, masih lekat dalam ingatan bahwa untuk menyelesaikan studi hingga akhir bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui. Akupun turut berbahagia atas Wisuda XIII STT Bandung kemarin, terlebih setelah mengetahui bahwa ternyata ada banyak mahasiswa STT Bandung yang menorehkan prestasi baik di dalam maupun di luar kampus. Acara dimulai dengan dibukanya Sidang Senat Terbuka Wisuda XIII STT Bandung oleh Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T, kemu...

Menghadapi Revolusi Industri 4.0, STT Bandung Hadirkan Selisik 2018

Gambar
Setelah Bulan Agustus lalu menggelar sebuah acara Diskusi Publik bertema “Penyiapan Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” , Sabtu 1 September 2018 kemarin STT Bandung kembali menggelar sebuah acara. Namun berbeda dari sebelumnya, kali ini STT Bandung menggelar sebuah Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika atau disebut Selisik 2018 . Seminar Nasional yang bertema “ Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Menghadapi Industri 4.0” ini diadakan di Harris Hotel and Conventions Festival Citylink Bandung. Acara diselenggarakan kurang lebih mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Dengan menghadirkan dua Keynote Speaker yang sudah sangat berpengalaman dibidangnya yakni Bapak Ir. Priyantono Rudito, M.Bus., Ph.D selaku Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata, dan Bapak Prof. Dr. M. Suyanto, M.M selaku Rektor Universitas Amikom Yogyakarta. Selisik 2018 merupakan media bagi para praktisi dan akademisi untuk saling berbagi ide dan ...

Penyiapan Sumber Daya Manusia di Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Gambar
Revolusi Industri dimulai saat akhir abad ke-18 yang pada saat itu Revolusi Industri ke-1 ditandai dengan pengenalan fasilitas produksi mekanis menggunakan tenaga air dan uap, kemudian awal abad ke-20 berkembang Revolusi Industri ke-2 mengenai pengenalan produksi masal berdasarkan pembagian kerja, beranjak awal tahun 1970 Revolusi Industri ke-3 ditandai dengan penggunaan elektronik dan TI untuk otomatisasi produksi, hingga saat ini Revolusi Industri ke-4 yang ditandai dengan sistem Cyber Physical. Lalu, bagaimana dengan sumber daya manusia di Indonesia sendiri menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini? Senin, 20 Agustus 2018 kemarin telah berlangsung sebuah Diskusi Publik bertema “Penyiapan Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” yang bertempat di The Parlor, Bandung. Diskusi Publik ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT Bandung) yang bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI). Acara yang dimod...

Bicara Tentang Rokok, Kemiskinan, Hingga Capaian SDGs

Gambar
Salah satu dari banyak hal yang paling aku syukuri tentang keluargaku adalah aku dibesarkan dilingkungan keluarga yang bukan perokok. Ayahku sama sekali nggak pernah merokok dan otomatis beliau melarang seluruh anggota keluarganya untuk merokok. Rasanya surga banget ketika berada di rumah karena terbebas dari paparan asap rokok. Tapi aktifitasku nggak bisa melulu ada di rumah, misalnya untuk bekerja yang mengharuskanku berinteraksi dengan lingkungan luar. Sehari-sehari di angkot, halte, jalanan, dan banyak tempat umum lainnya jadi kayak pemandangan biasa menyaksikan ada banyak para perokok dari berbagai kalangan yang merokok seenaknya. Miris sih sebenernya. Dalam hati selalu bertanya-tanya, apa mereka nggak tahu bahaya rokok? Atau, apa nggak sayang ya uangnya dibeliin rokok terus? Dan banyak pertanyaan lainnya. Kemudian yang lebih bikin miris lagi adalah ketika tau ada banyak keluarga yang berpenghasilan rendah yang anggota keluarga laki-lakinya justru lebih mementingkan mem...