Selasa, 21 Agustus 2018

Penyiapan Sumber Daya Manusia di Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0



Revolusi Industri dimulai saat akhir abad ke-18 yang pada saat itu Revolusi Industri ke-1 ditandai dengan pengenalan fasilitas produksi mekanis menggunakan tenaga air dan uap, kemudian awal abad ke-20 berkembang Revolusi Industri ke-2 mengenai pengenalan produksi masal berdasarkan pembagian kerja, beranjak awal tahun 1970 Revolusi Industri ke-3 ditandai dengan penggunaan elektronik dan TI untuk otomatisasi produksi, hingga saat ini Revolusi Industri ke-4 yang ditandai dengan sistem Cyber Physical. Lalu, bagaimana dengan sumber daya manusia di Indonesia sendiri menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini?

Senin, 20 Agustus 2018 kemarin telah berlangsung sebuah Diskusi Publik bertema “Penyiapan Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” yang bertempat di The Parlor, Bandung. Diskusi Publik ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT Bandung) yang bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI).

Acara yang dimoderatori oleh Bapak Dharmasena Widjanegara ini menghadirkan para narasumber luar biasa seperti Bapak Drs. Mujiyono, M.M yang merupakan Kepala Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian; Ibu Ratna Utarianingrum yang merupakan perwakilan Dirjen IKM; Bapak Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat M.Eng yang merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung; Ibu N. Nurlaela Arief, MBA. MIPR yang merupakan Kepala Corporate Communications Bio Farma; serta Bapak Ronny P. Sasmita yang merupakan Direktur Eksekutif dan Pengamat Ekonomi EconAct. Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yaitu Bapak Muchammad Naseer, S.T., M.Kom.

Di era serba digital ini sumber daya manusia menjadi faktor utama untuk mendukung Revolusi Industri 4.0. Sumber daya manusia dituntut memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, empat kompetensi yang harus dimiliki yaitu Coding / Programming, Data Analysis & Statistic, Artificial Intelligence, dan Flexibility. Kebutuhan dunia industri yang semakin komplek membutuhkan keterampilan sumber daya manusia yang spesifik dan terukur dimana setiap vokasi industri akan menjawab masalah pengangguran.

Berdasarkan pemaparan Bapak Drs. Mujiyono, M.M, jumlah mahasiswa yang mengikuti pendidikan vokasi di Indonesia memiliki angka yang sangat jauh lebih rendah dibandingkan negara lainnya, yakni hanya 5,2% saja. Sementara Cina 59%, India 36%, Swiss 67%, Jerman 48%, Austria 76%, Belgia 55%, dan Belanda 68%. Pendidikan vokasi misalnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu adanya perombakan besar mengingat guru SMK masih mayoritas guru normatif, seharusnya guru SMK memiliki skill yang dapat meng-upgrade skill siswa-siswanya. Pengembangan pendidikan vokasi ke depan diarahkan dari pedidikan vokasi konvensionalmenuju pendidikan vokasi link and match dengan industri, kemudian menuju pendidikan vokasi sistem ganda atau dual system, dengan pilot project dimulai tahun 2018.

Sementara menurut Ibu Ratna Utarianingrum, di bidang Industri Kreatif, Revolusi Industri 4.0 membawa berkah tersendiri yakni membawa peluang baru, Kemenperin RI menyiapkan langkah-langkah yang cukup baik terutama bagi kaum muda untuk turut serta dalam IKM dan E-Smart IKM. E-Smart IKM merupakan sistem database IKM yang tersaji dalam profil industri, baik sentra dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. E-Smart IKM memiliki konsep SIINAS.

Empat sektor industri kreatif yang menjadi pembinaan Kementerian Perindustrian meliputi industri fashion, industri kerajinan, industri animasi dan video, serta permainan interaktif. Menuju penerapan industri 4.0 pada sektor IKM melakukan upaya peningkatan keterampilan SDM industri, peningkatan produktivitas dan daya saing dengan teknologi digital, inovasi teknologi melalui pengembangan start up, serta mendorong industri menggunakan teknologi digital untuk efisiensi biaya produksi.

Lima sektor fokus Revolusi Industri 4.0 diantaranya industri makanan dan minuman, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik. Revolusi Industri 4.0 ini tidak mutlak menghapus sumber daya manusia, industri masih membutuhkan sumber daya manusia pada lini tertentu dalam sistem manajemen. Revolusi Industri 4.0 sudah di depan mata, maka tidak bisa kita hindari tapi perlu kita sikapi dan perlu kita adaptasikan untuk menghadapi era revolusi ini.


52 komentar:

  1. Seperti kata Profesor Suhono, Guru Besar ITB, "Manunggaling manusia dan mesin." Gimana pun, SDM tetap dibutuhkan di era Industri 4.0. Tugas stakeholder di negeri ini untuk mengelola SDM-nya agar bisa survive di tengah Industri 4.0.

    BalasHapus
  2. Nah bener nih
    Makin ke sini kita memang harus lebih kreatif menyiapkan kemampuan diri, agar lebih berdaya
    Industri 4.0 yang banyak menggunakan teknologi tentunya tak akan menunggu jika kita sendiri malas bergegas meningkatkan kualitas diri

    BalasHapus
  3. Indonesia sudah harus siap tentunya untuk Revolusi Industri 4.0 dengan menyiapkan SDM yang mumpuni.

    BalasHapus
  4. semoga perkembangan Indonesia semakin maju ya mbakk SDM nya pun bertambah bagus

    BalasHapus
  5. Sesudah membaca ini, saya memiliki tambahan motivasi untuk andil membentuk SDM unggul melalui pendidikan formal bagi anak anak didik, yang akan menjadi generasi pembangun di masa mendatang

    BalasHapus
  6. Masih sedikit yang ikut pendidikan vokasi padahal kebutuhannya besar ya? Semoga ke depannya lebih baik lagi Indonesia

    BalasHapus
  7. Ayok kita harus siap menjadi SDM yang handal dalam menghadapi revolusi industri

    BalasHapus
  8. SDM dari dulu hingga kini emang butuh terus support biar ga tergilas teknologi dan revolusi 4.0 ini juga jadi Pr banget nih semangat semoga bisa hadepin revolusi 4.0

    BalasHapus
  9. Informatif sekali infonya, pantesan saja saya diwanti wanti dosen untuk belajar coding

    BalasHapus
  10. Revolusi 4.0 siapa takut. Begitu juga dengan Indonesia yang masyarakatnya juga harus berani melangkah lebih mju lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups, Indonesia jangan sampai kalah dari negara lain ya

      Hapus
  11. Wuah, teknologinyang makin canggih akhirnya puj menyentuh sektor industri yaaa. InshaaAllah Revolusi Industri 4.0 ini bermanfaat untuk semua yaaaa

    BalasHapus
  12. Semoga kedepan sumber daya manusianya semakin bagus, begitu jgua dengan Indonesia semakin maju.

    Btw, SDM itu nama panggilan saya untuk para pembaca blog saya lho, Teh. Tapi beda arti, kalau disini kan sumber daya manusia. Kalau saya "Sahabat Diary Mahasiswa"..he

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin..

      wah sama-sama SDM tapi dengan arti berbeda dong ya, hehe

      Hapus
  13. Setuju, makin sini kita harus makin kreatif dan bahkan inovatif supaya gak ketinggalan

    BalasHapus
  14. ini tantangan tersendiri untuk para pegiat bisnis di sektor tersebut tapi kalo mampu berjuang dampak nya pun akan besar bagi perekonomian ya

    BalasHapus
  15. Wah bener2 harua sipersiapkan SDM yg mumpuni ya supaya tdk tergilas nih kita...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh, maka dari itu harus dipersiapkan dari saat ini juga ya

      Hapus
  16. Halo mba. Smoga apa yang diharapkan untuk mengembangkan empat industri kreatif bisa terwujud ya mba. Bagus banget jika bisa menambah SDM :)

    BalasHapus
  17. Harus berani ya menghadapi revolusi 4.0. Insya Allah siap, lah. Supaya Indonesia semakin baik

    BalasHapus
  18. Mau tdk mau dunia usaha pun kudu ngikutin teknologi ya. Generasi skrng belajar banyak, supaya kelak mudah diwariskan ke penerusnya. Jd kita enggak tertinggal jauh...

    BalasHapus
  19. Sekarang apapun juga harus ngikutin majunya teknologi yah. Intinya harus berani berubah

    BalasHapus
  20. Biar tehnoogi makin canggih tetep yg namanya SDM itu dibutuhkan ya, Mba. Tapi tentunya terseleksi dgn yg mempunyai skill bagus.

    BalasHapus
  21. semoga saja program E-smart IKM bisa membawa dampak langsung ya. bukan sekedar program.. dan semoga ada keberlanjutannya.

    BalasHapus
  22. persiapan untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini memang gak main-main, kita harus punya skil dan lebih kreatif lagi agar bisa terus berkembang ditengah industri ini.

    BalasHapus
  23. Kudu kreatif...kalo bisa tampil beda dan unik..biasanya jadi daya tarik dan digemari..bisnis jadi lebih menguntungkan

    BalasHapus
  24. Bicara revolusi industri ini, jadi ingat pelajaran sekolah. Gak nyangka udah 4.0..makin berkembang cepat sekali

    BalasHapus
  25. Industri semakin berkembang ya. Harus semangat terus ya

    BalasHapus

Pelatihan Literasi Digital untuk Disabilitas Tuli dan Filantropi Pesantren Digital di Rumah Quran Isyaroh

Selama ini, pernahkah terpikirkan oleh kita bagaimana para disabilitas tuli dapat mengaji Al-Quran? Jika bahasa isyarat untuk huruf alfabet ...