Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2020

Jelang Hari Raya Idul Adha, Yuk Sedekah Daging Bersama Dompet Dhuafa


Jam berganti hari, bulan berganti tahun. Nggak terasa sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H. Rasanya baru kemarin kita merayakan Hari Raya Idul Adha 1440 H, tapi ternyata udah setahun yang lalu. Kalo ngomongin tentang Hari Raya Idul Adha, pasti identik dengan berkurban.

Minggu, 15 Maret 2020

Kisah Inspiratif Teh Indari Mastuti Menuju 13 Tahun Indscript Creative


Semenjak aktif menulis blog, aku makin semangat bergabung dengan banyak komunitas blogger. Langkah pertama yang aku lakukan adalah mencari banyak grup komunitas blogger melalui akun facebook. Sampai pada suatu hari seorang teman mengajakku bergabung dengan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis – Interaktif atau biasa disebut IIDN. Dalam hati sempat minder, duh ini mah pasti komunitasnya para penulis yang keren-keren, sementara aku baru hanya corat-coret di blog yang kebanyakan review produk atau acara. Tapi setelah melihat sebagian anggotanya adalah teman-teman blogger yang sudah ku kenal, akhirnya aku mantap bergabung dengan komunitas IIDN ini dengan niat ingin banyak belajar biar kualitas menulisku semakin bagus. Ternyata, berkat bergabung dengan komunitas IIDN itulah aku bisa memiliki kesempatan berkunjung langsung ke kantor Indscript Creative.

Senin, 09 Maret 2020 dengan semangat aku berangkat menuju kantor Indscript Creative yang berlokasi di Bandung tepatnya sekitar Moh.Toha. Karena lokasinya yang cukup dekat dari rumahku di Jatinangor, maka aku cukup menggunakan bus damri via tol saja untuk menjangkau lokasi tujuan. Turun di jalan raya beberapa saat setelah keluar gerbang tol Moh.Toha kemudian berjalan menyusuri jalanan yang ditunjukan Google Maps. Nggak susah kok nyari kantor Indscript Creative ini, karena selain sudah ada di Google Maps, di gerbang kantornya pun terpampang nama Indscript Creative.
Indscript Creative
Jl. PLN Dalam 1, No.1/203 B,
Cigereleng, Ciseureuh, Kec.Regol,
Kota Bandung, Jawa Barat 40255
Sebelum memasuki area kantornya, sekilas aku membaca tulisan “Sekolah Perempuan” disamping tulisan “Indscript Creative” tersebut. Rasa penasaranku bertambah nggak hanya tentang apa itu Indscript Creative aja, tapi juga tentang Sekolah Perempuan tersebut apakah tetap bergerak di bidang kepenulisan ataukah di bidang yang lain. Tapi kembali lagi, aku fokus dulu aja ke Indscript Creative, sesuai niat awalku ketika hendak datang kesini. Aku memasuki ruangan kantor yang jika kuperhatikan kantor Indscript Creative ini sangat bernuansa homey, kemudian berkenalan dengan teteh-teteh dari komunitas IIDN yang sudah bergabung sejak lama. Yups, bisa aku pastikan pulang dari kantor Indscript Creative ini aku bakalan dapet banyak pengalaman sekaligus ilmu baru.

Indscript Creative merupakan sebuah perusahaan jasa penulisan yang didirikan oleh Teh Indari Mastuti. Indscript Creative berdiri pada tanggal 08 September 2007 yang jika dihitung tahun ini menginjak usia ke 13 tahun. Indscript Creative hadir sebagai jembatan para penulis dengan penerbit untuk menerbitkan naskah menjadi buku. Seketika aku dibuat betah dengan ruangan kantornya yang bernuansa homey, sederhana namun menginspirasi. Ada banyak buku terbitan Indscript Creative yang terpajang di dinding maupun tertata rapi di rak. Di bagian dinding kantor juga terdapat quotes yang memotivasi. Ternyata, Indscript Creative ini menerapkan tema Small Company High Income, yakni rumah sekaligus kantor. Oh ya, saat ini Indscript Creative sudah memiliki mesin percetakan sendiri, jadi nggak harus ngantri lagi seperti ketika masih dipercetakan lain. Sepanjang perjalanan Indscript Creative yang akan segera menginjak tahun ke 13 ini, Indscript Creative telah berhasilkan menerbitkan sekitar 4000 buku. Keren banget ya!

ruang kantor Indscript Creative

ruang kantor Indscript Creative

Kisah Inspiratif Teh Indari Mastuti

Teh Indari Mastuti

Kunjungan ke kantor Indscript Creative ini diawali dengan cerita Teh Indari Mastuti yakni Owner Indscript Creative. Beliau mulai bercerita awal mula berdirinya Indscript Creative yang diawali dengan hobi menulisnya. Teh Indari Mastuti atau akrab disapa Teh Iin mulai terbiasa menulis diary sejak kelas 4 SD pada tahun 1990 dan pada saat itu bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal. Memasuki usia SMP beliau mulai belajar menulis menggunakan mesin tik. Kemudian Teh Iin memulai profesi menulisnya sejak memasuki kelas 1 SMA, beliau mengirimkan naskah-naskah karyanya ke berbagai majalah hingga akhirnya hampir tiap minggu ada saja tulisan Teh Iin terbit di majalah. Keren banget kan? Nggak berhenti sampai disitu, memasuki jenjang perkuliahan Teh Iin aktif menjadi notulen diberbagai rapat kampus dan terjun menjadi jurnalis.

Sekitar tahun 2000 Teh Iin bekerja di industri telekomunikasi sebagai Customer Service, mulai saat itulah karir menulis Teh Iin semakin menanjak hingga pernah memegang beberapa majalah instansi ternama seperti Biofarma dan Bank Indonesia. Sekitar tahun 2004 menduduki jabatan sebagai Marketing Communication kemudian tahun berikutnya ketika masih bekerja di industri telekomunikasi beliau membentuk grup literasi di Batam. Hingga pada tahun 2006 menjadi Sekretaris Direksi ESQ dan bergabung juga di MQ Publishing. Padatnya aktivitas Teh Iin dalam dunia tulis menulis tidak membuatnya lupa akan kodratnya sebagai wanita terlebih lagi ketika beliau memutuskan untuk menikah. Menurutnya, nggak mungkin beliau masih bepergian jauh keluar kota demi pekerjaannya sementara di rumah ada keluarga yang menunggunya.

Akhirnya pada tahun 2007 Teh Iin mendirikan Indscript Creative dan tahun 2010 mendirikan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) yang semakin ramai hingga sekarang. Teh Iin juga banyak menulis buku biografi yang diawali pada tahun 2009, saat itu beliau ditawari oleh Mizan Publishing untuk menulis biografi Amanda Brownies. Hingga saat ini ada banyak buku biografi yang telah ditulis beliau salah satunya biografi tentang Ibu Atalia istri dari Bapak Ridwan Kamil.

Tahun 2013 Teh Iin mendirikan Sekolah Perempuan, sesuai namanya sekolah ini khusus diperuntukan bagi para perempuan yang ingin belajar menulis hingga menghasilkan sebuah karya. Terjawab sudah rasa penasaranku mengenai Sekolah Perempuan ini ketika awal tiba di kantor Indscript Creative tadi. Selain itu, Teh Iin juga mendirikan komunitas Emak Pintar, dan Ibu-Ibu Doyan Bisnis.

Tak cukup hanya disitu, tahun 2017 Teh Iin mendirikan IndBlack yang bergerak di bidang fashion yakni produsen handshock. Namun seiring berjalannya waktu dengan berbagai pertimbangan, per 01 April 2020 IndBlack Retail dan IndBlack.com akan ditutup. Setiap orang pasti punya alasan untuk memilih untuk lebih fokus pada apa yang menjadi passion dan prioritasnya.

Ada yang menarik ketika aku berkunjung ke kantor Indscript Creative ini, Indscript Creative punya program Bukuin Aja yang merupakan sebuah wadah untuk para penulis pemula yang ingin menerbitkan karya pertamanya. Jadi nggak ada lagi alasan hilang semangat ketika naskah kita ditolak penerbit lain ya, hehehe.

contoh buku Bukuin Aja

Terakhir, ada pesan dari Teh Iin yang menginspirasi banget. Bahwa aktivitas menulis dapat mewujudkan impian kita satu persatu. Contohnya ketika Teh Iin mulai menulis diary dan bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal. Menekuni dunia tulis menulis hingga karir menulisnya terus naik dan pada akhirnya impian-impian Teh Iin dapat terwujud. Hingga jika kita mengalami kondisi seterpuruk apapun, coba cari peluang dari apa yang kita bisa lakukan. Kemudian sebagai blogger maupun penulis, adakalanya kita takut untuk mencoba hal-hal baru yang kita rasa itu bukan “diri kita” banget, padahal kita bisa menjadikan hal tersebut sebagai peluang baru untuk kita. Kuncinya adalah dengan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berani mengakui bahwa kita masih belajar mengenai hal baru tersebut. Satu lagi, kita nggak cukup melakukan kebaikan hanya untuk diri kita sendiri, tapi alangkah lebih baik jika kebaikan yang kita lakukan juga membawa kebaikan untuk sesama juga. Seperti kehadiran Indscript Creative dan beberapa bisnis yang dimiliki Teh Iin yang turut memberdayakan warga sekitar, maupun komunitas-komunitas yang didirikan Teh Iin yang turut memberdayakan para perempuan dimanapun mereka berada.

Yups, beneran pulang dari kantor Indscript Creative bikin aku makin termotivasi untuk terus belajar menjadi lebih baik lagi terlebih dalam hal menulis. Belajar meyakini impian-impian yang kita miliki akan dapat terwujud asalkan kita tetap berusaha, pun belajar meyakini kemampuan yang kita miliki. Banyak hal positif yang bisa aku dapatkan dari kisah Teh Iin yang menginspirasi dan juga perjalanan Indscript yang nggak terasa sudah mau menginjak usia 13 tahun. Sukses terus untuk Indscript Creative dan Teh Iin.

aku dan teteh-teteh dari komunitas IIDN

Minggu, 12 Januari 2020

Wisuda XIV Sekolah Tinggi Teknologi Bandung dan Orasi Ilmiah “Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0”


Menikmati dan mensyukuri setiap proses yang kita lalui memang sebuah keharusan, tapi merayakan hasil dari proses yang kita lalui dengan penuh perjuangan juga tak ada salahnya. Katakanlah hal tersebut sebagai bentuk syukur dan apresiasi untuk setiap proses yang berhasil kita lalui. Misalnya saat kita mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Setelah berjuang sedemikian rupa melewati setiap prosesnya hingga tiba hari yang dinantikan setiap mahasiswa diseluruh perguruan tinggi yakni wisuda.

Sabtu, 11 Januari 2020 Sekolah Tinggi Teknologi Bandung menggelar wisuda yang ke XIV. Acara tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.15 WIB di Harris Hotel & Coventions Festival Citylink Jl. Peta No.241 Bojongloa Kaler Kota Bandung. Wisuda ini dipimpin oleh Ketua STT Bandung yakni Muchammad Naseer, S.Kom., M.T. Adapun sambutan dari Ketua Yayasan LPPIB yakni Bapak Dr. Dadang Hermawan, dan Orasi Ilmiah oleh Bapak Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A yang tak lain ialah putra dari Alm. Bapak Prof. Dr. Ing. H. B.J. Habibie.

Pada wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yang ke-XIV ini jumlah wisudawan berjumlah sekitar 209 orang yang terdiri dari 113 orang wisudawan dari Prodi Teknik Industri, 70 orang wisudawan dari Prodi Teknik Informatika, dan 26 orang wisudawan dari Prodi Desain Komunikasi Visual. Selain itu diumumkan pula wisudawan-wisudawan berprestasi dengan rincian sebagai berikut.

para wisudawan terbaik

Skripsi Terbaik Prodi Teknik Industri :
1. Mahasiswa :  Virgiawan Candra Bhakti, S.T
    Judul : Perancangan dan Pengembangan Hospital Transfer Bed dengan Pendekatan Karakuri
2. Mahasiswa : Indra Rukmana, S.T
    Judul : Optimasi Produksi Dyeing Finishing dengan Metode Integer Linear Programming
3. Mahasiswa : Zaenal Uyun, S.T
 Judul : Perbaikan Produk Meja Belajar Lipat Multifungsi Ergonomis untuk Meningkatkan Motivasi dan Semangat Belajar Menggunakan Metode Kansei Engineering

Wisudawan Terbaik Prodi Teknik Industri :
Mahasiswa : Dheyu Laksmi Wulandari, S.T

Skripsi Terbaik Prodi Teknik Informatika :
1. Mahasiswa :  Deri Hermawan, S.Kom
    Judul : Aplikasi 3D Virtual Reality sebagai Media Bantu Terapi Acrophobia Berbasis Android
2. Mahasiswa : Regina Sukma Citra, S.Kom
   Judul : Klasifikasi Ujaran Kebencian dengan Metode Naive Bayes Classification di Sosial Media Facebook Berbasis Web
3. Mahasiswa : Yasti Aisyah Primianjani, S.Kom
  Judul : Rancang Bangun Sistem Pemutus Aliran Listrik KWh Meter Pascabayar Berbasis Web Menggunakan Mikrokontroler

Wisudawan Terbaik Prodi Teknik Informatika :
Mahasiswa : Muhammad Rizal Mutaqin, S.Kom

Skripsi Terbaik Prodi Desain Komunikasi Visual :
1. Mahasiswa : Andri Setiawan, S.Ds
    Judul : Perancangan Aplikasi Rencana Anggaran Biaya Membangun Rumah
2. Mahasiswa : Bagus Arya Suseno, S.Ds
    Judul : Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Publik dan Peta Wilayah RT 07 RW 08 Baleendah Kab. Bandung
3. Mahasiswa : Luthfi Alfaritzi, S.Ds
   Judul : Perancangan Boardgame Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Barat Untuk Anak (usia 8-12 tahun) di Kota Bandung

Wisudawan Terbaik Prodi Desain Komunikasi Visual :
Tiffani Zeta D, S.ds

Para mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung ini memiliki sejumlah prestasi yang patut diacungi jempol. Prestasi-prestasi mereka diantaranya menciptakan aplikasi RWKU dalam rangka membangun desa go digital, sosialisasi dan workshop pemanfaatan teknologi di beberapa wilayah bersama PT INTI Bandung, pelatihan penggunaan mesin pengering kunyit, Juara 2 Ajang Baperthon 2019, Juara 3 Kompetisi Futsal antar perguruan tinggi, Juara 1 Ajang Taekwondo dan Korpaskhas Cup 2019, Juara 3 Lomba Ketahanan Cyber Dirhubad Cup tingkat nasiaonal, Juara 2 Indoneris Nasional, Juara 3 Seminal Nasional Sensitif dan SNPMAS 2019, serta menjadi salah satu dari 10 perguruan tinggi favorit yang diundang pada acara Angklung Days.

Tak terbatas hanya pada wisudawan berprestasi saja, para dosennya pun sudah memenuhi kriteria pemerintah. Dari 170 Dosen, 96% sudah memenuhi kriteria pemerintah yakni memiliki latar pendidikan Strata-2 dengan 10 Dosen Tetap sedang menempuh Prodi Doktor, ada pula yang mendapat beasiswa LPDP, Kemenristekdikti, dan lain-lain. Tak kalah dengan para mahasiswanya, para dosen Sekolah Tinggi Teknologi Bandung ini pun memiliki segudang prestasi misalnya 10 Dosen telah menerima Hibah PDP sebesar Rp 170jt, 3 Dosen telah menerima Hibah DPTM sebesar Rp 160jt, dan prestasi lainnya.

Pada Wisuda ke-XIV ini pihak Sekolah Tinggi Teknologi Bandung telah menandatangani MoU untuk kerjasama yang akan dilakukan dengan beberapa perusahaan besar di Indonesia, diantaranya dengan PT. Dirgantara Indonesia, Jasa Marga, dan Biofarma.

penandatanganan MoU



“Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0”
Oleh : Bapak Dr.–Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS)


Bapak Dr.–Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA menyampaikan bahwa ekonomi di masa mendatang harus mengandalkan inovasi. Ada empat hal yang perlu diperhatikan oleh negara manapun di dunia untuk mencapai potensi maksimal untuk masa depan :
1. Berinvestasi ke Human Capital
2. Berinvestasi ke Ilmu Pengetahun & Teknologi (IPTEK)
3. Membina dan mendukung Inovasi & Kewirausahaan
4. Meminimalkan Kemiskinan

Berinvestasi pada human capital dan IPTEK merupakan prasyarat untuk membina dan mendukung inovasi dan kewirausahaan, dengan begitu ketiga hal tersebut akan memberi kontribusi signifikan dan berkesinambungan untuk meminimalkan kemiskinan.

Mata rantai yang menyambungkan kewirausahaan dan teknologi yakni ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Dengan kata lain, inovasi menghubungkan teknologi dan kewirausahaan. Ekonomi di masa mendatang akan dipengaruhi dan dibentuk oleh teknologi, inovasi dan kewirausahaan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan kebutuhan yang timbul dari kelima megatrends ini.

UKM Baru berperan pada Ekonomi Inovasi di Masa Depan :
1. Penyedia Lapangan Pekerjaan
2. Aktor dalam proses Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan
3. Kontributor Substansial terhadap Peningkatan Ekspor, Daya Saing dan Produktivitas
4. Agregator Pemerataan Kesejahteraan
5. Stabilisator dan Pendorong Pertumbuhan

Ekonomi di masa mendatang harus mengandalkan inovasi untuk mempunyai daya saing tinggi. Untuk mencapai hal ini, masyarakat terutama berusia muda perlu aktif di UKM rintisan (Start-Up) yang diberdayakan dengan Teknologi (Informasi & Komunikasi). Proses Inkubasi perusahaan rintisan itu, menghadapi berbagai tantangan, diantara nya perlu SDM unggul (terutama di bidang teknologi), kurang ada nya mentor dan pendanaan (di fase awal). Membentuk SDM adalah kunci, sistem dan proses pendidikan diubah untuk mencapai tujuan. Mengerti dan menguasai rincian dan proses Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan adalah kunci untuk pengembangan negara dan bangsa di masa mendatang.

Long Live Learning“Education is the kinding of a flame, not the filling of vessel”-Socrates
Blogger JA

Selasa, 10 Desember 2019

FUNancial : Tips Mengelola Keuangan Seperti Yang Kamu Mau


Adakah yang masih ingat dengan impiannya sesaat setelah lulus kuliah? Biasanya saat itu ekspektasi tentang impian-impian masa depannya masih tinggi banget. Katakanlah usia 21 tahun lulus kuliah kemudian dapet kerjaan yang bagus sesuai passion, usia 25 tahun kerjaan aman dengan kondisi keuangan yang stabil, usia 30 tahun kerjaan makin aman bahkan udah punya jabatan dengan kondisi keuangan yang makin stabil (read: mulai kaya raya, haha) kemudian setelah itu udah mulai punya asset, dan seterusnya. Itu tadi contoh yang impiannya punya kerjaan bagus di perusahaan, nah kalo yang impiannya berbisnis? Mungkin ekspektasi tentang impiannya selulus kuliah adalah merintis bisnis kecil-kecilan yang sesuai dengan hobinya nan berjalan mulus kemudian makin lama bisnisnya makin berkembang dan menjadi besar.

Ya namanya juga ekspektasi, pasti mikirinnya yang indah-indahnya aja kan? Baik yang bekerja maupun yang berbisnis pengennya semua berjalan lancar tanpa hambatan seperti yang kamu mau. Namun pada kenyataannya nggak semua seindah dongeng Sleeping Beauty yang ketika buka mata  langsung ketemu pangeran cakep, tapi begitu buka mata ketemu kerjaan yang mungkin belum sesuai dengan apa yang kita impikan, atau bisnis yang kita rintis yang belum juga berkembang.

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Sebelum melangkah lebih jauh berjuang mengejar impian kita, ada baiknya kita benahi terlebih dahulu apa yang sudah melekat pada kehidupan kita misalnya pengelolaan keuangan. Nah lho, kok tiba-tiba nyambung ke pengelolaan keuangan? Ya jelas nyambung dong! Dikehidupan sehari-hari, kita nggak akan lepas dari yang namanya masalah mengelola keuangan apapun profesi yang kita jalani baik sebagai karyawan sebuah perusahaan, freelancer, terlebih lagi buat yang punya bisnis sendiri. Terus gimana cara mulai membenahinya? Bisa praktekin ilmu yang aku dapet dari acara yang beberapa hari kebelakang aku hadiri, yaitu Talkshow FUNancial yang diselenggarakan oleh Home Credit Indonesia yang bertema “Start Up Smart : Financial Tips for Turning Your Hobby Into a Business”. Acara ini menghadirkan Kak Dipa Andika yang seorang Financial Planner sekaligus Co-Founder Hahaha Corp dan Kak Mohammad Takdis yang seorang Owner Whatravel Indonesia sebagai pemateri. Aku sama temen-temen blogger Indonesian Female Bloggers beruntung banget bisa dateng ke acara ini.

Kak Freya dari Home Credit

Sebelumnya, aku mau ulas sedikit mengenai Home Credit Indonesia ya. Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi global yang menyediakan layanan pembiayaan baik secara online maupun offline. Pembiayaan yang ditawarkan diantaranya smartphone, furnitur, gadget, alat-alat elektornik hingga aksesoris mobil. Di samping itu Home Credit juga menawarkan pembiayaan multiguna untuk keperluan renovasi rumah, biaya pendidikan, atau bahkan berlibur.


Bicara tentang cara memulai mengelola keuangan...

1.       Pisahkan Rekening

Mengelola keuangan bisa dimulai dengan memisahkan rekening terlebih dahulu. Pisahkan rekening untuk tabungan, bisnis (kalo yang punya bisnis), pengeluaran rutin, bahkan yang punya penghasilan dari sumber berbeda juga bisa banget dipisahin rekeningnya, dan lain sebagainya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Sedikit cerita, aku pernah ngalamin sendiri nih. Awal kerja beberapa tahun lalu aku masih menggabungkan seluruh pemasukan dan pengeluaran dalam satu rekening,. Alhasil ya bingung gak jelas berapa tabunganku, berapa keuntungan dari bisnis kecil-kecilanku, dan berapa total pengeluaran rutinku.

Sedikit tips dariku, kalo nggak mau keluar biaya admin yang makin gede karena punya beberapa rekening, bisa banget pilih jenis rekening tabungan yang punya biaya admin rendah atau bahkan tanpa biaya admin sama sekali. Ada gitu? Ada dong! Cari aja sendiri, hahaha.


2.       Catat Setiap Transaksi Sedetail Mungkin

Setelah punya rekening terpisah, penting juga nih mencatat setiap transaksi dengan sedetail mungkin. Banyak banget manfaatnya mulai dari kita jadi tahu riwayat transaksi keuangan kita, bisa juga membandingkan transaksi keuangan setiap bulannya apakah kita sudah semakin baik dalam mengelola keuangan atau malah makin nggak karuan. Nantinya dari catatan transaksi keuangan ini bisa dibikin laporannya, mau laporan harian, bulanan, atau tahunan.


3.       Dokumentasikan Bukti Transaksi

Siapa bilang mendokumentasikan bukti transaksi cuma diperlukan oleh perusahaan aja? Dalam mengelola keuangan pribadi juga penting lho. Jangan cuma mencatat setiap transaksi aja, tapi dokumentasikan juga setiap bukti transaksi yang kita miliki. Apa saja yang bisa didokumentasikan? Bukti kontrak, quotation, invoice, kwitansi, bukti potong pajak, atau bahkan bukti komunikasi sekalipun wajib didokumentasikan.


4.       Buat Alokasi Keuangan

Biar nggak salah kaprah dalam menggunakan uang yang kita miliki, ada baiknya kita bikin alokasi keuangan biar makin jelas uang yang kita gunakan untuk apa aja. Menurutku pribadi, alokasi keuangan setiap orang akan berbeda tergantung kebutuhan orang tersebut. Jangankan alokasi keuangan orang yang masih single dan yang sudah menikah yang jelas-jelas berbeda banget. Alokasi keuangan antara dua orang yang masih single aja bisa berbeda juga tergantung kebutuhan setiap orang tersebut. Tapi secara umum aku punya contoh alokasi keuangan yang aku dapetin dari acara keren kemarin nih.

Gaji 100% = 30% Hutang : 15% Investasi : 10% Pribadi : 45% Pengeluaran Rutin
Gaji 100% = 30% Hutang : 10% Dana Darurat/Asuransi : 10% Pribadi : 50% Pengeluaran Rutin
THR 100 % = 30% Kebutuhan Hari Raya : 70% Investasi/Melunasi Hutang
Bonus = 10% Pribadi : 90% Investasi/Melunasi Hutang

Alokasi tersebut bisa berlaku untuk semua jenis profesi mulai dari karyawan, freelancer, bahkan pebisnis sekalipun. Lha kok pebisnis juga? Iya dong! Siapa bilang pebisnis nggak perlu alokasi keuangan? Punya bisnis sendiri bukan berarti seluruh keuangan bisa jadi milik diri sendiri, tapi tetap harus dipisahkan antara keuangan untuk bisnis dan keuangan pribadi.


5.       Jangan Abaikan Dana Darurat

Pernah ngebayangin nggak sih seandainya tiba-tiba kita harus mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu untuk keperluan yang nggak diduga-duga? Atau bahkan pernah mengalaminya? Gimana rasanya? Sakit ya! Yang sakit bukan cuma hati tapi juga seluruh isi dompet dan rekening, haha. Maka dari itu penting banget punya alokasi untuk dana darurat.

Semakin besar tanggungan yang kita miliki, maka semakin besar pula dana darurat yang harus kita persiapkan.  Berikut sebagai contoh yang aku dapatkan dari acara keren kemarin nih.

Single/Berdua          : 3x Pengeluaran
Punya 1-2 Anak       : 6x Pengeluaran
Punya 3 Anak           : 9-12x Pengeluaran

Ada beberapa pilihan cara menyimpan dana darurat, seperti pada tabungan, deposito, reksadana, ataupun emas. Tapi yang paling disarankan adalah menyimpan dana darurat pada tabungan karena tabungan bisa dicairkan kapan saja. Karena yang namanya dana darurat pasti dibutuhkan untuk keperluan mendesak kan? Dan yang namanya keperluan mendesak harus diselesaikan secepat mungkin kan?

Jangan lupa, khusus untuk dana darurat pilih rekening tabungan yang punya bank dan mesin ATM nya udah banyak tersebar dimana-mana biar mudah dicari. Eits, tapi dalam kehidupan sehari-hari kalo nggak mendesak-mendesak amat jangan coba-coba untuk menggunakan dana darurat tersebut ya! Sekalipun dengan alasan “ah nanti juga uangnya bakalan aku ganti”, pokoknya jangan!


6.       Asuransi dan Investasi? Penting Juga Lho!

Dulu aku sempet mikir bahwa asuransi itu nggak penting-penting banget. Aku mikirnya yang penting itu ya nabung di bank karena jumlah uangnya nyata keliatan dibuku tabungan, hehe. Tapi lama kelamaan mulai sadar juga bahwa asuransi itu penting. Jenis asuransi yang paling mendasar yang harus kita miliki adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Bukan hal yang nggak mungkin (tapi amit-amit) dimasa yang akan datang kita mengalami peristiwa yang nggak kita inginkan. Setidaknya dengan memiliki asuransi kita bisa meminimalisir biaya yang kita keluarkan.

Begitu juga investasi, sama pentingnya dengan asuransi. Ada banyak jenis investasi diantaranya deposito, emas, saham, properti, reksadana, valas, dan sebagainya. Menurutku untuk berinvestasi nggak harus nunggu jadi kaya raya dulu kok, kita bisa mulai dari sekarang. Kuncinya tentukan jenis deposito yang mampu kita lakukan dan benar-benar kita pahami. Oh ya, sebenarnya investasi itu buat apa sih? Ya tergantung dari kebutuhan dan tujuan kita, kita pengennya berinvestasi untuk dana pensiun, biaya sekolah anak, asset, liburan, ataupun hal lainnya. Kenapa kita harus berinvestasi? Karena semakin hari biaya hidup semakin mahal, jadi udah suatu keharusan banget kita mempersiapkan dana yang akan dipakai untuk masa depan dari sekarang juga.

“Nilai Rp 1 saat ini lebih berarti dari nilai Rp 1 yang akan didapat pada waktu yang akan datang”


7.       Jauhi Latte Factors

Wah apa tuh Latte Factors? Kenapa harus kita jauhi? Sementara dari namanya aja kok enak banget ya kayak kopi, hehe. Jadi, Latte factors itu adalah pengeluaran yang terlihat kecil namun tanpa disadari hal tersebut dilakukan berkali-kali. Contohnya seperti belanja online, jajan minuman kekinian, biaya admin bank, bahkan sampai biaya parkir. Hmm.. bener juga ya, waktu belanja online atau jajan minuman kekinian aku lebih sering mikir “Ya udah jajan mah gapapa toh sesekali ini dan nggak ngabisin tabungan juga”. Padahal hal-hal tersebut kalo dilakukan terus menerus bisa ngabisin uang tabungan juga karena kalo dijumlahkan uang yang kita gunakan untuk jajan bisa jadi besar juga. Contohnya ketika jajan minuman kekinian yang rata-rata harganya Rp 20.000, kalo dalam sebulan jajannya sebanyak 10 kali berarti dalam sebulan kita menghabiskan Rp 200.000, dan dalam setahun kita menghabiskan Rp 2.400.000, jumlah yang lumayan kan?

Kak Dipa, Kak Takdis, dan Kak Uchiet

Bicara tentang hobi dan impian...

Nah sekarang kita ngomongin soal hobi nih. Dari kecil pasti kita sering banget ditanya apa hobi kita? Dan apa impian kita? Bahkan mungkin sampe hari ini kita masih mendapat pertanyaan tersebut. Sebenernya apa sih makna dari hobi dan impian?

Menurut Wikipedia, hobi adalah...
Kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang.
Menurut website Psikoma, impian adalah...
Nyawa yang tak akan pernah bisa dipisahkan daripada kehidupan.
Biasanya sih, hobi dan impian akan saling berkaitan. Asik banget ya seandainya kita bisa setiap saat melakukan sesuatu yang jadi hobi kita, terlebih lagi jika hobi kita bisa menjadi sumber penghasilan baik untuk saat ini maupun dimasa yang akan datang. Impianku banget tuh, menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Jadi inget pemateri acara FUNancial, Kak Takdis yang punya hobi traveling sampe akhirnya berhasil mendirikan sebuah perusahaan bernama Whatrevel Indonesia meski harus berawal jatuh bangun dulu saat mendirikannya. Wajar ya, bisnis nggak seru kalo nggak ngalamin jatuh bangun dulu. Karena dengan begitu kita bisa belajar lebih banyak dan pengalaman kita semakin kaya.

Kalo udah ketemu sama hobi dan impian kita masing-masing, saatnya berjuang untuk merealisasikannya. Menurutku setiap manusia harus punya impian, nggak bisa kalo kita hidup sekadar mengikuti mengikuti arus aja bahkan sampe punya pemikiran “gimana nanti” aja. Karena hidup harus punya tujuan dan impian yang jelas biar langkah-langkah yang akan kita ambil kedepannya makin jelas juga. Semakin jelas tujuan dan impian kita, maka semakin jelas juga pengelolaan keuangan kita karena alokasi keuangan kita akan tepat sasaran.

Terakhir, karena hidup yang baik itu adalah hidup yang seimbang dan tidak hanya berlebihan disatu aspek saja, maka diantara hobi dan impian harus diimbangi juga dengan do’a dan rasa syukur atas segala hal yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Menjalani hidup yang sesuai dengan impian kita memang indah banget, tapi seandainya takdir berkata lain, maka kita tetap harus bersyukur akan hal tersebut. Mengelola keuangan dengan baik juga bisa menjadi salah satu usaha untuk bersyukur lho, karena dengan demikian nggak peduli besar kecilnya harta yang kita miliki, kita tetap mempergunakan harta kita dengan sebaik-baiknya.

Indonesian Female Bloggers

Kamis, 24 Mei 2018

Bento Ramadan, Temani Berbuka Puasa dan Berbagi dengan Sesama


Memasuki bulan Ramadan kali ini, seperti biasa ide untuk buka puasa bersama selalu bermunculan. Ajakannya seperti biasa, mulai dari buka puasa bersama teman-teman semasa sekolah, teman-teman semasa kuliah, sahabat-sahabat terdekat, bahkan sampe keluarga besar. Seneng banget pastinya karena momen buka puasa bersama ini bisa jadi ajang silaturahmi juga, apalagi kalau buka puasanya bersama orang-orang yang selama ini jarang banget ketemu. Tapi sepanjang ratusan purnama berlalu, aku masih sangat-sangat jarang buka puasa bersama dengan saudara-saudara sesama muslim sekaligus berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang sebelumnya belum pernah aku temui. Kayaknya momen buka puasa bersama seperti itu bakalan jadi lebih berfaedah banget ya. Ternyata alhamdulillah tahun ini aku mendapat kesempatan itu.


Selasa, 22 Mei 2018 aku ikut buka bersama anak yatim dan dhuafa, juga Blogger Bandung di Hokben Surya Sumantri Bandung. Semangat banget lah jam 14.00 pulang ngantor langsung meluncur ke lokasi karena takut kejebak hujan juga (eh tapi nyangkut dulu satu jam di PVJ sih, hehe). Jam 15.30 sampe di lokasi, agak deg-degan karena masih keliatan sepi tapi ternyata acaranya ada di lantai dua. Sampai di lantai dua, udah ada beberapa teman yang udah hadir.


Ngobrol-ngobrol sebentar sama teman-teman kemudian milih menu buat buka puasa nanti. Ternyata Hokben punya menu khusus selama bulan Ramadan, namanya Bento Ramadan. Nggak tanggung-tanggung Hokben menghadirkan enam menu Bento Ramadan dengan kisaran harga mulai dari Rp 43.000 sampai dengan Rp 55.000 aja (sudah termasuk pajak juga lho). Ada yang istimewa dari keenam menu Bento Ramadan ini, yaitu pemasanan menu Bento Ramadan makan di tempat (dine in) ataupun dibawa pulang (take away) mendapatkan free takjil. Jadi dengan harga yang relatif murah kita sudah mendapat menu buka puasa yang lengkap.

Bento Ramadan 1 (Nasi, Salad, Chicken Teriyaki, 2 pcs Egg Chicken Roll) + Teh Botol Sosro 250ml + Takjil. Rp 45.000,-

Bento Ramadan 2 (Nasi, Salad, Chicken Teriyaki, 2 pcs Egg Shrimp Roll) + Teh Botol Sosro 250ml + Takjil. Rp 45.000,-

Bento Ramadan A (Nasi, Salad, Beef Yakiniku, 1 pcs Tori Ball, 2 pcs Egg Shrimp Roll) + Teh Botol Sosro 250ml + Takjil. Rp 55.000,-
Bento Ramadan B (Nasi, 1 pcs Chicken Steak) + Teh Botol Sosro 250ml + Takjil. Rp 43.000,-

Bento Ramadan C (Nasi, Salad, Beef Teriyaki, 1 pcs Tori Ball, 2 pcs Egg Shrimp Roll) + Teh Botol Sosro 250ml + Takjil. Rp 55.000,-
Bento Ramadan D (Nasi, 1 pcs Chicken Katsu) + Teh Botol Sosro 250ml + Takjil. Rp 43.000,-

Itu aja? Ternyata nggak. Selain Bento Ramadan, Hokben juga memberikan promo yakni untuk setiap pembelian paket Omiyage 4 orang gratis 4 pcs Teh Botol Sosro 250ml, dan setiap pembelian paket Omiyage 6 orang gratis 6 pcs Teh Botol Sosro 250ml. Hayoloooh tertarik kaaan? Yuk langsung realisasikan buka puasa bersama di Hokben.

“Share to Love, Love to Share” merupakan semangat sekaligus slogan Corporate Social Responsibility (CSR) Hokben. Ternyata sejak tahun 2001 setiap tahunnya Hokben menjalankan program “Berbuka Puasa bersama Anak Panti Yatim dan Dhuafa” di seluruh area store Hokben. Tahun ini bersamaan dengan usia Hokben yang menginjak ke-33 tahun, Hokben mengajak 3300 anak yatim dan dhuafa dari sekitar 38 panti asuhan untuk berbuka puasa bersama di wilayah Jawa dan Bali. Luar biasa ya. Dari acara ini aku baru tahu kalau program CSR Hokben berfokus pada dua pilar utama yakni “Hokben Cinta Pendidikan” dan “Hokben Berbagi dengan Sesama”.




Waktu bergulir, anak-anak yatim dan dhuafa yang sholeh dan sholehah pun sudah tiba di tempat. Acara pun dimulai dengan disambut oleh MC Kak Jono dan Kak Fitria dengan meriah.  Dilanjutkan dengan tilawah Al-Quran dan doa. Kemudian sambutan dari panitia Hokben yakni ada Pak Agus Hulyana (General Manager Hokben Jabar), Ibu Irma (Divisi Komunikasi Hokben Group), dan Bapak Herry Syamhartadi (PIC Hokben Surya Sumantri). Ada pula sambutan dari perwakilan panti asuhan dan hiburan nasyid serta game yang seru. Buka puasa bersama rasanya nggak lengkap kalau nggak disertai tausiyah sebelum berbuka puasa, ada Bapak Ustadz Bayan dari Rumah Yanti Cemara yang mengisi tausiyah sehingga suasana menjadi begitu sangat teduh. Nggak terasa adzan maghrib pun tiba, setelah berbuka dan shalat maghrib berjamaah dilanjutkan dengan ramah tamah dan pembagian goodie bag dan santunan anak yatim dan dhuafa.



Rasanya buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa juga teman-teman Blogger Bandung kemarin sangat berkesan untukku. Mencoba mengambil hikmah dari acara ini, bahwa dalam menjalani hidup kita harus senantiasa pandai bersyukur, mensyukuri sekecil apapun nikmat yang diberi oleh Allah SWT untuk kita, dan nggak mudah menyerah. Anak-anak yang kutemui saat itu semuanya sangat ceria, nggak ada raut kesedihan sedikitpun. Juga tentang indahnya berbagi pada sesama, peduli pada sesama karena kita semua adalah bersaudara. Tidak membeda-bedakan orang lain karena pada hakikatnya kita semua adalah sama dihadapan-Nya.

Sabtu, 07 April 2018

My Blog : My New Moment, My New Me



Bikin blog dari kapan tahun, hmm.. 2009 kali ya waktu ada mata kuliah komputer yang artinya udah 9 tahun yang lalu. Udah gitu didiemin aja nggak digimana-gimanain. Ditengokin lagi taun 2012 dan itu cuma diutak-atik templatenya aja. Kemudian tahun 2016 hati ini tergerak buat mulai serius ngeblog. Tapi waktu itu cuma sekedar corat-coret postingan seadanya dan ikutan lomba sambil niat nggak niat. Akhir 2017 nekat ikutan Meet Up Blogger Muslimah, ketemu para blogger keren dan udah berpengalaman banget di dunia per-blog-an. Dapet banyak banget ilmu dari sana, sekaligus makin nambah semangat buat serius ngeblog.

Awal 2018 mulai ikutan beberapa komunitas blogger. Ikutan beberapa eventnya juga, ketemu lagi sama lebih banyak blogger keren dan berpengalaman banget di dunia per-blog-an. Apalah aku yang baru mulai ngeblog ini.. seneng iya minder iya. Tapi bersyukur banget bisa ketemu mereka semua. Ternyata para blogger yang kutemui baiiiiik banget semuanya. Seneng deh makin banyak temen.

Awal 2018 ini juga aku makin fokus ngeblog. Banyakin tulisan yang aku posting, semoga tulisan-tulisanku bermanfaat. Untuk tema tulisan-tulisannya, saat ini aku lebih milih lifestyle blogger sih. Kenapa? Karena aku masih pengen bahas berbagai macam hal, walaupun minatku sebenernya lebih ke fashion dan beauty. Kedepannya pengen banget bikin tulisan semacam fashion/beauty tips atau tutorial gitu, tapi bertahap lah ya sambil ngumpulin bahannya hehe.. Sambil benerin lagi tata cara tulis menulisku.


Tahukah apa yang aku rasakan dengan menulis blog? Nulis blog jadi bikin aku kayak nemuin hobi baru, minat baru, passion baru, semangat baru, apapun itu namanya yang pasti bikin aku jadi lebih happy. Rasanya seneng aja ngejalaninnya walau terkadang dikejar deadline tapi rasanya bener-bener tanpa beban. Seneng juga karena selain aku bisa dapet ilmu baru, aku juga bisa berbagi informasi dengan lebih banyak orang. Dengan blog juga aku ngerasa jadi lebih dekat dengan passionku.

Dulu dari jaman SD kalo nulis apapun pasti nulisnya di diary, bukan cuma curhatan tapi apa-apa diceritain disitu dan dipendem sendiri kalo punya ide apapun. Sekarang kayaknya sedikit demi sedikit beralih ke blog (tapi kalo soal curhatan pribadi kayaknya bakal tetep ada di diary sih nggak akan pindah ke blog, haha).

Dengan blog aku jadi lebih terdorong untuk mengabadikan moment apapun yang aku alami. Sekaligus lebih terdorong untuk membagikannya ke lebih banyak orang juga. Baik sebagai informasi ataupun pengalaman yang bisa diambil hikmahnya. Misalnya tentang saat aku ikutan event, traveling, ngomongin fashion, beauty, bahkan numpahin ide pikiranku sendiri.

Selain itu, dengan blog juga aku bisa ketemu lebih banyak teman-teman yang super keren dan ahli dibidangnya, terlebih ahli dalam dunia tulis menulis dan kreatifitas.

Disamping itu aku juga masih harus terus belajar tentang dunia per-blog-an ini. Karena aku semakin tahu bahwa masih banyak hal yang belum aku tahu tentang seluk beluk dunia blog. Mudah-mudahan 2018 ini jadi langkah awal yang baik buatku, dan mudah-mudahan dengan blog ini juga aku bisa terus lebih dekat lagi dengan passionku. Aamiin..

Jumat, 22 Desember 2017

Tulisan Dipenghujung 22 Desember


Setelah beberapa bulan terakhir jarang banget sakit, Qodarullah hari ini aku sakit dan aku putuskan full istirahat di rumah. Tapi rasanya keinginan buat nulis tetep ada ya, Alhamdulillah. Meski awalnya bingung mau nulis apa tapi tetiba inget hari ini tanggal 22 Desember yang bertepatan dengan Hari Ibu.

Mulai dari pagi sampe barusan hari udah malem, seluruh media sosial diramaikan dengan postingan ucapan selamat hari ibu. Di satu sisi aku seneng bahwa betapa kedudukan seorang ibu begitu tinggi hingga ditetapkan satu tanggal untuk memperingatinya, tapi di sisi lain aku amat sangat berharap bahwa hari ibu nggak cuma hari ini aja tapi setiap hari.

Bicara tentang ibu nggak akan lepas dari sosok wanita. Bukan cuma tentang seorang wanita yang udah menikah dan jadi seorang ibu buat anak-anaknya tapi juga tentang wanita yang suatu saat akan menikah dan bakalan jadi seorang ibu pula.

Semua orang pasti tau banget kalo jadi seorang ibu adalah hal yang nggak mudah. Untuk seorang ibu yang jadi ibu rumah tangga sekaligus berkarir di luar rumah, maka manajemen waktu, pikiran, tenaga dan lain sebagainya pasti bener-bener harus dipikirkan sesuai porsinya masing-masing. Tapi jangan pula ngeremehin seorang ibu yang full jadi ibu rumah tangga aja, 24 jam berada di rumah dengan segala kondisi di dalamnya. Para ibu rumah tangga yang juga berkarir maupun yang full di rumah sama-sama hebat, mereka menghadapi segala tantangannya masing-masing menurutku.

Terkadang ada perasaan cemas dibenakku apakah suatu hari nanti aku bisa menjadi ibu yang baik untuk keluarga dan anak-anakku ataukah tidak. Rasanya terlalu banyak hal yang belum mampu aku lakukan. Mungkin itulah kenapa akhirnya aku tersadar bahwa menjadi seorang ibu adalah posisi paling hebat menurut pendapatku.

Menjadi seorang ibu di akhir zaman seperti saat ini, menurutku seorang ibu tak cukup hanya mahir dalam mengurusi segala keperluan rumah tangga saja, tapi juga harus mahir dalam mengokohkan aqidah putra-putrinya. Hanya itu? Enggak. Nyatanya dalam cara mendidik pun harus berhati-hati karena seorang ibu adalah madrasah pertama bagi putra-putrinya.

Kilas balik sejenak, tentang perjalanan hidup yang aku lalui mungkin juga adalah bagian dari persiapan untuk masa depanku. Dimulai dari aku yang pernah berprofesi sebagai pengajar yang terkadang betapa aku ngerasa lelah yang amat sangat karena selain tugasku mengelola kelas aku harus menyelesaikan tugas-tugas lainnya. Bandingkan dengan seorang ibu yang 24 jam mengurusi rumah dengan segala keadaannya, maka aku harus bersiap dengan itu. Lalu terkadang liat berbagai karakter anak sesuai dengan didikan orang tuanya atau liat cara orang tua memperlakukan anaknya di depan umum, ada yang bikin kita takjub ada juga yang bikin miris, dari hal itu pula lah aku makin tersadar bahwa mendidik anak nggak bisa asal-asalan. Menjadi seorang ibu dibutuhkan amat banyak ilmu, ada ilmu yang bisa kita persiapkan jauh-jauh hari dari sebelum kita benar-benar jadi seorang ibu, ada juga pengalaman yang mungkin akan dijadikan sebuah hikmah atau pelajaran saat kita benar-benar sudah menjadi seorang ibu kelak.

Terakhir, mungkin ini lebih kepada sebuah cita-cita. Betapa aku sangat berharap bisa menjadi seorang ibu yang bisa meraih pendidikan setinggi-tingginya apapun profesiku kelak, pun berharap semoga suatu hari nanti anak-anakku pun bisa memiliki pendidikan lebih tinggi dariku. Karena menurut pandanganku, menuntut ilmu dan menjadi seorang ibu adalah dua profesi yang amat sangat mulia, yang semoga dengan cara itu bisa semakin mendekatkanku pada Sang Maha Pencipta, dan menjadi tabungan kebaikanku untuk di akhirat kelak. Aamiin...

KEB Intimate Session Bersama Kartika Soeminar : Berjuang dan Bangkit dari Jerat Seorang NPD (Narcissistic Personality Disorder)

Akhir-akhir ini kalo scroll Instagram ataupun Tiktok cukup sering nemu konten yang ngebahas tentang NPD. Aku pun akhirnya penasaran tentang...