Tampilkan postingan dengan label College. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label College. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2022

[REVIEW] Serum Terbaru Scarlett Whitening untuk Kulit Wajah Semakin Powerful


Kalo ditanya sesuka apa aku sama serum? Jawabannya SUKA BANGET! Karena semenjak tau manfaatnya buat kulit wajah, aku nggak pernah skip pemakaian serum bahkan waktu lagi males pakai skincare sekalipun. 

Minggu, 15 Maret 2020

Kisah Inspiratif Teh Indari Mastuti Menuju 13 Tahun Indscript Creative


Semenjak aktif menulis blog, aku makin semangat bergabung dengan banyak komunitas blogger. Langkah pertama yang aku lakukan adalah mencari banyak grup komunitas blogger melalui akun facebook. Sampai pada suatu hari seorang teman mengajakku bergabung dengan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis – Interaktif atau biasa disebut IIDN. Dalam hati sempat minder, duh ini mah pasti komunitasnya para penulis yang keren-keren, sementara aku baru hanya corat-coret di blog yang kebanyakan review produk atau acara. Tapi setelah melihat sebagian anggotanya adalah teman-teman blogger yang sudah ku kenal, akhirnya aku mantap bergabung dengan komunitas IIDN ini dengan niat ingin banyak belajar biar kualitas menulisku semakin bagus. Ternyata, berkat bergabung dengan komunitas IIDN itulah aku bisa memiliki kesempatan berkunjung langsung ke kantor Indscript Creative.

Senin, 09 Maret 2020 dengan semangat aku berangkat menuju kantor Indscript Creative yang berlokasi di Bandung tepatnya sekitar Moh.Toha. Karena lokasinya yang cukup dekat dari rumahku di Jatinangor, maka aku cukup menggunakan bus damri via tol saja untuk menjangkau lokasi tujuan. Turun di jalan raya beberapa saat setelah keluar gerbang tol Moh.Toha kemudian berjalan menyusuri jalanan yang ditunjukan Google Maps. Nggak susah kok nyari kantor Indscript Creative ini, karena selain sudah ada di Google Maps, di gerbang kantornya pun terpampang nama Indscript Creative.
Indscript Creative
Jl. PLN Dalam 1, No.1/203 B,
Cigereleng, Ciseureuh, Kec.Regol,
Kota Bandung, Jawa Barat 40255
Sebelum memasuki area kantornya, sekilas aku membaca tulisan “Sekolah Perempuan” disamping tulisan “Indscript Creative” tersebut. Rasa penasaranku bertambah nggak hanya tentang apa itu Indscript Creative aja, tapi juga tentang Sekolah Perempuan tersebut apakah tetap bergerak di bidang kepenulisan ataukah di bidang yang lain. Tapi kembali lagi, aku fokus dulu aja ke Indscript Creative, sesuai niat awalku ketika hendak datang kesini. Aku memasuki ruangan kantor yang jika kuperhatikan kantor Indscript Creative ini sangat bernuansa homey, kemudian berkenalan dengan teteh-teteh dari komunitas IIDN yang sudah bergabung sejak lama. Yups, bisa aku pastikan pulang dari kantor Indscript Creative ini aku bakalan dapet banyak pengalaman sekaligus ilmu baru.

Indscript Creative merupakan sebuah perusahaan jasa penulisan yang didirikan oleh Teh Indari Mastuti. Indscript Creative berdiri pada tanggal 08 September 2007 yang jika dihitung tahun ini menginjak usia ke 13 tahun. Indscript Creative hadir sebagai jembatan para penulis dengan penerbit untuk menerbitkan naskah menjadi buku. Seketika aku dibuat betah dengan ruangan kantornya yang bernuansa homey, sederhana namun menginspirasi. Ada banyak buku terbitan Indscript Creative yang terpajang di dinding maupun tertata rapi di rak. Di bagian dinding kantor juga terdapat quotes yang memotivasi. Ternyata, Indscript Creative ini menerapkan tema Small Company High Income, yakni rumah sekaligus kantor. Oh ya, saat ini Indscript Creative sudah memiliki mesin percetakan sendiri, jadi nggak harus ngantri lagi seperti ketika masih dipercetakan lain. Sepanjang perjalanan Indscript Creative yang akan segera menginjak tahun ke 13 ini, Indscript Creative telah berhasilkan menerbitkan sekitar 4000 buku. Keren banget ya!

ruang kantor Indscript Creative

ruang kantor Indscript Creative

Kisah Inspiratif Teh Indari Mastuti

Teh Indari Mastuti

Kunjungan ke kantor Indscript Creative ini diawali dengan cerita Teh Indari Mastuti yakni Owner Indscript Creative. Beliau mulai bercerita awal mula berdirinya Indscript Creative yang diawali dengan hobi menulisnya. Teh Indari Mastuti atau akrab disapa Teh Iin mulai terbiasa menulis diary sejak kelas 4 SD pada tahun 1990 dan pada saat itu bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal. Memasuki usia SMP beliau mulai belajar menulis menggunakan mesin tik. Kemudian Teh Iin memulai profesi menulisnya sejak memasuki kelas 1 SMA, beliau mengirimkan naskah-naskah karyanya ke berbagai majalah hingga akhirnya hampir tiap minggu ada saja tulisan Teh Iin terbit di majalah. Keren banget kan? Nggak berhenti sampai disitu, memasuki jenjang perkuliahan Teh Iin aktif menjadi notulen diberbagai rapat kampus dan terjun menjadi jurnalis.

Sekitar tahun 2000 Teh Iin bekerja di industri telekomunikasi sebagai Customer Service, mulai saat itulah karir menulis Teh Iin semakin menanjak hingga pernah memegang beberapa majalah instansi ternama seperti Biofarma dan Bank Indonesia. Sekitar tahun 2004 menduduki jabatan sebagai Marketing Communication kemudian tahun berikutnya ketika masih bekerja di industri telekomunikasi beliau membentuk grup literasi di Batam. Hingga pada tahun 2006 menjadi Sekretaris Direksi ESQ dan bergabung juga di MQ Publishing. Padatnya aktivitas Teh Iin dalam dunia tulis menulis tidak membuatnya lupa akan kodratnya sebagai wanita terlebih lagi ketika beliau memutuskan untuk menikah. Menurutnya, nggak mungkin beliau masih bepergian jauh keluar kota demi pekerjaannya sementara di rumah ada keluarga yang menunggunya.

Akhirnya pada tahun 2007 Teh Iin mendirikan Indscript Creative dan tahun 2010 mendirikan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) yang semakin ramai hingga sekarang. Teh Iin juga banyak menulis buku biografi yang diawali pada tahun 2009, saat itu beliau ditawari oleh Mizan Publishing untuk menulis biografi Amanda Brownies. Hingga saat ini ada banyak buku biografi yang telah ditulis beliau salah satunya biografi tentang Ibu Atalia istri dari Bapak Ridwan Kamil.

Tahun 2013 Teh Iin mendirikan Sekolah Perempuan, sesuai namanya sekolah ini khusus diperuntukan bagi para perempuan yang ingin belajar menulis hingga menghasilkan sebuah karya. Terjawab sudah rasa penasaranku mengenai Sekolah Perempuan ini ketika awal tiba di kantor Indscript Creative tadi. Selain itu, Teh Iin juga mendirikan komunitas Emak Pintar, dan Ibu-Ibu Doyan Bisnis.

Tak cukup hanya disitu, tahun 2017 Teh Iin mendirikan IndBlack yang bergerak di bidang fashion yakni produsen handshock. Namun seiring berjalannya waktu dengan berbagai pertimbangan, per 01 April 2020 IndBlack Retail dan IndBlack.com akan ditutup. Setiap orang pasti punya alasan untuk memilih untuk lebih fokus pada apa yang menjadi passion dan prioritasnya.

Ada yang menarik ketika aku berkunjung ke kantor Indscript Creative ini, Indscript Creative punya program Bukuin Aja yang merupakan sebuah wadah untuk para penulis pemula yang ingin menerbitkan karya pertamanya. Jadi nggak ada lagi alasan hilang semangat ketika naskah kita ditolak penerbit lain ya, hehehe.

contoh buku Bukuin Aja

Terakhir, ada pesan dari Teh Iin yang menginspirasi banget. Bahwa aktivitas menulis dapat mewujudkan impian kita satu persatu. Contohnya ketika Teh Iin mulai menulis diary dan bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal. Menekuni dunia tulis menulis hingga karir menulisnya terus naik dan pada akhirnya impian-impian Teh Iin dapat terwujud. Hingga jika kita mengalami kondisi seterpuruk apapun, coba cari peluang dari apa yang kita bisa lakukan. Kemudian sebagai blogger maupun penulis, adakalanya kita takut untuk mencoba hal-hal baru yang kita rasa itu bukan “diri kita” banget, padahal kita bisa menjadikan hal tersebut sebagai peluang baru untuk kita. Kuncinya adalah dengan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berani mengakui bahwa kita masih belajar mengenai hal baru tersebut. Satu lagi, kita nggak cukup melakukan kebaikan hanya untuk diri kita sendiri, tapi alangkah lebih baik jika kebaikan yang kita lakukan juga membawa kebaikan untuk sesama juga. Seperti kehadiran Indscript Creative dan beberapa bisnis yang dimiliki Teh Iin yang turut memberdayakan warga sekitar, maupun komunitas-komunitas yang didirikan Teh Iin yang turut memberdayakan para perempuan dimanapun mereka berada.

Yups, beneran pulang dari kantor Indscript Creative bikin aku makin termotivasi untuk terus belajar menjadi lebih baik lagi terlebih dalam hal menulis. Belajar meyakini impian-impian yang kita miliki akan dapat terwujud asalkan kita tetap berusaha, pun belajar meyakini kemampuan yang kita miliki. Banyak hal positif yang bisa aku dapatkan dari kisah Teh Iin yang menginspirasi dan juga perjalanan Indscript yang nggak terasa sudah mau menginjak usia 13 tahun. Sukses terus untuk Indscript Creative dan Teh Iin.

aku dan teteh-teteh dari komunitas IIDN

Minggu, 12 Januari 2020

Wisuda XIV Sekolah Tinggi Teknologi Bandung dan Orasi Ilmiah “Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0”


Menikmati dan mensyukuri setiap proses yang kita lalui memang sebuah keharusan, tapi merayakan hasil dari proses yang kita lalui dengan penuh perjuangan juga tak ada salahnya. Katakanlah hal tersebut sebagai bentuk syukur dan apresiasi untuk setiap proses yang berhasil kita lalui. Misalnya saat kita mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Setelah berjuang sedemikian rupa melewati setiap prosesnya hingga tiba hari yang dinantikan setiap mahasiswa diseluruh perguruan tinggi yakni wisuda.

Sabtu, 11 Januari 2020 Sekolah Tinggi Teknologi Bandung menggelar wisuda yang ke XIV. Acara tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.15 WIB di Harris Hotel & Coventions Festival Citylink Jl. Peta No.241 Bojongloa Kaler Kota Bandung. Wisuda ini dipimpin oleh Ketua STT Bandung yakni Muchammad Naseer, S.Kom., M.T. Adapun sambutan dari Ketua Yayasan LPPIB yakni Bapak Dr. Dadang Hermawan, dan Orasi Ilmiah oleh Bapak Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A yang tak lain ialah putra dari Alm. Bapak Prof. Dr. Ing. H. B.J. Habibie.

Pada wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yang ke-XIV ini jumlah wisudawan berjumlah sekitar 209 orang yang terdiri dari 113 orang wisudawan dari Prodi Teknik Industri, 70 orang wisudawan dari Prodi Teknik Informatika, dan 26 orang wisudawan dari Prodi Desain Komunikasi Visual. Selain itu diumumkan pula wisudawan-wisudawan berprestasi dengan rincian sebagai berikut.

para wisudawan terbaik

Skripsi Terbaik Prodi Teknik Industri :
1. Mahasiswa :  Virgiawan Candra Bhakti, S.T
    Judul : Perancangan dan Pengembangan Hospital Transfer Bed dengan Pendekatan Karakuri
2. Mahasiswa : Indra Rukmana, S.T
    Judul : Optimasi Produksi Dyeing Finishing dengan Metode Integer Linear Programming
3. Mahasiswa : Zaenal Uyun, S.T
 Judul : Perbaikan Produk Meja Belajar Lipat Multifungsi Ergonomis untuk Meningkatkan Motivasi dan Semangat Belajar Menggunakan Metode Kansei Engineering

Wisudawan Terbaik Prodi Teknik Industri :
Mahasiswa : Dheyu Laksmi Wulandari, S.T

Skripsi Terbaik Prodi Teknik Informatika :
1. Mahasiswa :  Deri Hermawan, S.Kom
    Judul : Aplikasi 3D Virtual Reality sebagai Media Bantu Terapi Acrophobia Berbasis Android
2. Mahasiswa : Regina Sukma Citra, S.Kom
   Judul : Klasifikasi Ujaran Kebencian dengan Metode Naive Bayes Classification di Sosial Media Facebook Berbasis Web
3. Mahasiswa : Yasti Aisyah Primianjani, S.Kom
  Judul : Rancang Bangun Sistem Pemutus Aliran Listrik KWh Meter Pascabayar Berbasis Web Menggunakan Mikrokontroler

Wisudawan Terbaik Prodi Teknik Informatika :
Mahasiswa : Muhammad Rizal Mutaqin, S.Kom

Skripsi Terbaik Prodi Desain Komunikasi Visual :
1. Mahasiswa : Andri Setiawan, S.Ds
    Judul : Perancangan Aplikasi Rencana Anggaran Biaya Membangun Rumah
2. Mahasiswa : Bagus Arya Suseno, S.Ds
    Judul : Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Publik dan Peta Wilayah RT 07 RW 08 Baleendah Kab. Bandung
3. Mahasiswa : Luthfi Alfaritzi, S.Ds
   Judul : Perancangan Boardgame Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Barat Untuk Anak (usia 8-12 tahun) di Kota Bandung

Wisudawan Terbaik Prodi Desain Komunikasi Visual :
Tiffani Zeta D, S.ds

Para mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung ini memiliki sejumlah prestasi yang patut diacungi jempol. Prestasi-prestasi mereka diantaranya menciptakan aplikasi RWKU dalam rangka membangun desa go digital, sosialisasi dan workshop pemanfaatan teknologi di beberapa wilayah bersama PT INTI Bandung, pelatihan penggunaan mesin pengering kunyit, Juara 2 Ajang Baperthon 2019, Juara 3 Kompetisi Futsal antar perguruan tinggi, Juara 1 Ajang Taekwondo dan Korpaskhas Cup 2019, Juara 3 Lomba Ketahanan Cyber Dirhubad Cup tingkat nasiaonal, Juara 2 Indoneris Nasional, Juara 3 Seminal Nasional Sensitif dan SNPMAS 2019, serta menjadi salah satu dari 10 perguruan tinggi favorit yang diundang pada acara Angklung Days.

Tak terbatas hanya pada wisudawan berprestasi saja, para dosennya pun sudah memenuhi kriteria pemerintah. Dari 170 Dosen, 96% sudah memenuhi kriteria pemerintah yakni memiliki latar pendidikan Strata-2 dengan 10 Dosen Tetap sedang menempuh Prodi Doktor, ada pula yang mendapat beasiswa LPDP, Kemenristekdikti, dan lain-lain. Tak kalah dengan para mahasiswanya, para dosen Sekolah Tinggi Teknologi Bandung ini pun memiliki segudang prestasi misalnya 10 Dosen telah menerima Hibah PDP sebesar Rp 170jt, 3 Dosen telah menerima Hibah DPTM sebesar Rp 160jt, dan prestasi lainnya.

Pada Wisuda ke-XIV ini pihak Sekolah Tinggi Teknologi Bandung telah menandatangani MoU untuk kerjasama yang akan dilakukan dengan beberapa perusahaan besar di Indonesia, diantaranya dengan PT. Dirgantara Indonesia, Jasa Marga, dan Biofarma.

penandatanganan MoU



“Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0”
Oleh : Bapak Dr.–Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS)


Bapak Dr.–Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA menyampaikan bahwa ekonomi di masa mendatang harus mengandalkan inovasi. Ada empat hal yang perlu diperhatikan oleh negara manapun di dunia untuk mencapai potensi maksimal untuk masa depan :
1. Berinvestasi ke Human Capital
2. Berinvestasi ke Ilmu Pengetahun & Teknologi (IPTEK)
3. Membina dan mendukung Inovasi & Kewirausahaan
4. Meminimalkan Kemiskinan

Berinvestasi pada human capital dan IPTEK merupakan prasyarat untuk membina dan mendukung inovasi dan kewirausahaan, dengan begitu ketiga hal tersebut akan memberi kontribusi signifikan dan berkesinambungan untuk meminimalkan kemiskinan.

Mata rantai yang menyambungkan kewirausahaan dan teknologi yakni ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Dengan kata lain, inovasi menghubungkan teknologi dan kewirausahaan. Ekonomi di masa mendatang akan dipengaruhi dan dibentuk oleh teknologi, inovasi dan kewirausahaan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan kebutuhan yang timbul dari kelima megatrends ini.

UKM Baru berperan pada Ekonomi Inovasi di Masa Depan :
1. Penyedia Lapangan Pekerjaan
2. Aktor dalam proses Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan
3. Kontributor Substansial terhadap Peningkatan Ekspor, Daya Saing dan Produktivitas
4. Agregator Pemerataan Kesejahteraan
5. Stabilisator dan Pendorong Pertumbuhan

Ekonomi di masa mendatang harus mengandalkan inovasi untuk mempunyai daya saing tinggi. Untuk mencapai hal ini, masyarakat terutama berusia muda perlu aktif di UKM rintisan (Start-Up) yang diberdayakan dengan Teknologi (Informasi & Komunikasi). Proses Inkubasi perusahaan rintisan itu, menghadapi berbagai tantangan, diantara nya perlu SDM unggul (terutama di bidang teknologi), kurang ada nya mentor dan pendanaan (di fase awal). Membentuk SDM adalah kunci, sistem dan proses pendidikan diubah untuk mencapai tujuan. Mengerti dan menguasai rincian dan proses Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan adalah kunci untuk pengembangan negara dan bangsa di masa mendatang.

Long Live Learning“Education is the kinding of a flame, not the filling of vessel”-Socrates
Blogger JA

Minggu, 09 Desember 2018

WISUDA XIII STT BANDUNG : Gerbang Para Wisudawan Menuju Masa Depan



Bagi seorang mahasiswa yang telah menempuh masa studi dan menjalani serangkaian ujian hingga tugas akhir, wisuda akan selalu menjadi momen yang dinanti. Wisuda akan selalu menjadi momen puncak penuh suka cita. Itulah yang ku saksikan pada Wisuda XIII STT Bandung kemarin, Sabtu 08 Desember 2018 di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung. Raut bangga dan bahagia para orang tua wisudawan atas keberhasilan putra-putri mereka dalam menyelesaikan studinya, pun dengan tawa canda bahagia para wisudawan itu sendiri, masih lekat dalam ingatan bahwa untuk menyelesaikan studi hingga akhir bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui. Akupun turut berbahagia atas Wisuda XIII STT Bandung kemarin, terlebih setelah mengetahui bahwa ternyata ada banyak mahasiswa STT Bandung yang menorehkan prestasi baik di dalam maupun di luar kampus.


Acara dimulai dengan dibukanya Sidang Senat Terbuka Wisuda XIII STT Bandung oleh Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T, kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh wisudawan dan para hadirin. Acara dilanjutkan dengan laporan Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T, beliau menyampaikan bahwa pada wisuda kali ini ada sekitar 183 wisudawan yang terdiri dari 106 wisudawan sarjana Teknik Industri dan 77 wisudawan sarjana Teknik Informatika. Sampai saat ini, STT Bandung telah berhasil meluluskan 1355 wisudawan, tak lupa beliau juga menyampaikan ada banyak prestasi yang diraih oleh para mahasiswa yang saat itu juga menjadi wisudawan. Sementara dari jajaran para staf pengajarnya, saat ini STT Bandung telah memiliki 120 orang staf pengajar, 96% sudah menempuh pendidikan Strata-2 dan 70% akan menempuh pendidikan Doktor. Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T juga menyampaikan bahwa pada tahun 2022 nanti STT Bandung akan Go University agar STT Bandung terus berkembang.


laporan dan sambutan dari Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T

sambutan dari Ketua LPPI, Bapak Dadang Hermawan

pembacaan SK Ketua STT Bandung

Waktu terus bergulir dan serangkaian acara pun telah terlaksana satu persatu, hingga sampai pada acara puncak yakni pelantikan wisudawan. Satu persatu para wisudawan naik ke atas panggung bersamaan dengan ditampilkannya foto dan nama wisudawan pada layar infokus. Tak hanya sampai disitu, setelah prosesi pelantikan wisudawan selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman siapa saja yang berhak mendapat penghargaan sebagai wisudawan terbaik, hal tersebut merupakan wujud apresiasi pihak STT Bandung terhadap para mahasiswanya. Srikanti Astuti, S.T merupakan wisudawan terbaik dari Teknik Industri, dan Iin Indriwati, S.Kom merupakan wisudawan terbaik dari Teknik Informatika. Ada pula penghargaan skripsi terbaik yang diberikan kepada empat wisudawan, yang ini menurutku lain dari yang lain, sejauh ini sepertinya masih jarang ada pihak kampus yang memberikan penghargaan skripsi terbaik terhadap mahasiswanya, tapi STT Bandung sudah melakukannya. Keren!!!

pelantikan wisudawan

pelantikan wisudawan

pemberian penghargaan pada wisudawan berprestasi

Pada rangkaian acara wisuda kali ini, STT Bandung telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar dapat terus berkembang. Hal ini dibuktikan dengan adanya penandatangan MoU dengan berbagai pihak seperti Universitas Islam Majapahit, PT Pos Indonesia, Bank Sampah Bersinar, Universitas Nasional PASIM, PT SLU, CMYK, Hungghi Taiwan. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah dari Dr. Cyrille Schwob, APAC, Head of Research and Technology Development at Airbus, yang berkantor di Singapura.

penandatanganan MoU

orasi ilmiah dari Dr. Cyrille Schwob, APAC, Head of Research and Technology Development at Airbus

Rasanya acara wisuda tak lengkap jika tak ada perwakilan mahasiswa yang menyampaikan kesannya selama menempuh pendidikan di kampus tersebut. Maka pada wisuda kali ini, wisudawan bernama Tina Sri Handayani, S.Kom seorang disabilitas yang berhasil meraih banyak prestasi. Tina merupakan wisudawan sarjana Teknik Informatika yang telah berhasil meraih Medali Emas Lari 200 meter, Medali Perak Lompat Jauh, Medali Perunggu Lari 100 meter di Paralimpik Daerah. Hal ini membuktikan bahwa STT Bandung merupakan kampus yang ramah disabilitas dan turut mengembangkan potensi yang dimiliki para mahasiswanya. Setelah itu, penyampaian janji wisudawan oleh Ketua BEM yang diikuti oleh seluruh wisudawan.

perwakilan penyampaian kesan wisudawan

penyampaian janji wisudawan

Sebelum acara ditutup, para wisudawan diminta berdiri dan membalikkan badan menghadap kepada orang tua dan wali seraya diingatkan akan perjuangan orang tua selama ini. Bahwa mereka bisa berdiri sebagai seorang wisudawan kala itu adalah berkat perjuangan dan kerja keras para orang tua. Momen ini menjadi momen yang menyentuh buatku dan para hadirin yang hadir, karena sejujurnya akupun merasa ikut diingatkan akan perjuangan orang tuaku selama ini. Setelah itu, Sidang Senat Terbuka Wisuda XIII STT Bandung resmi ditutup.

Selamat untuk para wisudawan STT Bandung, semoga kalian bisa turut berkontribusi untuk masyarakat dan lingkungan dengan ilmu yang kalian miliki. Jangan berhenti sampai disini dan jangan cepat berpuas diri, raihlah impian kalian dengan terus berusaha dan tetap berdo’a. Momen wisuda ini merupakan bagian dari gerbang awal kalian menuju masa depan. Teruslah belajar baik secara formal maupun informal. Sukses terus untuk STT Bandung yang telah menghasilkan wisudawan berprestasi.

foto bareng teman-teman blogger

Minggu, 02 September 2018

Menghadapi Revolusi Industri 4.0, STT Bandung Hadirkan Selisik 2018



Setelah Bulan Agustus lalu menggelar sebuah acara Diskusi Publik bertema “Penyiapan Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”, Sabtu 1 September 2018 kemarin STT Bandung kembali menggelar sebuah acara. Namun berbeda dari sebelumnya, kali ini STT Bandung menggelar sebuah Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika atau disebut Selisik 2018. Seminar Nasional yang bertema “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Menghadapi Industri 4.0” ini diadakan di Harris Hotel and Conventions Festival Citylink Bandung. Acara diselenggarakan kurang lebih mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Dengan menghadirkan dua Keynote Speaker yang sudah sangat berpengalaman dibidangnya yakni Bapak Ir. Priyantono Rudito, M.Bus., Ph.D selaku Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata, dan Bapak Prof. Dr. M. Suyanto, M.M selaku Rektor Universitas Amikom Yogyakarta.

Selisik 2018 merupakan media bagi para praktisi dan akademisi untuk saling berbagi ide dan pengalaman baru mengenai disiplin ilmu dibidang informatika dan telekomunikasi. Selisik merupakan agenda tahunan yang kali ini diselenggarakan oleh STT Bandung. Selisik 2018 ini telah dipersiapkan sekitar lima bulan termasuk pendaftaran ratusan paper yang akhirnya terpilih dua belas paper yang akan dipresentasikan dan diterbitkan.

Sebelum pukul 08.00 WIB para peserta yang berasal dari berbagai kota sudah mengantri di meja registrasi. Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir, kemudian persembahan kesenian Tari Rampak Kendang dan Angklung dari Unit Kegiatan Mahasiswa. Adapun Laporan Ketua Panitia Selisik 2018 oleh Ibu Harya Gusdevi, S.Kom., M.Kom. dan dilanjutkan sambutan Ketua STT Bandung yakni Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., MT., Sambutan Ketua APTIKOM JABAR oleh Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp., M.Si., M.Kom., Sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Bapak Prof. Uman Suherman AS, M.Pd., dan pembukaan Selisik 2018 oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV Bapak Prof. Uman Suherman AS, M.Pd.
  
Tari Rampak Kendang

UKM STT Bandung memainkan Angklung

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU IndoCEISS dan NERIS dengan Perguruan Tinggi yang tergabung di IndoCEISS dan NERIS seperti STIKOM Bali, STMIK AMIKOM Purwokerto, AMIKOM Cipta Darma Surakarta, STMIK Atma Luhur Pangkal Pinang, STIKOM Banyuwangi, STMIK Bumigora Mataram-NTB, STMIK PalComTech, Politeknik PalComTech, dan MIKROSKIL sebagai wujud kerjasama. Kemudian pemberian cinderamata untuk Ketua APTIKOM JABAR, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, para Keynote Speaker, dan anggota NERIS. Tak berhenti sampai disitu, ada juga pengumuman pemenang kompetisi Selisik 2018 diantaranya lomba aplikasi, lomba animasi, dan lomba games. Sebelum memasuki sesi coffee break, Bapak Prof. Dr. Ing. Iping Supriana Suwardi memberikan siraman rohani kemudian do’a oleh Bapak Drs. Muslim Arief, M.Pd.I.
  
penandatanganan MoU



Memasuki acara inti, Bapak Ir. Priyantono Rudito, M.Bus. sebagai Keynote Speaker pertama mengisi materi dengan tema “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Menghadapi industri 4.0 Dengan Mengembangkan Digital Mastery” dengan mengusung 3C (Context, Concept, Content) sebagai landasannya. Saat ini kita benar-benar hidup di era digital, yang mana lebih cepat terjadinya dari yang diperkirakan. Kompetensi dibutuhkan oleh para pelaku bisnis kedepannya. Kompetensi yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk memahami context bisnis yang terjadi di ekosistem industri dimana saat ini tengah terjadi pertempuran model bisnis dengan menggunakan cara berpikir linear versus eksponensial. Beliau memaparkan untuk menghadapi Industri 4.0, aspek utama yang harus segera disiapkan adalah sumber daya manusia. Secara khusus, penyiapan sumber daya manusia dilakukan dengan mengembangkan Digital Mastery (Digital Leadership dan Digital Capability). Pendekatan membangun Digital Mastery menggunakan pendekatan trilogi diantaranya experiental learning, coaching, dan unlocking from within. Implementasi trilogi tersebut memerlukan kolaborasi antar generasi, dan untuk mengakselerasi dan mencapai hasil yang maksimal, perlu dibentuk Spirit Quadrant ke-9. Terakhir, beliau menutup materi dengan sebuah pesan;
“Hidup terlalu berharga untuk dilalui tanpa karya besar bagi sesama” 
Bapak Ir. Priyantono Rudito, M.Bus

Keynote Speaker kedua yakni Bapak Prof. Dr. M. Suyanto, M.M mengisi materi dengan tema “Human Capital Development In Industrial 4.0”. Pada era ini, perguruan tinggi harus dapat menghasilkan inovasi yang bisa meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Beliau lebih banyak memaparkan karya dan prestasi yang mendapatkan penghargaan di tingkat internasional. Bapak Prof. Dr. M. Suyanto, M.M tak lupa menampilkan trailer film animasi hasil karyanya yakni Battle of Surabaya. Pemaparan-pemaparan beliau sangat menginspirasi para audiens yang hadir. Bapak Prof. Dr. M. Suyanto, M.M menekankan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini sumber daya manusia terbagi menjadi empat bagian yang tak bisa dipisahkan, yakni profesional, entrepreneur, scientist, dan artist. Juga tentang pentingnya inovasi dan jejaring untuk meningkatkan produktivitas.

Acara dilanjutkan dengan ishoma dan diakhiri dengan paralel session dari para pemakalah terpilih. Sukses terus STT Bandung, semoga kedepannya akan terus menghadirkan acara-acara yang sangat bermanfaat seperti acara ini.

Blogger JA berfoto bersama Bapak Muchammad Naseer, S.Kom., M.T dan Bapak Prof. Dr. M. Suyanto, M.M
#MakingIndonesia4.0
#Selisik2018
#STTBandung

Selasa, 21 Agustus 2018

Penyiapan Sumber Daya Manusia di Indonesia dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0



Revolusi Industri dimulai saat akhir abad ke-18 yang pada saat itu Revolusi Industri ke-1 ditandai dengan pengenalan fasilitas produksi mekanis menggunakan tenaga air dan uap, kemudian awal abad ke-20 berkembang Revolusi Industri ke-2 mengenai pengenalan produksi masal berdasarkan pembagian kerja, beranjak awal tahun 1970 Revolusi Industri ke-3 ditandai dengan penggunaan elektronik dan TI untuk otomatisasi produksi, hingga saat ini Revolusi Industri ke-4 yang ditandai dengan sistem Cyber Physical. Lalu, bagaimana dengan sumber daya manusia di Indonesia sendiri menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini?

Senin, 20 Agustus 2018 kemarin telah berlangsung sebuah Diskusi Publik bertema “Penyiapan Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” yang bertempat di The Parlor, Bandung. Diskusi Publik ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT Bandung) yang bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI).

Acara yang dimoderatori oleh Bapak Dharmasena Widjanegara ini menghadirkan para narasumber luar biasa seperti Bapak Drs. Mujiyono, M.M yang merupakan Kepala Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian; Ibu Ratna Utarianingrum yang merupakan perwakilan Dirjen IKM; Bapak Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat M.Eng yang merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung; Ibu N. Nurlaela Arief, MBA. MIPR yang merupakan Kepala Corporate Communications Bio Farma; serta Bapak Ronny P. Sasmita yang merupakan Direktur Eksekutif dan Pengamat Ekonomi EconAct. Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yaitu Bapak Muchammad Naseer, S.T., M.Kom.

Di era serba digital ini sumber daya manusia menjadi faktor utama untuk mendukung Revolusi Industri 4.0. Sumber daya manusia dituntut memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, empat kompetensi yang harus dimiliki yaitu Coding / Programming, Data Analysis & Statistic, Artificial Intelligence, dan Flexibility. Kebutuhan dunia industri yang semakin komplek membutuhkan keterampilan sumber daya manusia yang spesifik dan terukur dimana setiap vokasi industri akan menjawab masalah pengangguran.

Berdasarkan pemaparan Bapak Drs. Mujiyono, M.M, jumlah mahasiswa yang mengikuti pendidikan vokasi di Indonesia memiliki angka yang sangat jauh lebih rendah dibandingkan negara lainnya, yakni hanya 5,2% saja. Sementara Cina 59%, India 36%, Swiss 67%, Jerman 48%, Austria 76%, Belgia 55%, dan Belanda 68%. Pendidikan vokasi misalnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu adanya perombakan besar mengingat guru SMK masih mayoritas guru normatif, seharusnya guru SMK memiliki skill yang dapat meng-upgrade skill siswa-siswanya. Pengembangan pendidikan vokasi ke depan diarahkan dari pedidikan vokasi konvensionalmenuju pendidikan vokasi link and match dengan industri, kemudian menuju pendidikan vokasi sistem ganda atau dual system, dengan pilot project dimulai tahun 2018.

Sementara menurut Ibu Ratna Utarianingrum, di bidang Industri Kreatif, Revolusi Industri 4.0 membawa berkah tersendiri yakni membawa peluang baru, Kemenperin RI menyiapkan langkah-langkah yang cukup baik terutama bagi kaum muda untuk turut serta dalam IKM dan E-Smart IKM. E-Smart IKM merupakan sistem database IKM yang tersaji dalam profil industri, baik sentra dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. E-Smart IKM memiliki konsep SIINAS.

Empat sektor industri kreatif yang menjadi pembinaan Kementerian Perindustrian meliputi industri fashion, industri kerajinan, industri animasi dan video, serta permainan interaktif. Menuju penerapan industri 4.0 pada sektor IKM melakukan upaya peningkatan keterampilan SDM industri, peningkatan produktivitas dan daya saing dengan teknologi digital, inovasi teknologi melalui pengembangan start up, serta mendorong industri menggunakan teknologi digital untuk efisiensi biaya produksi.

Lima sektor fokus Revolusi Industri 4.0 diantaranya industri makanan dan minuman, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik. Revolusi Industri 4.0 ini tidak mutlak menghapus sumber daya manusia, industri masih membutuhkan sumber daya manusia pada lini tertentu dalam sistem manajemen. Revolusi Industri 4.0 sudah di depan mata, maka tidak bisa kita hindari tapi perlu kita sikapi dan perlu kita adaptasikan untuk menghadapi era revolusi ini.


Sabtu, 21 Juli 2018

Museum Biofarma, Hadirkan Sejarah Perjalanan Biofarma


Setelah sekian lama berangkat-kerja-pulang-berangkat-kerja-pulang rasanya pengen refreshing, datang ke acara apa gitu ya yang berfaedah. Kemudian dapet kabar ada acara Open House Museum Biofarma yang bertajuk “Membangun Imunitas Berkelanjutan” dan aku semangat banget pengen ikutan acaranya. Ditambah setelah tau bakalan ada edukasi tentang vaksin flu juga, bikin tambah penasaran.

Akhirnya Rabu, 18 Juli 2018 aku berangkat menuju PT. Biofarma (Persero) yang berlokasi di Jalan Pasteur No.28 Bandung. Berdasarkan agenda acaranya dimulai pukul 08.00 WIB dan alhamdulillah sebelum jam 08.00 aku sudah tiba di lokasi. Sesampainya digerbang PT. Biofarma aku bingung acaranya diselenggarakan digedung yang mana, soalnya Biofarma luas banget dan gedungnya juga banyak banget. Untungnya banyak bapak satpam yang sangat ramah yang menunjukkan lokasi gedung tempat diselenggarakannya acara. Tiba diruangan acara yang ternyata ada di lantai 3 sudah ada dua teman dan juga beberapa peserta lainnya, waaah rajin-rajin sekali ya teteh-tetehku ini. Sambil menunggu acara dimulai, peserta disuguhi video sejarah Biofarma dan edukasi vaksin yang dikemas dengan sangat menarik.


Acara dibuka oleh Ibu MC yang sangat ramah. Kemudian sambutan Direktur SDM & Umum yakni Bapak Disril Revolin Putra. Tak lupa penayangan video Safety Prosedure dan Company Profile PT. Biofarma. Sampailah pada sesi Talkshow mengenai Sejarah Imunisasi di Indonesia dan Menjejak Sejarah Museum Medis seperti Museum Stovia, Museum Adhyatma, Museum Kedokteran FK Unair, dan Museum IMERI FKUI. Pada open house kali ini aku baru tau kalo Biofarma memiliki 15 jenis vaksin dengan proses pendistribusian yang sangat memenuhi standar demi terjaganya kualitas produk. Tak lengkap rasanya bila talkshow tak disertai dengan sesi tanya jawab dan diskusi, maka pada acara kali inipun peserta dipersilahkan untuk bertanya atau berdiskusi mengenai materi talkshow maupun Museum Biofarma itu sendiri. Setelah sesi tanya jawab dan diskusi selesai, peserta dipersilahkan untuk menikmati coffee break terlebih dahulu. Acara selesai sampai disitu? Enggak dong. Masih ada edukasi tentang Vaksin Flubio dan seputar penyakit Influenza. Setelah itu barulah peserta diarahkan menuju Museum Biofarma dengan membagi kedalam tiga kelompok. Aku masuk pada kelompok pertama jadinya bisa menjelajahi museum lebih dulu dari yang lain plus lebih lama, hehe.


Museum Biofarma sendiri masih berada di kawasan PT. Biofarma, letaknya berdekatan dengan Mesjid An-Nur Biofarma. Museum Biofarma didirikan untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai sejarah Biofarma dari pertama berdiri hingga saat ini, misalnya bagaimana sejarah terbentuknya Biofarma, siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat, bahkan perkembangan dari segi keilmuannya.



Di Museum Biofarma ditampilkan pula pakaian dan perlengkapan laboratorium yang memenuhi standar, berbagai jenis vaksin yang diproduksi oleh Biofarma, alat-alat yang digunakan di laboratorium, dan yang menarik ada beberapa spesies ular yang berbeda yang sudah diawetkan. Ada juga transformasi logo Biofarma dari masa ke masa, beberapa penghargaan yang diraih oleh Biofarma dan karya-karya CSR oleh Biofarma. Semuanya ditampilkan dalam konsep modern sehingga para pengunjung lebih nyaman saat berada di dalam museum. Plus menurutku konsep Museum Biofarma ini instagramable banget. 





Selain menerapkan konsep yang modern, Museum Biofarma juga menerapkan konsep Interactive Museum misalnya saja ada foto-foto berbentuk pop up card mengenai perkembangan saat sebelum dan sesudah ditemukan vaksin. Jadi, para pengunjung harus membuka kartu tersebut satu persatu. Nggak hanya itu, ada juga 3D proses pembuatan vaksin, video mapping, dan “jendela masa lalu Biofarma”. Secara keseluruhan konsep yang diterapkan di Museum Biofarma ini menarik banget.

pop up card



Gimana? Penasaran banget kan sama Museum Biofarma ini? Tapi untuk saat ini Museum Biofarma belum terbuka untuk masyarakat umum secara pribadi, kalo dari instansi misalnya untuk kegiatan kunjungan mahasiswa sudah bisa. Tapi tenang aja, kedepannya Museum Biofarma akan dapat terbuka untuk umum secara pribadi kok. Dengan harapan Museum Biofarma dapat dinikmati oleh pengunjung dari berbagai usia, jadi kita tunggu aja ya. Waktu kunjungan museum setiap hari Rabu dan Kamis pukul 09.00 – 11.30 WIB. Gimana caranya kalo mau ke Museum Biofarma? Mudah kok, cukup reservasi di http://www.biofarma.co.id/tour-de-museum/

Sekilas Tentang Vaksin Flubio Biofarma

Selain open house museum, pada acara kali ini ada pula edukasi mengenai vaksin flubio dan penyakit influenza yang sayang banget kalo nggak aku ceritain juga.

Selama ini kalo kena influenza biasanya dianggap sepele, masih banyak yang beranggapan dalam waktu 2-3 hari sampai seminggu kemudian juga sembuh tanpa penanganan apapun. Padahal walau hanya influenza, tapi sebenernya bisa menghambat berbagai aktifitas kita sehari-hari. Influenza merupakan penyakit pada sistem pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza. Influenza perlu diwaspadai juga karena influenza merupakan penyakit yang mudah menular (misalnya melalui droplet yang dikeluarkan penderita seperti bersin, melalui udara, kontak fisik dengan penderita seperti jabat tangan), dapat menurunkan produktivitas kerja dan belajar, biaya pengobatan yang tinggi, virus influenza sangat mudah dan cepat bermutasi, dan dapat menyebabkan komplikasi dan kematian. Haduh serem juga ya..


Siapa saja yang rentan terhadap influenza? yaitu diantaranya ibu hamil, anak-anak, orang tua diatas usia 65 tahun, orang dengan penyakit kronis (misalnya asma, diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru obstruktif kronis, sistem imun lemah), pekerja kesehatan, dan wisatawan internasional termasuk haji dan umroh. Nah maka dari itu, diperlukan vaksinasi untuk mencegah penyakit influenza. Mengapa diperlukan vaksinasi di indonesia? Ada beberapa alasan, diantaranya :

  1. Cuaca dan iklim yang memungkinkan tingginya resiko terkena influenza sepanjang tahun
  2. Tingginya angka kependudukan di indonesia meningkatkan resiko penyebaran infuenza melalui interaksi sehari-hari
  3. Mayoritas penduduk indonesia adalah muslim yang sering pergi umroh dan haji
  4. Biaya vaksinasi lebih murah dibandingkan biaya pengobatan selama satu tahun
  5. Vaksinasi influenza dapat menurunkan insiden dan beban penyakit influenza

Sebenarnya vaksin flu sangat dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki aktifitas yang padat, misalnya wartawan atau profesi lain yang memang kesibukannya juga nggak kalah padat. Tapi untuk kita yang punya aktifitas nggak sepadat mereka juga nggak apa-apa kok kalo mau divaksin. Kan lebih baik mencegah daripada mengobati. Biofarma memiliki produk vaksin flu bernama vaksin Flubio. Vaksin Flubio dianjurkan dilakukan setahun sekali dan dapat diberikan pada usia mulai 6 bulan. Vaksin flu ini juga dapat digunakan untuk orang yang akan berangkat haji atau umroh selain vaksin meningitis. Harga Vaksin Flubio di Biofarma ini sekitar Rp 200.000 aja, cukup murah jika harus dibandingkan dengan saat kita terkena flu kemudian hanya berobat ke dokter yang biayanya sekarang justru lebih mahal. Belum lagi kalo harus bed rest, ada banyak kerugian yang kita alami, misalnya untuk para pelajar bisa ketinggalan pelajaran, sedangkan untuk para pekerja bahkan bisa sampai potong gaji sementara pekerjaan semakin menumpuk setelah sembuh nanti.

kartu vaksin flu

Setelah berkunjung ke museum, kemudian tau lebih banyak mengenai vaksin flubio dan bahaya penyakit influenza, rasanya nggak lengkap dong kalo udah jauh-jauh datang ke Biofarma tapi nggak ikutan divaksin juga. Alhasil aku dan teman-teman beramai-ramai divaksin flubio. Ini pertama kalinya aku divaksin flubio. Gimana rasanya divaksin? Sakit? Jangan takut, nggak sakit kok!! Masih lebih sakit dikhianati daripada divaksin. #eh

Perjalanan Maya Stolastika Boleng, Lulusan Sastra Inggris yang Menjadi Petani Organik Milenial

Ketika ditanya ‘ingin bekerja dimana setelah lulus kuliah?’, sebagian besar pasti menjawab ingin bekerja di sebuah perusahaan besar, BUMN, m...