Senin, 15 Desember 2025

Assalamu'alaikum, 1 Hari diantara 365 Hari yang Ku Nanti

Assalamualaikum, ketemu lagi, hehehe. Setelah sekian lama nggak nulis blog dan setelah selang satu tahun menulis blog dengan judul yang hampir sama.

Hari ini kita ketemu lagi, dengan penuh rasa syukur aku bisa sampai pada hari yang selalu aku nantikan setiap tahunnya. Hari ini usiaku bertambah satu. Ingin rasanya aku bercerita disini tentang semua yang aku rasakan meski hanya selang setahun dari tahun sebelumnya.

Kalo boleh jujur, tahun ini rasanya pekerjaanku begitu melelahkan. Seperti berjalan tanpa jeda dari waktu ke waktu. Padahal pekerjaan yang aku lakukan hanya di satu tempat, pekerjaan utamaku. Tidak disertai pekerjaan sampinganku seperti tahun-tahun sebelumnya ketika aku masih aktif menulis blog dan di media sosial.

Tahun ini juga rasanya banyak sekali hal-hal yang sebenarnya ingin aku ungkapkan namun hanya bisa aku pendam. Nggak tau harus bercerita pada siapa, nggak tau harus percaya pada siapa.

Pernah di satu waktu aku merasa benar-benar lelah dan penat, aku berdoa dan meminta pada Allah SWT. “Ya Allah tolong gantikan rasa lelahku tahun ini dengan hal-hal yang jauh lebih baik untukku. Aku butuh istirahat, aku butuh tempat untuk mengungkapkan semua hal yang kurasakan dimana tak ada penghalang untuk tersampaikannya doa-doaku pada-Mu.”

Ternyata jawaban atas permintaanku tersebut begitu cepat Allah SWT kabulkan. Tepat di bulan kelahiranku dan mendekati tanggal kelahiranku, aku berangkat ke Baitullah.

Jangan tanya tentang amalan apa yang bisa membuatku sampai disana, karena sampai kapanpun aku nggak akan pernah bisa menjawabnya. Tapi aku yakin, ridho Allah SWT dan doa kedua orangtuaku menjadi salah satu alasan kenapa aku bisa berada di Baitullah. Uangku? Seolah aku diperlihatkan bahwa memang benar kalkulatornya Allah SWT itu berbeda dengan kalkulatornya manusia. Jika dipikirkan dengan logika mungkin nggak masuk akal.

Berada di tanah haram, dua kota yang sebelumnya belum pernah aku pijakkan kakiku disana, Mekkah dan Madinah. Tangisku pecah berkali-kali. Semua rasa membaur. Rasa haru dan syukurku karena aku nggak menyangka bisa berada disana secepat itu. Mohon ampun atas segala dosa yang pernah aku lakukan sebelumnya, dan segala harapan terbaik untukku kedepannya. Adapun kusampaikan rasa sakitku, rasa lelahku. Untuk kemudian kuserahkan pada-Nya atas rasa sakit dan lelahku tersebut.

Seakan Allah SWT sedang memberiku jeda, rasanya disana jiwaku tenang sekali. Waktu seakan terhenti sejenak, aku bisa benar-benar beristirahat dari hiruk-pikuknya dunia.

Hingga tepat di hari ulang tahunku, ada banyak hal yang bisa aku renungkan. Tentang jalan yang mungkin akan aku tempuh kedepannya, tentang tujuan yang mungkin sebelumnya masih samar dalam pikiranku, hingga tentang pertanyaan yang mungkin sebelumnya belum aku temukan jawabannya.

1 hari diantara 365 hari yang kunanti. Hari yang selalu aku tunggu, hari yang menjadi pengingatku ketika aku dilahirkan. Ternyata di tahun ini, hari itu menjadi sangat istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Memang benar bahwa rencana Allah SWT selalu jauh lebih baik dari rencana hamba-Nya. Ternyata dibalik lelah yang aku rasakan tahun ini, Allah SWT menghadiahiku untuk sejenak beristirahat dari penatnya dunia agar aku bisa beribadah di Baitullah. Masya Allah.

Sampai berjumpa lagi di 1 hari diantara 365 hari yang kunanti di tahun berikutnya. Semoga Allah SWT masih mengizinkan aku untuk bertemu dengan hari tersebut nanti, dengan kondisi diriku yang semakin dan semakin lebih baik lagi dari saat ini. Aamin Allohumma Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamu'alaikum, 1 Hari diantara 365 Hari yang Ku Nanti

Assalamualaikum, ketemu lagi, hehehe. Setelah sekian lama nggak nulis blog dan setelah selang satu tahun menulis blog dengan judul yang hamp...