Tampilkan postingan dengan label Memory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memory. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Desember 2023

hai, satu hari diantara tiga ratus enam puluh lima hari yang kunanti

Detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun. Aku mendapati semuanya berganti. Menyaksikan sekelilingku berubah entah banyak ataupun sedikit. Lalu melihat ke dalam diri bahwa akupun secara sadar telah beranjak dan tak lagi berdiam di tempat yang sama.

Rabu, 20 September 2023

Pertama Kalinya Mendaki ke Gunung Prau via Patak Banteng

Tahun 2023 ini rasanya pengen traveling ke berbagai tempat, ke kota udah, ke laut udah, trus tiba-tiba kepikiran pengen ke gunung. Padahal sebelumnya hampir nggak pernah kepikiran masukin ‘mendaki gunung’ ke bucket list-ku. Kenapa? Karena dulu mikirnya mendaki gunung itu kan udah capek, harus persiapan olahraga dulu, barang bawaannya beda dari barang bawaan liburan biasa, sumber mata air cuma ada di titik tertentu, pulangnya kaki pegel pula.

Sabtu, 09 Oktober 2021

Aplikasi Mindtera : Kelola Stress Dalam Pekerjaan dengan Berkesadaran

Rasanya seneng banget waktu minggu lalu tepatnya Jumat, 1 Oktober 2021 aku ikut kelas yang diadakan oleh Mindtera dengan tema Kelola Hidup Lebih Baik dengan Aplikasi Mindtera : Kelola Stress dengan Berkesadaran. Selama ini biasanya aku cuma baca dari akun-akun media sosial aja, tapi kali ini bisa ikutan kelasnya melalui zoom.

Selasa, 14 September 2021

Pengalaman Vaksin Covid-19 Dosis 1 Sambil Menikmati Pemandangan


Udah lama ya nggak update postingan blog, wkwk. Oke, di postingan blog kali ini aku mau cerita tentang pengalaman vaksin covid-19 dosis pertamaku sebulan yang lalu.

Sabtu, 07 April 2018

My Blog : My New Moment, My New Me



Bikin blog dari kapan tahun, hmm.. 2009 kali ya waktu ada mata kuliah komputer yang artinya udah 9 tahun yang lalu. Udah gitu didiemin aja nggak digimana-gimanain. Ditengokin lagi taun 2012 dan itu cuma diutak-atik templatenya aja. Kemudian tahun 2016 hati ini tergerak buat mulai serius ngeblog. Tapi waktu itu cuma sekedar corat-coret postingan seadanya dan ikutan lomba sambil niat nggak niat. Akhir 2017 nekat ikutan Meet Up Blogger Muslimah, ketemu para blogger keren dan udah berpengalaman banget di dunia per-blog-an. Dapet banyak banget ilmu dari sana, sekaligus makin nambah semangat buat serius ngeblog.

Awal 2018 mulai ikutan beberapa komunitas blogger. Ikutan beberapa eventnya juga, ketemu lagi sama lebih banyak blogger keren dan berpengalaman banget di dunia per-blog-an. Apalah aku yang baru mulai ngeblog ini.. seneng iya minder iya. Tapi bersyukur banget bisa ketemu mereka semua. Ternyata para blogger yang kutemui baiiiiik banget semuanya. Seneng deh makin banyak temen.

Awal 2018 ini juga aku makin fokus ngeblog. Banyakin tulisan yang aku posting, semoga tulisan-tulisanku bermanfaat. Untuk tema tulisan-tulisannya, saat ini aku lebih milih lifestyle blogger sih. Kenapa? Karena aku masih pengen bahas berbagai macam hal, walaupun minatku sebenernya lebih ke fashion dan beauty. Kedepannya pengen banget bikin tulisan semacam fashion/beauty tips atau tutorial gitu, tapi bertahap lah ya sambil ngumpulin bahannya hehe.. Sambil benerin lagi tata cara tulis menulisku.


Tahukah apa yang aku rasakan dengan menulis blog? Nulis blog jadi bikin aku kayak nemuin hobi baru, minat baru, passion baru, semangat baru, apapun itu namanya yang pasti bikin aku jadi lebih happy. Rasanya seneng aja ngejalaninnya walau terkadang dikejar deadline tapi rasanya bener-bener tanpa beban. Seneng juga karena selain aku bisa dapet ilmu baru, aku juga bisa berbagi informasi dengan lebih banyak orang. Dengan blog juga aku ngerasa jadi lebih dekat dengan passionku.

Dulu dari jaman SD kalo nulis apapun pasti nulisnya di diary, bukan cuma curhatan tapi apa-apa diceritain disitu dan dipendem sendiri kalo punya ide apapun. Sekarang kayaknya sedikit demi sedikit beralih ke blog (tapi kalo soal curhatan pribadi kayaknya bakal tetep ada di diary sih nggak akan pindah ke blog, haha).

Dengan blog aku jadi lebih terdorong untuk mengabadikan moment apapun yang aku alami. Sekaligus lebih terdorong untuk membagikannya ke lebih banyak orang juga. Baik sebagai informasi ataupun pengalaman yang bisa diambil hikmahnya. Misalnya tentang saat aku ikutan event, traveling, ngomongin fashion, beauty, bahkan numpahin ide pikiranku sendiri.

Selain itu, dengan blog juga aku bisa ketemu lebih banyak teman-teman yang super keren dan ahli dibidangnya, terlebih ahli dalam dunia tulis menulis dan kreatifitas.

Disamping itu aku juga masih harus terus belajar tentang dunia per-blog-an ini. Karena aku semakin tahu bahwa masih banyak hal yang belum aku tahu tentang seluk beluk dunia blog. Mudah-mudahan 2018 ini jadi langkah awal yang baik buatku, dan mudah-mudahan dengan blog ini juga aku bisa terus lebih dekat lagi dengan passionku. Aamiin..

Jumat, 22 Desember 2017

Tulisan Dipenghujung 22 Desember


Setelah beberapa bulan terakhir jarang banget sakit, Qodarullah hari ini aku sakit dan aku putuskan full istirahat di rumah. Tapi rasanya keinginan buat nulis tetep ada ya, Alhamdulillah. Meski awalnya bingung mau nulis apa tapi tetiba inget hari ini tanggal 22 Desember yang bertepatan dengan Hari Ibu.

Mulai dari pagi sampe barusan hari udah malem, seluruh media sosial diramaikan dengan postingan ucapan selamat hari ibu. Di satu sisi aku seneng bahwa betapa kedudukan seorang ibu begitu tinggi hingga ditetapkan satu tanggal untuk memperingatinya, tapi di sisi lain aku amat sangat berharap bahwa hari ibu nggak cuma hari ini aja tapi setiap hari.

Bicara tentang ibu nggak akan lepas dari sosok wanita. Bukan cuma tentang seorang wanita yang udah menikah dan jadi seorang ibu buat anak-anaknya tapi juga tentang wanita yang suatu saat akan menikah dan bakalan jadi seorang ibu pula.

Semua orang pasti tau banget kalo jadi seorang ibu adalah hal yang nggak mudah. Untuk seorang ibu yang jadi ibu rumah tangga sekaligus berkarir di luar rumah, maka manajemen waktu, pikiran, tenaga dan lain sebagainya pasti bener-bener harus dipikirkan sesuai porsinya masing-masing. Tapi jangan pula ngeremehin seorang ibu yang full jadi ibu rumah tangga aja, 24 jam berada di rumah dengan segala kondisi di dalamnya. Para ibu rumah tangga yang juga berkarir maupun yang full di rumah sama-sama hebat, mereka menghadapi segala tantangannya masing-masing menurutku.

Terkadang ada perasaan cemas dibenakku apakah suatu hari nanti aku bisa menjadi ibu yang baik untuk keluarga dan anak-anakku ataukah tidak. Rasanya terlalu banyak hal yang belum mampu aku lakukan. Mungkin itulah kenapa akhirnya aku tersadar bahwa menjadi seorang ibu adalah posisi paling hebat menurut pendapatku.

Menjadi seorang ibu di akhir zaman seperti saat ini, menurutku seorang ibu tak cukup hanya mahir dalam mengurusi segala keperluan rumah tangga saja, tapi juga harus mahir dalam mengokohkan aqidah putra-putrinya. Hanya itu? Enggak. Nyatanya dalam cara mendidik pun harus berhati-hati karena seorang ibu adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya.

Kilas balik sejenak, tentang perjalanan hidup yang aku lalui mungkin juga adalah bagian dari persiapan untuk masa depanku. Dimulai dari aku yang pernah berprofesi sebagai pengajar yang terkadang betapa aku ngerasa lelah yang amat sangat karena selain tugasku mengelola kelas aku harus menyelesaikan tugas-tugas lainnya. Bandingkan dengan seorang ibu yang 24 jam mengurusi rumah dengan segala keadaannya, maka aku harus bersiap dengan itu. Lalu terkadang liat berbagai karakter anak sesuai dengan didikan orang tuanya atau liat cara orang tua memperlakukan anaknya di depan umum, ada yang bikin kita takjub ada juga yang bikin miris, dari hal itu pula lah aku makin tersadar bahwa mendidik anak nggak bisa asal-asalan. Menjadi seorang ibu dibutuhkan amat banyak ilmu, ada ilmu yang bisa kita persiapkan jauh-jauh hari dari sebelum kita benar-benar jadi seorang ibu, ada juga pengalaman yang mungkin akan dijadikan sebuah hikmah atau pelajaran saat kita benar-benar sudah menjadi seorang ibu kelak.

Terakhir, mungkin ini lebih kepada sebuah cita-cita. Betapa aku sangat berharap bisa menjadi seorang ibu yang bisa meraih pendidikan setinggi-tingginya apapun profesiku kelak, pun berharap semoga suatu hari nanti anak-anakku pun bisa memiliki pendidikan lebih tinggi dariku. Karena menurut pandanganku, menuntut ilmu dan menjadi seorang ibu adalah dua profesi yang amat sangat mulia, yang semoga dengan cara itu bisa semakin mendekatkanku pada Sang Maha Pencipta, dan menjadi tabungan kebaikanku untuk di akhirat kelak. Aamiin...

Sabtu, 24 Juni 2017

Ramadhanku Idul Fitriku.. (Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H)

pict dapet googling

Pertama-tama aku mau ngucapin Taqobbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyaamana Wa Shiyamakum. Kullu’aam Wa Antum Bikhair. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Alhamdulillah tahun ini aku kembali dipertemukan dengan Ramadhan dan juga hari raya Idul Fitri. Rasanya seneng campur sedih. Seneng karena Allah SWT masih ngasih aku kesempatan buat ketemu sama ramadhan dan Idul Fitri ditahun ini. Sedih karena rasanya ramadhan kali ini berlalu begitu cepat, yang kalo aku renungkan aku gak berbuat begitu banyak buat ramadhanku kali ini, hiks.. Akhirnya aku cuma bisa berdoa dengan penuh harap, semoga ditahun-tahun berikutnya aku masih bisa bertemu dengan Bulan Ramadhan yang penuh berkah dan Hari Raya Idul Fitri, dan tentunya semoga aku bisa berbuat lebih banyak lagi buat ramadhan dan idul fitriku.. Aamiin..

Selain itu, tetiba aku pengen sharing tentang ramadhan dan idul fitri di tempat tinggalku. Mungkin aku gak akan sharing hal-hal yang terlalu berat ya, ini murni nostalgiaku tentang ramadhan di tempat tinggalku.

Sejenak bernostalgia tentang ramadhan, dulu waktu aku masih kecil setiap bulan ramadhan pasti aku ikutan yang namanya pesantren kilat, ikut buka bersama di mesjid (ini gak terlalu sering sih, kalo kebetulan pas ada moment aja), ikut tarawih di mesjid dengan berbekal mukena dan buku catatan khutbah plus di dalem bukunya ada catatan tentang amal sehari-hari. Dan itu dulu sekolah yang ngewajibin. Tau gak sih, kadang dulu aku ogah-ogahan ngejalaninnya, rasanya repot banget gitu lah berangkat tarawih sambil bawa-bawa buku, hehe.. (anak malas banget da aku mah). Tapi ternyata hal itu malah jadi kenangan manis di masa sekarang. Terus kalo mau tarawih, berhubung rumah masa kecilku di sekitar persawahan dan agak jauh dari mesjid, aku sama kakakku berangkat sambil bawa-bawa senter, di jalan ketemu para tetangga yang mau berangkat tarawih juga, terus di mesjid ketemu temen-temen juga. Kalo pulangnya sambil jalan sambil liatin langit, nyari-nyari bintang bertaburan di langit yang kelam, plus bonus kalo kebetulan liat bulan sabit atau bulan bulat penuh yang bersinar (sambil kadang-kadang dalem hati takut sama mitos bulan purnama, wkwkwk.. korban film horor banget sih aku waktu itu). Kalo mau tarawih kadang sengaja pake mukena dari rumah (mukena atasannya aja, bawahannya sama sajadah dipakenya di mesjid ya, hehe), alesan formalitasnya sih biar gak ribet aja.. tapi alesan terselubungnya sambil mau ngisengin orang-orang biar disangkain pocong, secara mukena zaman dulu masih putih semua dan masih jarang banget yang warna-warni. Ternyata si aku yang korban film horor  malah ikutan ngisengin orang juga, bakat badung dari kecil ini mah, haha..

Ah ya, kalo ramadhan datang, warga di tempat tinggalku secara bergantian bikin takjil buat siapapun yang buka puasa di mesjid deket rumah, jadwalnya pengurus mesjid yang bikin. Seingatku mamahku bikin aneka takjil mulai dari kue-kue, gorengan, sampe nyediain minumnya juga. Tetangga yang lain juga sama. Kalo untuk hidangan berbuka dirumahku sendiri, mamahku selalu bikin es campur, kolak ubi, kolak pisang, kolak labu kuning, dan lainnya. Tahun ini mamahku malah sering bikin baso tahu, cilok, cireng, dan lainnya. This is Indonesia yang aneka makanannya berlimpah apalagi orang sunda kayak aku yang selera lidahnya gak jauh-jauh dari tepung per-aci-an, hehe.. Kumaknai, apapun makanannya, yang penting kebersamaannya.

Dan tibalah di hari raya, disini malemnya disebut ‘malam takbiran’ karena diseluruh mesjid terdengar suara takbir nan merdu berkumandang, hati serasa bergetar kalo denger takbir. Dulu waktu aku kecil, kalo malam takbiran di depan rumah bakalan ada anak-anak pawai obor keliling sambil tak hentinya bertakbir, dipandu dengan para pengurus mesjid (dan mungkin juga ada keluarga yang ikut) anak-anak itu tertib banget jalannya, gak pernah ada kabar keributan kalo malam takbiran. Dan tiap anak-anak itu lewat tepat di depan rumahku, aku seneng banget ngeliatin mereka, kadang cuma liat lewat jendela, kadang sampe nongkrong di teras depan rumah, kalo waktu kecil ada perasaan pengen ikutan juga, tapi kalo sekarang lebih ke bersyukur karena di zaman sekarang masih ada anak-anak yang pada semangat ngaji, Subhanallah.. Tapi kalo malam takbiran sekarang ini (tepat kayak sekarang ini) aku jadi ngerasa sedih, karena disela-sela suara takbir yang merdu itu sebagian orang malah nyalain kembang api dan sebagainya yang suara ledakan-ledakannya ganggu telinga banget plus bikin aku kaget. Andai kalo ketemu orang yang nyalain kembang apinya, pengen banget teriak plis jangan ganggu merdunya suara takbir dengan suara-suara semacam kembang api, momentnya gak pas banget kan yaa..

Hiks.. rasanya kalo nostalgia ramadhan dan idul fitriku aku ceritain sedetail-detailnya, bakalan panjang banget tulisan ini sampe gak tau kapan nemu ujungnya. Ramadhanku zaman dulu waktu aku kecil itu kerasa banget.. Sampe moment-moment yang gak terlupakan dimasa kecil bikin aku kangen banget pengen balik lagi ke masa silam ditengah ramadhan dan idul fitri sekarang-sekarang ini..


Semoga ramadhanku dan idul fitriku dari tahun ke tahun terus menjadikan aku pribadi yang selalu mengingat akan Keagungan-Mu Yaa Allah.. Aamiin..

Rabu, 14 September 2016

Jogja... I'm In Love

masih gelap
Ini tulisan kedua tentang Jogja, disini aku bakal cerita kemana aku selama di Jogja ;-) (nyambung dari tulisan tentang Jogja sebelumnya yaa)

wajah-wajah lelah menempuh perjalanan selama 8 jam

Aku dan temen-temenku berangkat hari Jumat, 22 Juli 2016, biar berangkatnya barengan kita janjian di halte TMB bunderan Cibiru sekitar jam 5 sore, lebih kayaknya *lupalagi, lanjut naik angkot Cibiru - Cicadas, selama perjalanan ternyata dari Cibiru ke Kiaracondong lama yaa.. ya macet ya lampu merah rekor di perempatan Kiaracondong deket Carrefour itu,, buat warga luar Bandung boleh dicoba lamanya selama apa, hehehe.. maklum sih itu jam pulang kantor dan weekend pula!! Kita turun depan Stasiun Kiaracondong, sampe sana adzan maghrib udah berkumandang, pertama-tama cetak tiket mandiri dulu di mesin penukaran tiket trus langsung shalat maghrib dulu, gantian sih sholatnya kan sambil jagain tas juga.. hmmm.. musholanya keciiilll banget, semoga nanti kedepannya musholanya bisa lebih gede lagi yaa.. aamiin.. Setelah sekian lama nunggu, akhirnya ngantri juga buat cek tiket dan masuk ke kereta, oh ya, jangan lupa siapin KTP ya, pengecekan tiket harus disertai KTP. Menuju jam keberangkatan masih setengah jam lagi, ngemil duluu simpan barang bawaan seaman mungkin duluu minum duluu foto-foto duluu update status duluu kabarin keluarga duluu hehehehe... Akhirnya jam 20.00 WIB kereta berangkat, kereta api ekonomi sekarang udah ada AC nya kok, jadi jangan khawatir kamu bakal kepanasan ya, dan ga terlalu dingin juga sepengalamanku, pas lah. Lama perjalanan sekitar 8 jam ya, kamu bisa ngobrol, main hape, tidur atau apapun, yang penting tetep tertib dan jangan bikin kegaduhan, ntar ganggu orang lain kan ga enak juga.. Saranku mending tidur aja, biar besok paginya pas traveling segeran.

Candi Prambanan, karena masih pagi jadi masih belum ramai pengunjung
Tiba di Stasiun Lempuyangan Sabtu, 23 Juli 2016 jam 04.42 WIB, sampe sana sholat subuh dulu, ke toilet dulu, bedakan sama lipstikan dulu (hihi gapapa yaa namanya juga wanita), tapi ga mandi! Maklumlah kita ngetrip cuma dua hari dengan tempat-tempat tujuan buanyak banget!! Jadi maksimalkan waktu yang ada. Sekitar jam 05.30 WIB sang driver tiba di Stasiun Lempuyangan, tujuan pertama adalah Candi Prambanan, sepanjang perjalanan ga ada kata macet, kendaraan juga ga banyak, beda ya sama Bandung yang mulai padat merayap, dan di Jogja jarang banget angkot deh kayaknya, hmm.. untung dah sewa mobil kan.. Candi Prambanan buka dari jam 06.00-17.00 WIB, sampe sana ditawari paket wisata ke Candi Ratu Boko juga, tapi ngga dulu deh.. Candi Prambanan dulu aja.. hehe.. Tiket wisatanya Rp 30.000/orang, Candi Prambanan merupakan salah satu peninggalan bersejarah ini juga ternyata dikenal dengan nama Candi Loro Jonggrang ini terletak di kecamatan Prambanan. Setelah cukup lama keliling-keliling dan foto selfie *hehehe, kita sarapan di warung yang masih berada di dalam komplek Candi Prambanan, selain warung, ada banyak toko yang menjual pakaian dan aksesoris juga. Jogja terkenal dengan makanan dan minuman yang pasti rasanya manis.

Sempetin foto dulu di Pantai Drini
Gerbang Puncak Kosakora
Pemandangan waktu nyasar, ga rugi-rugi amat nyasar
Puncak Kosakora
Dari Candi Prambanan, kita langsung menuju Puncak Kosakora yang terletak di Banjarejo, Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul. Perjalanan cukup jauh dari Candi Prambanan, lama perjalanan sekitar 2-3 jam kalo ga salah *aslilupalagi. Sepanjang perjalanan kebanyakan masih pepohonan, dan ada hal yang unik yang belum pernah aku temui di Bandung, yaitu di perjalanan menuju Puncak Kosakora banyak para penjual serangga goreng, hmm.. agak geli-geli gimana gitu ya kebayangin kalo makannya. Akses menuju Puncak Kosakora bisa ditempuh dari Pantai Drini, pantai dengan ombak besar yang menurutku ga recomended buat anak-anak kecil, bahaya.. Sempetin dulu foto-foto disekitar Pantai Drini dengan background ombak dan saung-saung kecil beratap dedaunan. Awalnya sempet nyasar waktu menuju kesana, di blog-blog yang aku baca kok kayaknya perjalanan aman lancar tapi yang aku dapetin malah jalanan terjal yang dibawahnya banget laut!! Agak serem dan sempet kepikiran ga jadi kesana. Kita balik lagi ke Pantai Drini, ternyata dari Pantai Drini, naik tangga dikit, ambil jalur kiri (ada papan penunjuk arah ternyata), dah itu ambil terus jalur kanan. Setelah melewati bukit pertama kamu bakalan ketemu sama lapangan yang cukup luas, kemudian menuju bukit kedua dan ketemu sama pantai kecil yang aku gatau itu namanya pantai apa, sampailah di gerbang Puncak Kosakora, disana ada tempat pembelian tiket. Masuk gerbang Puncak Kosakora perjalanan cukup menanjak tapi masih aman karena udah dipasang bambu-bambu buat pegangan, setelah ga begitu lama akhirnya sampailah di Puncak Kosakora, pemandangan penuh lautan dan ombak, dan dari sana kamu bisa liat Pantai Drini dari kejauhan. Memang disarankan kalo mau ke Puncak Kosakora mending datang pagi-pagi aja, karena belum begitu terik, kalo terpaksa datang agak siang kayak aku, disarankan bawa kacamata item, topi ataupun payung, jangan lupa bawa air minum dan makanan juga ya.. Khawatirnya kamu haus atau lapar ditengah perjalanan, tapi sebenernya disana juga udah banyak warung-warung yang jual makanan dan minuman kok, jadi buat kamu yang kehabisan persediaan makanan dan minuman masih bisa jajan-jajan di warung-warung tersebut.

Hutan Pinus Mangunan yang justru pohon-pohon pinusnya ada di depan kita
Pulang dari Puncak Kosakora masih ada tempat tujuan kita, yaitu hutan pinus, sampe di Hutan Pinus Mangunan yang terletak di Jalan Mangunan, Dlingo ini karena udah cape jadi ga terlalu mengeksplor terlalu banyak tempat itu, disana ada penyewaan hammock, lucu liat anak-anak kecil dihammock warna-warni berjajar ke atas, disana juga ada rumah-rumah pohon yang bisa kamu panjat dan bisa banget dipake buat berfoto ria, hihihi...

Roaster and Bear
Malioboro malam
Dari Hutan Pinus Mangunan barulah kita menuju hotel tempat kita menginap di Jalan Dagen, Malioboro. Masih ingat nama hotelnya? namanya The Packer Lodge, selain di Yogyakarta ternyata The Packer Lodge ada juga di Jakarta. Sampe hotel kemudian bersih-bersih (setelah seharian belum mandi, hihi) dan setelah maghrib kita jalan-jalan di Malioboro, Malioboro emang ga pernah sepi pengunjung, malem pun rameee banget. Di sepanjang jalan selain banyak toko-toko berjejer, banyak pula penjual nasi kucing, penasaran banget rasanya kayak apa. Tapi tujuan malem ini yaitu ke Roaster and Bear, restoran dengan boneka beruang sebagai iconnya. Lokasinya dekat dengan Tugu Jogja yang juga ga kalah ramenya dari Malioboro. Sempetin juga foto-foto di Tugu Jogja *aku anaknya emang doyan foto banget deh. Kamu bisa jalan kaki dari Malioboro menuju Roaster and Bear ataupun Tugu Jogja yaa. Pulang menuju hotel, istirahat, dan bersiap menuju tempat-tempat tujuan keesokan harinya. Saranku emang jangan terlalu kecapean sih, takutnya pulang traveling bukannya happy malah sakit.

Soto Sapi sebrang Jalan Dagen, enak!!!
Loby The Packer Lodge, nungguin dijemput
tampak depan The Packer Lodge
Keesokan harinya tepatnya hari Minggu, 24 Juli 2016 setelah packing langsung cari sarapan dulu, di hotel memang disediain sarapan roti, tapi kita penasaran aja pengen nyoba makan di luar, hahaha. Dapetlah soto sapi anget plus teh manis anget sebrang banget Jalan Dagen.Selesai sarapan langsung check out karena sore nanti kita udah harus langsung pulang ke Bandung. Tepat pukul 07.30 WIB kita dijemput bapak driver menuju lokasi wisata hari ini.

Tujuan pertama hari ini yaitu Tamansari Ngayogyakarta, ga jauh dari Malioboro, tempat ini merupakan salah satu bangunan bersejarah Keraton Yogyakarta. Saat membeli tiket selain kamu dikasih tiket kamu juga bakal dikasih brosur tentang Tamansari Ngayogyakarta, jangan dibuang ya brosurnya.. isinya kalo dibaca baik-baik bisa buat nambah pengetahuan loh.. Harga tiketnya murah banget sekitar Rp 5.000 kalo ga salah. Tamansari Ngayogyakarta buka dari jam 08.00-14.00 WIB.

Sumur Gumuling Tamansari Ngayogyakarta
Tujuan kedua hari ini yaitu ke Wisata Alam Kalibiru yang terletak di Kalibiru, Hargowilis, Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Jalanan menanjak namun tetap bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat walau harus secara bergantian dari arah atas dulu ataupun sebaliknya, pemandangan kanan dan kiri dipenuhi pepohonan, memasuki daerah Wisata Alam Kalibiru AC mobil harus dimatikan yaa. Makin deket ke tempat wisatanya jalanan terasa makin menanjak, sempet deg-degan juga sih.. hihihi. Dan akhirnya tibalah kita di tempat tujuan, banyak banget pengunjungnya, disana kamu bisa berfoto di berbagai spot di pepohonan yang cukup tinggi dengan pemandangan alam yang hijau dan danau yang cantik. Oh ya, di setiap spot dikenakan biaya berbeda untuk tiket dan foto. Disarankan juga untuk datang pagi kalo kamu ga mau nunggu lama buat ngantri berfoto disini, karena banyak banget pengunjung, kita aja sampe ngantri 2 jam loh buat foto. Nunggunya bisa sambil makan ataupun ngapain aja boleh deh, hahaha..

Spot 2 Wisata Alam Kalibiru
Spot Bundar Wisata Alam Kalibiru
Karena perjalanan jauh dan ngantri foto lama di Wisata Alam Kalibiru, akhirnya di tempat tujuan terakhir yaitu Candi Borobudur ini disempet-sempetin banget. Ngga keburu buat keliling-keliling di Candi Borobudurnya, cuma sempet foto-foto depan candi beberapa menit aja. Candi Borobudur saat sore banyak banget pengunjungnya. Sama kayak Candi Prambanan, disekitar komplek Candi Borobudur juga terdapat warung-warung makan dan para penjual berbagai oleh-oleh.

Candi Borobudur
Candi Borobudur
Sebelum menuju stasiun, alhamdulillah kita sempet buat beli oleh-oleh langsung ke Bakpia 25 dulu, waktu beli bakpianya masih anget-anget. Pelayanannya ramah cuma sayang kitanya lagi keburu-buru. Pukul 18.00 lebih sampelah kita di Stasiun Lempuyangan, cetak tiket mandiri, dan nungguin kereta datang. Ga disangka sang kereta ternyata datang terlambat, yang harusnya tiba jam 18.58 WIB jadi jam 19.15 WIB. Selama perjalanan pulang, kita ngobrol-ngobrol dan akhirnya tertidur. Dua hari di Jogja rasanya masih kurang, pengen kesana lagi dengan tempat tujuan berbeda. Mungkin Jogja sama kayak Bandung, sama-sama ngangenin, hahay.. Tiba di Stasiun Kiaracondong hari Senin, 25 Juli 2016 pukul 03.32 WIB *lebih sih kayaknya, kan keretanya juga terlambat berangkat. Masih terlalu gelap ternyata, langsung pulang ke rumah, bagiin oleh-oleh buat keluarga, dan siap-siap kerja!! Yup, ini hari pertama kerja setelah libur panjang. Hmm...
Mudik ya? Good bye Jogja, see you nect time.. and welcome Bandung

Trip to Jogja

Ini pengalaman seru aku dan teman-temanku waktu traveling ke Jogja ala ala backpackeran ;-)

Sekitar bulan juni lalu aku baca status temen KKN ku semasa kuliah S1 dulu yang katanya pengen ke Jogja, iseng-iseng aku komen pengen juga kesana tapi dalam pikiran ngeblank banget gatau harus kapan kesana dan gimana, secara kalo traveling jauh orang lain yang nyiapin sedangkan aku tinggal berangkat aja, haha.. Nah temen KKN ku yang lainnya yang emang udah sering traveling komen ngajakin juga, jadi lah akhirnya kita bertiga punya rencana traveling ke Jogja sebulan kemudian, kita komunikasi via Line buat bikin planing ntar bakal kayak gimana, sempet ketemu juga buat mastiin dan bagi-bagi tugas. Aku kebagian tugas pesen tiket pulang pergi. Kita berangkat hari Jumat, 22 Juli 2016 dan pulang hari Senin, 25 Juli 2016.

Disini aku mau bahas soal apa aja yang harus dipersiapkan kalo mau traveling terlebih travelingnya pake kereta api ya, yang harus kita perhatiin selama mau traveling adalah...
  • Tentuin dulu mau berangkat kapan, cocokin jadwal keberangkatan sama jadwal kamu juga jadwal temen kamu, biar pas sama-sama hari libur gitu deh..
  • Tentuin mau naek apa ke tempat tujuan kamu, pesawat, kereta api, bus, atau jalan kaki? wkwkwk (aku dan temen-temenku ke Jogja naek Kereta Api)
  • Cek ketersediaan tiket transportasi yang udah kamu tentuin, masih ada kursi kosong atau jangan-jangan udah abis, kalo ternyata persediaan kursi udah mulai menipis, cepet-cepet kamu pesen tiketnya, karena kita gatau tuh tiket bakalan abis cepet atau enggak. Kayak pengalaman aku ke Jogja ini, untung aku segera pesen tiket kereta api dua minggu sebelum hari-H, karena ternyata seminggu sebelum hari-H tiket udah abis bis bisss!!!
  • Bikin itinerary mulai dari berangkat sampe pulang mau gimana dan ngapain aja, tujuannya biar selama di tempat tujuan kamu bener-bener udah pasti punya tujuan kemana aja dan hal apa aja yang kamu lakuin, trus biar jelas perkiraan waktunya dan biar ga bingung juga. Nah buat nentuin itinerary ini kamu harus searching dulu jarak dari satu tempat ke tempat lainnya gimana, biayanya berapa, dll
  • Cari hotel dimana kamu bakal nginep, bisa googling mulai dari fasilitasnya kayak apa, harganya berapa, aman atau engga, akses menuju kesana gimana, lokasinya dimana, dll semua tersedia di google, hahaha.. Disarankan pesen hotel jangan pas hari-H ya, kan ga enak juga kalo kamu udah jauh-jauh datang pas nyampe sana ga ada kamar yang kosong, ribet kan kalo harus ngedadak nyari hotel lagi.
  • Tentuin alat transportasi selama di tempat tujuan kamu mau pake apa, mau pake kendaraan umum semacam angkot, damri, becak, ojek, atau jalan kaki sekalipun. Pengalamanku ke Jogja kemarin nyarter/nyewa mobil plus drivernya, dari segi waktu kalo nyarter mobil lebih menguntungkan yaa.. Kontak segera pihak yang nyewain mobilnya, tentuin buat tanggal berapa, tujuan kita kemana aja, dan pastinya nego harga dong.. hehe..
  • Dan yang paling penting adalah tentuin budget yang bakal kita keluarin berapa, sesuain dengan kondisi keuangan kita, jangan sampe pulang traveling dompet dan rekening kita bangkrut yaa.. hihihi...
Aku ceritain pengalamanku yang kebagian tugas pesen tiket yaa..
Sekitar dua minggu sebelum berangkat aku pesen tiket kereta api ekonomi (kan ceritanya ala ala backpackeran yaa.. hehe)
  • Kereta Api Kahuripan (nomor 182 - Stasiun Kiaracondong menuju Stasiun Lempuyangan) dengan jadwal keberangkatan hari Jumat, 22 Juli 2016 pukul 20.00 WIB dan tiba hari Sabtu, 23 Juli 2016 pukul 04.42 WIB. Harga tiket Rp 84.000/orang.
  • Kereta Api Kahuripan (nomor 181 - Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Kiaracondong) dengan jadwal keberangkatan hari Minggu, 24 Juli 2016 pukul 18.58 WIB dan tiba hari Senin, 25 Juli 2016 pukul 03.32 WIB. Harga tiket Rp 84.000/orang.
Buat yang sering pergi-pergian pake kereta api pasti ga asing lagi ya cara pesen tiketnya gimana, tapi buat yang baru pengalaman, semoga tulisanku ini bermanfaat :-)
  • Kamu bisa pesen tiket kereta api di www.kereta-api.co.id, di halaman utama pilih Reservasi Tiket
  • Masukkan tanggal keberangkatan, stasiun keberangkatan, stasiun tujuan dan jumlah penumpangnya, lalu klik Tampilkan
  • Pilih mau pake kereta api yang mana sesuai jam keberangkatan yang tersedia, cek kursi kosong yang tersedia tinggal berapa, lalu klik Booking, kemudian akan ditampilkan rencana keberangkatan kita secara detail, centang kotak paling bawah dan klik Lanjutkan
  • Di halaman pembayaran akan ditampilkan detail jumlah yang harus kita bayar, pilih pembayaran mau pake ATM atau Kartu Kredit (ada banyak pilihannya kok). Waktu itu aku bayar di Alfamart terdekat. Kamu bisa milih tempat duduk yang kamu inginkan mau tetep di kursi yang disediain atau mau pindah tempat duduk dengan klik Pindah. Udah gitu klik Selanjutnya.
  • Isi data diri sesuai KTP dan isi juga data temenmu sesuai KTPnya juga kalo berangkatnya rame-rame. Isi kolom Captcha, lalu tekan tombol Selanjutnya.
  • Kemudian ditampilkan informasi detail seluruh data yang kamu isi dari awal tadi, boleh dicetak atau dicatet kode pembayarannya aja.
  • Batas waktu pembayaran tiket paling lambat 3 jam setelah pemesanan, kalo udah lebih dari 3 jam dan kamu belum bayar tiketnya maka kamu harus pesen tiket dari awal lagi. aku bayar di Alfamart dengan menunjukkan kode pembayaran saat pesan tiket online.
  • Kalo udah bayar, kamu bakal dikasih bukti pembayaran tiket (dikirim juga via email). Isinya berupa data diri pemesan, detail perjalanan, detail penumpang, detail pembayaran, konfirmasi pembayaran, dan yang paling penting adalah Kode Booking yang bakalan dipakai buat nukerin tiket di stasiun.
  • Kamu bisa nukerin tiket saat hari-H paling lambat 1 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api dengan cara cetak mandiri di mesin penukaran tiket, caranya masukin aja kode booking yang ada di bukti pembayaran tadi.

Selama di Jogja karena aku nyarter/nyewa mobil, aku infoin harga sewanya aja yaa.. Yaitu Rp 1.200.000 selama dua hari masing-masing dari jam 06.00 WIB sampe 18.00 WIB, harga tersebut udah termasuk bensin dan uang makan driver yaa. Mobil yang disewa yaitu mobil Avanza, lumayan nyaman kan yaa.. Drivernya tepat waktu pula :-) Oh ya karena aku traveling bareng dua temenku yang totalnya jadi bertiga, jadi biaya sewa mobil kita bagi tiga jadinya Rp 400.000/orang. Murah bukan? kesana kemari dengan ongkos segitu.

Nah buat hotel, kita nginep di hotel sekitar Malioboro tepatnya di Jalan Dagen di Hotel The Packer Lodge, konsep hotelnya unik dan kekinian, bisa banget buat kamu-kamu yang hobi foto-foto. Harganya macem-macem, kita bertiga milih yang harganya Rp 150.000/orang/malem. Fasilitas dalam kamarnya lengkap, ada kasur, bantal, selimut, loker, lemari, handuk, ber-AC pula, tapi kamar mandinya di luar kamar, meskipun gitu, kamar mandinya juga nyaman kok :-) Oh ya harga segitu udah termasuk sarapan pagi juga yaa.. cihuyyy..

Bonus info oleh-oleh, buat kamu yang sayang banget sama keluarga tercinta di rumah yang menanti kepulanganmu dari serunya traveling, dan ga bisa banget kalo pulang ga bawa apa-apa (lebay gue), haha.. Aku beli oleh-oleh kaos buat adikku dan para keponakanku di Borobudur, gatau kenapa, ini penilaianku aja yaa.. menurutku kaos-kaos di Borobudur lebih bagus daripada yang di Malioboro padahal harganya sama, inget, sekali lagi ini penilaianku aja yaaa.. Mungkin dari temen-temen yang tau tempat beli kaos yang bagus dengan harga miring di Jogja boleh dishare, soalnya kan ga mungkin juga kalo aku harus datengin tiap penjual kaos satu satu demi buat nanya harga dan kualitasnya, ngabisin waktu dong! Satu lagi aku beli oleh-oleh khas Jogja yaitu Bakpia, lokasinya gatau di jalan apa yang pasti itu Bakpia 25 namanya, bakpianya enak banget, meskipun ada yang lain yang harganya lebih murah tapi menurutku masih lebih enak Bakpia 25.

Di tulisan selanjutnya aku bakalan cerita selama di Jogja kemana aja..

Happy travelling.. :-)

Pelatihan Literasi Digital untuk Disabilitas Tuli dan Filantropi Pesantren Digital di Rumah Quran Isyaroh

Selama ini, pernahkah terpikirkan oleh kita bagaimana para disabilitas tuli dapat mengaji Al-Quran? Jika bahasa isyarat untuk huruf alfabet ...