Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Desember 2023

hai, satu hari diantara tiga ratus enam puluh lima hari yang kunanti

Detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun. Aku mendapati semuanya berganti. Menyaksikan sekelilingku berubah entah banyak ataupun sedikit. Lalu melihat ke dalam diri bahwa akupun secara sadar telah beranjak dan tak lagi berdiam di tempat yang sama.

Sabtu, 09 Oktober 2021

Aplikasi Mindtera : Kelola Stress Dalam Pekerjaan dengan Berkesadaran

Rasanya seneng banget waktu minggu lalu tepatnya Jumat, 1 Oktober 2021 aku ikut kelas yang diadakan oleh Mindtera dengan tema Kelola Hidup Lebih Baik dengan Aplikasi Mindtera : Kelola Stress dengan Berkesadaran. Selama ini biasanya aku cuma baca dari akun-akun media sosial aja, tapi kali ini bisa ikutan kelasnya melalui zoom.

Selasa, 14 September 2021

Pengalaman Vaksin Covid-19 Dosis 1 Sambil Menikmati Pemandangan


Udah lama ya nggak update postingan blog, wkwk. Oke, di postingan blog kali ini aku mau cerita tentang pengalaman vaksin covid-19 dosis pertamaku sebulan yang lalu.

Jumat, 24 Juli 2020

Jelang Hari Raya Idul Adha, Yuk Sedekah Daging Bersama Dompet Dhuafa


Jam berganti hari, bulan berganti tahun. Nggak terasa sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H. Rasanya baru kemarin kita merayakan Hari Raya Idul Adha 1440 H, tapi ternyata udah setahun yang lalu. Kalo ngomongin tentang Hari Raya Idul Adha, pasti identik dengan berkurban.

Kamis, 09 April 2020

Cara Penularan Virus Corona yang Sering Terjadi dan Tidak Disadari

pict : shutterstock

Adanya pandemi virus penyebab Covid-19 terus saja membuat gelagat resah masyarakat Indonesia. Untuk proses maupun model penyebaran yang tidak mudah dalam terdeteksi karena perlu dilakukan cek virus corona, menjadi atensi khusus. WHO serta pmerintah pusat maupun daerah sendiri telah menyampaikan berbagai imbauan sebagai antisipasi penyebaran virus corona Covid-19 tersebut. Himbauan yang telah dianjurkan karena banyaknya faktor penyebab masifnya penularan  Covid-19 ini yang terjadi dari manusia ke manusia yang sering dengan tidak sengaja dilakukan.

Berikut ini beberapa cara penularan virus corona Covid-19 sebelum akhirnya seseorang melakukan cek virus corona ialah sebagai berikut:

1. Melakukan kontak dengan benda dalam kategori sering tersentuh

Benda-benda atau alat merupakan merupakan media yang bisa menjadi cara penularan yang masif. Berdasarkan beberapa penelitian virus corona COVID-19 dapat bertahan hidup hingga tiga hari saat menempel pada permukaan benda.

Benda-benda tersebut kemudian diperkirakan oleh para ahli sebagai benda yang sering terjamah oleh anggota tubuh seperti tangan yang membawa virus  covid-19. Karena proses menempelnya virus tersebut di permukaan benda yang sering tersentuh sehingga, otomatis virus tersebut dapat berpindah yang mendapatkan inang baru apabila orang lain menyentuh benda tersebut.

2. Tidak menjaga kebersihan tangan pada setiap individu

Cara lain yang efektif sebagai media penularan virus COVID-19 ialah dengan tidak menjaga kebersihan tangan. Telah diketahui serta terbukti bahwa menurut penelitian medis bahwa tangan merupakan sumber dari berbagai penyakit.

Sebab, hal ini disebabkan organ atau bagian tubuh seperti tangan ialah anggota tubuh yang paling banyak melakukan aktivitas dan melakukan interaksi dengan orang lain atau benda-benda yang ada di sekitar. Akibat tangan yang tidak terjaga kebersihannya maka penyebaran virus corona COVID-19 ini dapat dengan mudah menyebar sehingga cek virus corona semakin menjadi penting untuk dilakukan.

Manusia yang kemudian selalu berinteraksi dengan dunia luar menggunakan tangannya. Apabila individu menjaga selalu kebersihan tangan supaya tangan Anda tidak menjadi salah satu media atau carier dari penularan virus corona COVID-19. Cuci tangan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan sabun ataupun gunakan hand sanitizer sebelum dan setelah makan, sebelum dan sesudah buang air kecil, dan sesudah beraktifitas.

3. Setelah bepergian tidak membersihkan diri 

Melalui berbagai aktivitas maka itu merupakan suatu hal yang wajar yang biasanya sering dilakukan oleh manusia. Yang tidak banyak dimengerti ialah penularan virus corona COVID-19 secara tidak sadar sering dilakukan oleh orang yang melakukan aktivitas di tempat tertentu.

Sayangnya pada tempat-tempat tersebut terdapat virus corona COVID-19 yang menjadikan virus tersebut menempel di pakaian dan benda yang Anda gunakan. Virus corona atau COVID-19 pun akhirnya  dapat menular kepada dan terjadi orang-orang terdekat Anda di rumah.

Dalam melakukan pencegahan terhadap hal tersebut maka Anda diharapkan untuk selalu jaga kebersihan diri setelah bepergian. Jangan lupa pula untuk mencuci baju dan bersihkan tubuh hingga kering setelah bepergian.

4. Tidak menerapkan langkah batuk bersin yang tepat

Cara yang paling mudah serta banyak menjadi media penularan virus corona COVID-19 ialah penularan melalui droplets. Droplets merupakan sejenis partikel cairan ketika seseorang meninggalkan cairan ketika bersin, batuk, ataupun berbicara di lantai.

Cairan droplets ini kemudian berisi virus, kuman, dan bakteri kemudian dapat menempel pada benda-benda yang dibawa oleh orang lain. Sehingga, virus corona COVID-19 pun memperoleh inang baru yang terdapat orang lain. Oleh sebab itu, penting dan menjadi kewajiban setiap individu di tengah pandemi virus corona COVID-19 dalam berkomitmen menerapkan etika batuk dan bersin dengan baik karena jika tidak kebijakan untuk cek virus corona semakin bertambah banyak kasusnya oleh karena penyebarannya yang semakin meluas.

Etika batuk dan bersin yang dapat dan dilaksanakan secara rutin yaitu melalui kegiatan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam atau tisu bersih. 

Minggu, 15 Maret 2020

Kisah Inspiratif Teh Indari Mastuti Menuju 13 Tahun Indscript Creative


Semenjak aktif menulis blog, aku makin semangat bergabung dengan banyak komunitas blogger. Langkah pertama yang aku lakukan adalah mencari banyak grup komunitas blogger melalui akun facebook. Sampai pada suatu hari seorang teman mengajakku bergabung dengan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis – Interaktif atau biasa disebut IIDN. Dalam hati sempat minder, duh ini mah pasti komunitasnya para penulis yang keren-keren, sementara aku baru hanya corat-coret di blog yang kebanyakan review produk atau acara. Tapi setelah melihat sebagian anggotanya adalah teman-teman blogger yang sudah ku kenal, akhirnya aku mantap bergabung dengan komunitas IIDN ini dengan niat ingin banyak belajar biar kualitas menulisku semakin bagus. Ternyata, berkat bergabung dengan komunitas IIDN itulah aku bisa memiliki kesempatan berkunjung langsung ke kantor Indscript Creative.

Senin, 09 Maret 2020 dengan semangat aku berangkat menuju kantor Indscript Creative yang berlokasi di Bandung tepatnya sekitar Moh.Toha. Karena lokasinya yang cukup dekat dari rumahku di Jatinangor, maka aku cukup menggunakan bus damri via tol saja untuk menjangkau lokasi tujuan. Turun di jalan raya beberapa saat setelah keluar gerbang tol Moh.Toha kemudian berjalan menyusuri jalanan yang ditunjukan Google Maps. Nggak susah kok nyari kantor Indscript Creative ini, karena selain sudah ada di Google Maps, di gerbang kantornya pun terpampang nama Indscript Creative.
Indscript Creative
Jl. PLN Dalam 1, No.1/203 B,
Cigereleng, Ciseureuh, Kec.Regol,
Kota Bandung, Jawa Barat 40255
Sebelum memasuki area kantornya, sekilas aku membaca tulisan “Sekolah Perempuan” disamping tulisan “Indscript Creative” tersebut. Rasa penasaranku bertambah nggak hanya tentang apa itu Indscript Creative aja, tapi juga tentang Sekolah Perempuan tersebut apakah tetap bergerak di bidang kepenulisan ataukah di bidang yang lain. Tapi kembali lagi, aku fokus dulu aja ke Indscript Creative, sesuai niat awalku ketika hendak datang kesini. Aku memasuki ruangan kantor yang jika kuperhatikan kantor Indscript Creative ini sangat bernuansa homey, kemudian berkenalan dengan teteh-teteh dari komunitas IIDN yang sudah bergabung sejak lama. Yups, bisa aku pastikan pulang dari kantor Indscript Creative ini aku bakalan dapet banyak pengalaman sekaligus ilmu baru.

Indscript Creative merupakan sebuah perusahaan jasa penulisan yang didirikan oleh Teh Indari Mastuti. Indscript Creative berdiri pada tanggal 08 September 2007 yang jika dihitung tahun ini menginjak usia ke 13 tahun. Indscript Creative hadir sebagai jembatan para penulis dengan penerbit untuk menerbitkan naskah menjadi buku. Seketika aku dibuat betah dengan ruangan kantornya yang bernuansa homey, sederhana namun menginspirasi. Ada banyak buku terbitan Indscript Creative yang terpajang di dinding maupun tertata rapi di rak. Di bagian dinding kantor juga terdapat quotes yang memotivasi. Ternyata, Indscript Creative ini menerapkan tema Small Company High Income, yakni rumah sekaligus kantor. Oh ya, saat ini Indscript Creative sudah memiliki mesin percetakan sendiri, jadi nggak harus ngantri lagi seperti ketika masih dipercetakan lain. Sepanjang perjalanan Indscript Creative yang akan segera menginjak tahun ke 13 ini, Indscript Creative telah berhasilkan menerbitkan sekitar 4000 buku. Keren banget ya!

ruang kantor Indscript Creative

ruang kantor Indscript Creative

Kisah Inspiratif Teh Indari Mastuti

Teh Indari Mastuti

Kunjungan ke kantor Indscript Creative ini diawali dengan cerita Teh Indari Mastuti yakni Owner Indscript Creative. Beliau mulai bercerita awal mula berdirinya Indscript Creative yang diawali dengan hobi menulisnya. Teh Indari Mastuti atau akrab disapa Teh Iin mulai terbiasa menulis diary sejak kelas 4 SD pada tahun 1990 dan pada saat itu bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal. Memasuki usia SMP beliau mulai belajar menulis menggunakan mesin tik. Kemudian Teh Iin memulai profesi menulisnya sejak memasuki kelas 1 SMA, beliau mengirimkan naskah-naskah karyanya ke berbagai majalah hingga akhirnya hampir tiap minggu ada saja tulisan Teh Iin terbit di majalah. Keren banget kan? Nggak berhenti sampai disitu, memasuki jenjang perkuliahan Teh Iin aktif menjadi notulen diberbagai rapat kampus dan terjun menjadi jurnalis.

Sekitar tahun 2000 Teh Iin bekerja di industri telekomunikasi sebagai Customer Service, mulai saat itulah karir menulis Teh Iin semakin menanjak hingga pernah memegang beberapa majalah instansi ternama seperti Biofarma dan Bank Indonesia. Sekitar tahun 2004 menduduki jabatan sebagai Marketing Communication kemudian tahun berikutnya ketika masih bekerja di industri telekomunikasi beliau membentuk grup literasi di Batam. Hingga pada tahun 2006 menjadi Sekretaris Direksi ESQ dan bergabung juga di MQ Publishing. Padatnya aktivitas Teh Iin dalam dunia tulis menulis tidak membuatnya lupa akan kodratnya sebagai wanita terlebih lagi ketika beliau memutuskan untuk menikah. Menurutnya, nggak mungkin beliau masih bepergian jauh keluar kota demi pekerjaannya sementara di rumah ada keluarga yang menunggunya.

Akhirnya pada tahun 2007 Teh Iin mendirikan Indscript Creative dan tahun 2010 mendirikan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) yang semakin ramai hingga sekarang. Teh Iin juga banyak menulis buku biografi yang diawali pada tahun 2009, saat itu beliau ditawari oleh Mizan Publishing untuk menulis biografi Amanda Brownies. Hingga saat ini ada banyak buku biografi yang telah ditulis beliau salah satunya biografi tentang Ibu Atalia istri dari Bapak Ridwan Kamil.

Tahun 2013 Teh Iin mendirikan Sekolah Perempuan, sesuai namanya sekolah ini khusus diperuntukan bagi para perempuan yang ingin belajar menulis hingga menghasilkan sebuah karya. Terjawab sudah rasa penasaranku mengenai Sekolah Perempuan ini ketika awal tiba di kantor Indscript Creative tadi. Selain itu, Teh Iin juga mendirikan komunitas Emak Pintar, dan Ibu-Ibu Doyan Bisnis.

Tak cukup hanya disitu, tahun 2017 Teh Iin mendirikan IndBlack yang bergerak di bidang fashion yakni produsen handshock. Namun seiring berjalannya waktu dengan berbagai pertimbangan, per 01 April 2020 IndBlack Retail dan IndBlack.com akan ditutup. Setiap orang pasti punya alasan untuk memilih untuk lebih fokus pada apa yang menjadi passion dan prioritasnya.

Ada yang menarik ketika aku berkunjung ke kantor Indscript Creative ini, Indscript Creative punya program Bukuin Aja yang merupakan sebuah wadah untuk para penulis pemula yang ingin menerbitkan karya pertamanya. Jadi nggak ada lagi alasan hilang semangat ketika naskah kita ditolak penerbit lain ya, hehehe.

contoh buku Bukuin Aja

Terakhir, ada pesan dari Teh Iin yang menginspirasi banget. Bahwa aktivitas menulis dapat mewujudkan impian kita satu persatu. Contohnya ketika Teh Iin mulai menulis diary dan bercita-cita menjadi seorang penulis terkenal. Menekuni dunia tulis menulis hingga karir menulisnya terus naik dan pada akhirnya impian-impian Teh Iin dapat terwujud. Hingga jika kita mengalami kondisi seterpuruk apapun, coba cari peluang dari apa yang kita bisa lakukan. Kemudian sebagai blogger maupun penulis, adakalanya kita takut untuk mencoba hal-hal baru yang kita rasa itu bukan “diri kita” banget, padahal kita bisa menjadikan hal tersebut sebagai peluang baru untuk kita. Kuncinya adalah dengan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berani mengakui bahwa kita masih belajar mengenai hal baru tersebut. Satu lagi, kita nggak cukup melakukan kebaikan hanya untuk diri kita sendiri, tapi alangkah lebih baik jika kebaikan yang kita lakukan juga membawa kebaikan untuk sesama juga. Seperti kehadiran Indscript Creative dan beberapa bisnis yang dimiliki Teh Iin yang turut memberdayakan warga sekitar, maupun komunitas-komunitas yang didirikan Teh Iin yang turut memberdayakan para perempuan dimanapun mereka berada.

Yups, beneran pulang dari kantor Indscript Creative bikin aku makin termotivasi untuk terus belajar menjadi lebih baik lagi terlebih dalam hal menulis. Belajar meyakini impian-impian yang kita miliki akan dapat terwujud asalkan kita tetap berusaha, pun belajar meyakini kemampuan yang kita miliki. Banyak hal positif yang bisa aku dapatkan dari kisah Teh Iin yang menginspirasi dan juga perjalanan Indscript yang nggak terasa sudah mau menginjak usia 13 tahun. Sukses terus untuk Indscript Creative dan Teh Iin.

aku dan teteh-teteh dari komunitas IIDN

Rabu, 29 Januari 2020

Mengintip Keseruan JAKHUMFEST 2020 Bareng Para Millenial


Tahun 2020 ini pengen bikin resolusi untuk lebih banyak datang ke acara-acara yang berfaedah biar makin memacu semangat untuk jadi lebih baik lagi. Kebetulan weekend kemarin ada acara keren yang menarik perhatianku banget sampe bela-belain berangkat dari Bandung menuju Jakarta (eh sambil jalan-jalan juga sih, hehe).

Yups, weekend kemarin tepatnya Minggu, 26 Januari 2020 aku ikutan acara Jakhumfest 2020 yang berlokasi di M Bloc Space, Jakarta Selatan. Jakhumfest atau Jakarta Humanity Festival merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa. Jakhumfest pertama kali digelar pada tahun 2019, jadi tahun ini merupakan event kedua.

Jakhumfest mengajak para millenial agar lebih peduli pada isu-isu sosial, kemanusiaan, dan lingkungan yang dikemas dengan rangkaian aktivitas seru dan nggak ngebosenin. Rangkaian acara Jakhumfest kali ini diantaranya Humanity Exposure, HumaniTalk, HumaniTalk Ngulik Berkah, Workshop Melukis Payung, Preloved Charity Bazaar, sampai acara puncak yaitu Sound of Humanity. Selain itu, di event tersebut hadir pula para public figure yang kompeten di bidang masing-masing yang peduli dengan tema Jakhumfest.

Kurang lebih pukul 09.00 pagi aku sudah berada di lokasi, tapi aku sengaja berkeliling terlebih dahulu, barulah setelah itu mendekati meja registrasi, hehe. Aku masih punya cukup waktu untuk berkeliling sebelum acara dimulai tepat pukul 10.00 pagi. Kalo tadi aku berkeliling di bagian luar lokasi, kali ini aku berkeliling di bagian dalam lokasi. Dari mulai pertama registrasi tadi mataku langsung teralihkan pada foto-foto yang memuat aktivitas para relawan Dompet Dhuafa. Pun ketika aku berkeliling di bagian dalam lokasi ternyata masih banyak foto-foto yang memuat aktivitas relawan Dompet Dhuafa di tempat berbeda. Hingga sampailah diujung lokasi, ternyata ada juga Bazaar yang menjual barang-barang preloved dari banyak public figure dengan kondisi yang masih sangat bagus. Foto-foto yang memuat aktivitas relawan Dompet Dhuafa serta Bazaar tadi ternyata merupakan bagian dari rangkaian event Jakhumfest kali ini.

humanity exposure

humanity exposure

Humanity Exposure yang merupakan pameran foto aktivitas relawan Dompet Dhuafa. Ini yang dari pertama aku datang udah menarik perhatianku. Sambil liat-liat fotonya, jadi bisa tau apa aja aktivitas para relawan Dompet Dhuafa sekaligus introspeksi diri juga.

preloved charity bazaar

Preloved Charity Bazaar yang menjual barang-barang preloved dari banyak public figure diantaranya Jessica Iskandar, Sandra Dewi, Ayu Gani, Alodita, Junior Liem, dan masih banyak lagi. Hasil penjualan dari Bazaar ini nantinya akan didonasikan dalam program kemanusiaan dan lingkungan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Asik banget kan, bisa belanja sekaligus beramal.

dua kakak MC yang seru banget

pembukaan Jakhumfest 2020 oleh Bapak drg. Imam Rullyawan

Tibalah mulainya acara dengan sapaan dua kakak MC yang bikin acara dijamin pasti seru sampe akhir nanti. Acara dimulai dengan sambutan dari Mbak Etika Setiawanti selaku General Manager Marketing Communication Dompet Dhuafa. Kemudian acara Jakhumfest 2020 dibuka secara resmi oleh drg. Imam Rullyawan selaku Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa. Selanjutnya ada Kak Marsya Nurmaranti selaku Executive Director Indorelawan yang menjelaskan betapa pentingnya menjadi seorang relawan. Disini aku kayak diingatkan lagi, dari beberapa tahun yang lalu udah ada niat pengen ikut kegiatan kerelawanan tapi belum terealisasi juga, mudah-mudahan tahun ini terealisasi, aamiin.

Kak Marsya dari Indorelawan

Rangkaian acara selanjutnya pun tiba, yakni HumaniTalk Youth for The Earth yang fokus membahas mengenai isu lingkungan. Menghadirkan empat pembicara yang keren banget dan kompeten dibidangnya, diantaranya Kak Dhiti Sofia selaku Manager Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Kak Dila Hadju selaku Founder Tumbuh Hijau Urban, Kak Swietenia Puspa selaku Founder And Executive Director Divers Clean Action, dan Pak Syamsul Ardiansyah selaku Manager Lingkungan Dompet Dhuafa.

humanitalk : youth for the earth

Sedikit aku bahas mengenai beberapa LSM tadi, ada Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik yang merupakan perkumpulan nasional yang memiliki misi untuk mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik. Kampanye yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang berlebihan, bukan kampanye yang melarang penggunaan kantong plastik secara total. Jadi sedikit demi sedikit tapi konsisten ya. Ada juga Tumbuh Hijau Urban yang merupakan kegiatan komunitas yang lebih fokus pada anak-anak muda, terutama remaja usia sekolah karena kesadaran akan menjaga lingkungan perlu ditumbuhkan dari sejak dini. Kemudian ada juga Divers Clean Action yang berfokus pada masalah yang ada di laut, LSM ini telah melakukan penelitian bersama beberapa universitas mitra, fasilitator pengembangan masyarakat pesisir, program kolaborasi lingkungan dengan lembaga penyelaman, kampanye dan juga pelatihan.

Ternyata ada banyak hal yang bisa kita lakukan mulai dari diri sendiri untuk turut menjaga lingkungan. Seperti misalnya mulai membawa tempat makan dan minum sendiri, membawa tas belanja sendiri, menghemat penggunaan listrik dirumah, bahkan anjuran menggunakan kendaraan umum.

humanitalk featuring tokopedia

Break istirahat Sholat Dzuhur sekitar satu hingga satu setengah jam, kemudian acara dilanjutkan dengan HumaniTalk featuring Tokopedia dengan tema Ngulik Berkah “Bagi-Bagi Kebahagiaan dan Indonesia Siap Siaga” yang menghadirkan Pak Awaluddin selaku General Manager Pengurangan Resiko Dompet Dhuafa, Pak Adhe Indra Saputra selaku Relawan Kemanusiaan Dompet Dhuafa dan Chiki Fawzi yang juga pernah mengikuti kegiatan kerelawanan bersama Dompet Dhuafa. Ada banyak kisah inspiratif yang aku dapatkan dari sini. Dari mulai menjawab pertanyaan apa makna bahagia bagi diri kita, yang ternyata makna bahagia itu luas nggak hanya untuk diri kita sendiri tapi juga mampu berbagi dengan sesama. Di sesi ini hadir pula Pak Iman Cinderamata selaku Head of Category Development Tokopedia yang menjelaskan mengenai fitur Tokopedia Salam. Berdonasi semakin mudah dengan adanya fitur Tokopedia Salam karena Tokopedia telah bekerjasama pula bersama Dompet Dhuafa.

Rangkaian acara Jakhumfest 2020 ini nggak selesai sampe disitu, tapi masih berlanjut dengan Workshop Melukis Payung bersama Chiki Fawzi featuring Wardah Beauty. Hingga acara puncak yakni Sound of Humanity yang menghadirkan Navicula, Chiki Fawzi, dan V1mast. Oh ya, khusus acara Sound of Humanity ini dikenakan biaya tiket sebesar Rp 50.000, masih terjangkau kan? Sementara rangkaian acara selain Sound of Humanity yang udah aku ceritain tadi tidak dikenakan biaya alias gratis. Hasil penjualan tiket dari Jakhumfest 2020 ini akan didonasikan dalam program kemanusiaan dan lingkungan yang dikelola oleh Dompet Dhuafa juga. Seru banget kan, dengan datang ke acara ini kita bisa seru-seruan bareng temen, dapet ilmu baru, plus bisa sekaligus berdonasi.

Pulang ke rumah happy banget deh karena banyak banget hal berfaedah yang aku dapatkan dari event Jakhumfest 2020 ini. Semoga kalo tahun depan ada event serupa lagi, aku bisa ikutan lagi, aamiin.

Selasa, 10 Desember 2019

FUNancial : Tips Mengelola Keuangan Seperti Yang Kamu Mau


Adakah yang masih ingat dengan impiannya sesaat setelah lulus kuliah? Biasanya saat itu ekspektasi tentang impian-impian masa depannya masih tinggi banget. Katakanlah usia 21 tahun lulus kuliah kemudian dapet kerjaan yang bagus sesuai passion, usia 25 tahun kerjaan aman dengan kondisi keuangan yang stabil, usia 30 tahun kerjaan makin aman bahkan udah punya jabatan dengan kondisi keuangan yang makin stabil (read: mulai kaya raya, haha) kemudian setelah itu udah mulai punya asset, dan seterusnya. Itu tadi contoh yang impiannya punya kerjaan bagus di perusahaan, nah kalo yang impiannya berbisnis? Mungkin ekspektasi tentang impiannya selulus kuliah adalah merintis bisnis kecil-kecilan yang sesuai dengan hobinya nan berjalan mulus kemudian makin lama bisnisnya makin berkembang dan menjadi besar.

Ya namanya juga ekspektasi, pasti mikirinnya yang indah-indahnya aja kan? Baik yang bekerja maupun yang berbisnis pengennya semua berjalan lancar tanpa hambatan seperti yang kamu mau. Namun pada kenyataannya nggak semua seindah dongeng Sleeping Beauty yang ketika buka mata  langsung ketemu pangeran cakep, tapi begitu buka mata ketemu kerjaan yang mungkin belum sesuai dengan apa yang kita impikan, atau bisnis yang kita rintis yang belum juga berkembang.

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Sebelum melangkah lebih jauh berjuang mengejar impian kita, ada baiknya kita benahi terlebih dahulu apa yang sudah melekat pada kehidupan kita misalnya pengelolaan keuangan. Nah lho, kok tiba-tiba nyambung ke pengelolaan keuangan? Ya jelas nyambung dong! Dikehidupan sehari-hari, kita nggak akan lepas dari yang namanya masalah mengelola keuangan apapun profesi yang kita jalani baik sebagai karyawan sebuah perusahaan, freelancer, terlebih lagi buat yang punya bisnis sendiri. Terus gimana cara mulai membenahinya? Bisa praktekin ilmu yang aku dapet dari acara yang beberapa hari kebelakang aku hadiri, yaitu Talkshow FUNancial yang diselenggarakan oleh Home Credit Indonesia yang bertema “Start Up Smart : Financial Tips for Turning Your Hobby Into a Business”. Acara ini menghadirkan Kak Dipa Andika yang seorang Financial Planner sekaligus Co-Founder Hahaha Corp dan Kak Mohammad Takdis yang seorang Owner Whatravel Indonesia sebagai pemateri. Aku sama temen-temen blogger Indonesian Female Bloggers beruntung banget bisa dateng ke acara ini.

Kak Freya dari Home Credit

Sebelumnya, aku mau ulas sedikit mengenai Home Credit Indonesia ya. Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi global yang menyediakan layanan pembiayaan baik secara online maupun offline. Pembiayaan yang ditawarkan diantaranya smartphone, furnitur, gadget, alat-alat elektornik hingga aksesoris mobil. Di samping itu Home Credit juga menawarkan pembiayaan multiguna untuk keperluan renovasi rumah, biaya pendidikan, atau bahkan berlibur.


Bicara tentang cara memulai mengelola keuangan...

1.       Pisahkan Rekening

Mengelola keuangan bisa dimulai dengan memisahkan rekening terlebih dahulu. Pisahkan rekening untuk tabungan, bisnis (kalo yang punya bisnis), pengeluaran rutin, bahkan yang punya penghasilan dari sumber berbeda juga bisa banget dipisahin rekeningnya, dan lain sebagainya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Sedikit cerita, aku pernah ngalamin sendiri nih. Awal kerja beberapa tahun lalu aku masih menggabungkan seluruh pemasukan dan pengeluaran dalam satu rekening,. Alhasil ya bingung gak jelas berapa tabunganku, berapa keuntungan dari bisnis kecil-kecilanku, dan berapa total pengeluaran rutinku.

Sedikit tips dariku, kalo nggak mau keluar biaya admin yang makin gede karena punya beberapa rekening, bisa banget pilih jenis rekening tabungan yang punya biaya admin rendah atau bahkan tanpa biaya admin sama sekali. Ada gitu? Ada dong! Cari aja sendiri, hahaha.


2.       Catat Setiap Transaksi Sedetail Mungkin

Setelah punya rekening terpisah, penting juga nih mencatat setiap transaksi dengan sedetail mungkin. Banyak banget manfaatnya mulai dari kita jadi tahu riwayat transaksi keuangan kita, bisa juga membandingkan transaksi keuangan setiap bulannya apakah kita sudah semakin baik dalam mengelola keuangan atau malah makin nggak karuan. Nantinya dari catatan transaksi keuangan ini bisa dibikin laporannya, mau laporan harian, bulanan, atau tahunan.


3.       Dokumentasikan Bukti Transaksi

Siapa bilang mendokumentasikan bukti transaksi cuma diperlukan oleh perusahaan aja? Dalam mengelola keuangan pribadi juga penting lho. Jangan cuma mencatat setiap transaksi aja, tapi dokumentasikan juga setiap bukti transaksi yang kita miliki. Apa saja yang bisa didokumentasikan? Bukti kontrak, quotation, invoice, kwitansi, bukti potong pajak, atau bahkan bukti komunikasi sekalipun wajib didokumentasikan.


4.       Buat Alokasi Keuangan

Biar nggak salah kaprah dalam menggunakan uang yang kita miliki, ada baiknya kita bikin alokasi keuangan biar makin jelas uang yang kita gunakan untuk apa aja. Menurutku pribadi, alokasi keuangan setiap orang akan berbeda tergantung kebutuhan orang tersebut. Jangankan alokasi keuangan orang yang masih single dan yang sudah menikah yang jelas-jelas berbeda banget. Alokasi keuangan antara dua orang yang masih single aja bisa berbeda juga tergantung kebutuhan setiap orang tersebut. Tapi secara umum aku punya contoh alokasi keuangan yang aku dapetin dari acara keren kemarin nih.

Gaji 100% = 30% Hutang : 15% Investasi : 10% Pribadi : 45% Pengeluaran Rutin
Gaji 100% = 30% Hutang : 10% Dana Darurat/Asuransi : 10% Pribadi : 50% Pengeluaran Rutin
THR 100 % = 30% Kebutuhan Hari Raya : 70% Investasi/Melunasi Hutang
Bonus = 10% Pribadi : 90% Investasi/Melunasi Hutang

Alokasi tersebut bisa berlaku untuk semua jenis profesi mulai dari karyawan, freelancer, bahkan pebisnis sekalipun. Lha kok pebisnis juga? Iya dong! Siapa bilang pebisnis nggak perlu alokasi keuangan? Punya bisnis sendiri bukan berarti seluruh keuangan bisa jadi milik diri sendiri, tapi tetap harus dipisahkan antara keuangan untuk bisnis dan keuangan pribadi.


5.       Jangan Abaikan Dana Darurat

Pernah ngebayangin nggak sih seandainya tiba-tiba kita harus mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu untuk keperluan yang nggak diduga-duga? Atau bahkan pernah mengalaminya? Gimana rasanya? Sakit ya! Yang sakit bukan cuma hati tapi juga seluruh isi dompet dan rekening, haha. Maka dari itu penting banget punya alokasi untuk dana darurat.

Semakin besar tanggungan yang kita miliki, maka semakin besar pula dana darurat yang harus kita persiapkan.  Berikut sebagai contoh yang aku dapatkan dari acara keren kemarin nih.

Single/Berdua          : 3x Pengeluaran
Punya 1-2 Anak       : 6x Pengeluaran
Punya 3 Anak           : 9-12x Pengeluaran

Ada beberapa pilihan cara menyimpan dana darurat, seperti pada tabungan, deposito, reksadana, ataupun emas. Tapi yang paling disarankan adalah menyimpan dana darurat pada tabungan karena tabungan bisa dicairkan kapan saja. Karena yang namanya dana darurat pasti dibutuhkan untuk keperluan mendesak kan? Dan yang namanya keperluan mendesak harus diselesaikan secepat mungkin kan?

Jangan lupa, khusus untuk dana darurat pilih rekening tabungan yang punya bank dan mesin ATM nya udah banyak tersebar dimana-mana biar mudah dicari. Eits, tapi dalam kehidupan sehari-hari kalo nggak mendesak-mendesak amat jangan coba-coba untuk menggunakan dana darurat tersebut ya! Sekalipun dengan alasan “ah nanti juga uangnya bakalan aku ganti”, pokoknya jangan!


6.       Asuransi dan Investasi? Penting Juga Lho!

Dulu aku sempet mikir bahwa asuransi itu nggak penting-penting banget. Aku mikirnya yang penting itu ya nabung di bank karena jumlah uangnya nyata keliatan dibuku tabungan, hehe. Tapi lama kelamaan mulai sadar juga bahwa asuransi itu penting. Jenis asuransi yang paling mendasar yang harus kita miliki adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Bukan hal yang nggak mungkin (tapi amit-amit) dimasa yang akan datang kita mengalami peristiwa yang nggak kita inginkan. Setidaknya dengan memiliki asuransi kita bisa meminimalisir biaya yang kita keluarkan.

Begitu juga investasi, sama pentingnya dengan asuransi. Ada banyak jenis investasi diantaranya deposito, emas, saham, properti, reksadana, valas, dan sebagainya. Menurutku untuk berinvestasi nggak harus nunggu jadi kaya raya dulu kok, kita bisa mulai dari sekarang. Kuncinya tentukan jenis deposito yang mampu kita lakukan dan benar-benar kita pahami. Oh ya, sebenarnya investasi itu buat apa sih? Ya tergantung dari kebutuhan dan tujuan kita, kita pengennya berinvestasi untuk dana pensiun, biaya sekolah anak, asset, liburan, ataupun hal lainnya. Kenapa kita harus berinvestasi? Karena semakin hari biaya hidup semakin mahal, jadi udah suatu keharusan banget kita mempersiapkan dana yang akan dipakai untuk masa depan dari sekarang juga.

“Nilai Rp 1 saat ini lebih berarti dari nilai Rp 1 yang akan didapat pada waktu yang akan datang”


7.       Jauhi Latte Factors

Wah apa tuh Latte Factors? Kenapa harus kita jauhi? Sementara dari namanya aja kok enak banget ya kayak kopi, hehe. Jadi, Latte factors itu adalah pengeluaran yang terlihat kecil namun tanpa disadari hal tersebut dilakukan berkali-kali. Contohnya seperti belanja online, jajan minuman kekinian, biaya admin bank, bahkan sampai biaya parkir. Hmm.. bener juga ya, waktu belanja online atau jajan minuman kekinian aku lebih sering mikir “Ya udah jajan mah gapapa toh sesekali ini dan nggak ngabisin tabungan juga”. Padahal hal-hal tersebut kalo dilakukan terus menerus bisa ngabisin uang tabungan juga karena kalo dijumlahkan uang yang kita gunakan untuk jajan bisa jadi besar juga. Contohnya ketika jajan minuman kekinian yang rata-rata harganya Rp 20.000, kalo dalam sebulan jajannya sebanyak 10 kali berarti dalam sebulan kita menghabiskan Rp 200.000, dan dalam setahun kita menghabiskan Rp 2.400.000, jumlah yang lumayan kan?

Kak Dipa, Kak Takdis, dan Kak Uchiet

Bicara tentang hobi dan impian...

Nah sekarang kita ngomongin soal hobi nih. Dari kecil pasti kita sering banget ditanya apa hobi kita? Dan apa impian kita? Bahkan mungkin sampe hari ini kita masih mendapat pertanyaan tersebut. Sebenernya apa sih makna dari hobi dan impian?

Menurut Wikipedia, hobi adalah...
Kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang.
Menurut website Psikoma, impian adalah...
Nyawa yang tak akan pernah bisa dipisahkan daripada kehidupan.
Biasanya sih, hobi dan impian akan saling berkaitan. Asik banget ya seandainya kita bisa setiap saat melakukan sesuatu yang jadi hobi kita, terlebih lagi jika hobi kita bisa menjadi sumber penghasilan baik untuk saat ini maupun dimasa yang akan datang. Impianku banget tuh, menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Jadi inget pemateri acara FUNancial, Kak Takdis yang punya hobi traveling sampe akhirnya berhasil mendirikan sebuah perusahaan bernama Whatrevel Indonesia meski harus berawal jatuh bangun dulu saat mendirikannya. Wajar ya, bisnis nggak seru kalo nggak ngalamin jatuh bangun dulu. Karena dengan begitu kita bisa belajar lebih banyak dan pengalaman kita semakin kaya.

Kalo udah ketemu sama hobi dan impian kita masing-masing, saatnya berjuang untuk merealisasikannya. Menurutku setiap manusia harus punya impian, nggak bisa kalo kita hidup sekadar mengikuti mengikuti arus aja bahkan sampe punya pemikiran “gimana nanti” aja. Karena hidup harus punya tujuan dan impian yang jelas biar langkah-langkah yang akan kita ambil kedepannya makin jelas juga. Semakin jelas tujuan dan impian kita, maka semakin jelas juga pengelolaan keuangan kita karena alokasi keuangan kita akan tepat sasaran.

Terakhir, karena hidup yang baik itu adalah hidup yang seimbang dan tidak hanya berlebihan disatu aspek saja, maka diantara hobi dan impian harus diimbangi juga dengan do’a dan rasa syukur atas segala hal yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Menjalani hidup yang sesuai dengan impian kita memang indah banget, tapi seandainya takdir berkata lain, maka kita tetap harus bersyukur akan hal tersebut. Mengelola keuangan dengan baik juga bisa menjadi salah satu usaha untuk bersyukur lho, karena dengan demikian nggak peduli besar kecilnya harta yang kita miliki, kita tetap mempergunakan harta kita dengan sebaik-baiknya.

Indonesian Female Bloggers

Minggu, 09 Desember 2018

WISUDA XIII STT BANDUNG : Gerbang Para Wisudawan Menuju Masa Depan



Bagi seorang mahasiswa yang telah menempuh masa studi dan menjalani serangkaian ujian hingga tugas akhir, wisuda akan selalu menjadi momen yang dinanti. Wisuda akan selalu menjadi momen puncak penuh suka cita. Itulah yang ku saksikan pada Wisuda XIII STT Bandung kemarin, Sabtu 08 Desember 2018 di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung. Raut bangga dan bahagia para orang tua wisudawan atas keberhasilan putra-putri mereka dalam menyelesaikan studinya, pun dengan tawa canda bahagia para wisudawan itu sendiri, masih lekat dalam ingatan bahwa untuk menyelesaikan studi hingga akhir bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui. Akupun turut berbahagia atas Wisuda XIII STT Bandung kemarin, terlebih setelah mengetahui bahwa ternyata ada banyak mahasiswa STT Bandung yang menorehkan prestasi baik di dalam maupun di luar kampus.


Acara dimulai dengan dibukanya Sidang Senat Terbuka Wisuda XIII STT Bandung oleh Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T, kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh wisudawan dan para hadirin. Acara dilanjutkan dengan laporan Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T, beliau menyampaikan bahwa pada wisuda kali ini ada sekitar 183 wisudawan yang terdiri dari 106 wisudawan sarjana Teknik Industri dan 77 wisudawan sarjana Teknik Informatika. Sampai saat ini, STT Bandung telah berhasil meluluskan 1355 wisudawan, tak lupa beliau juga menyampaikan ada banyak prestasi yang diraih oleh para mahasiswa yang saat itu juga menjadi wisudawan. Sementara dari jajaran para staf pengajarnya, saat ini STT Bandung telah memiliki 120 orang staf pengajar, 96% sudah menempuh pendidikan Strata-2 dan 70% akan menempuh pendidikan Doktor. Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T juga menyampaikan bahwa pada tahun 2022 nanti STT Bandung akan Go University agar STT Bandung terus berkembang.


laporan dan sambutan dari Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T

sambutan dari Ketua LPPI, Bapak Dadang Hermawan

pembacaan SK Ketua STT Bandung

Waktu terus bergulir dan serangkaian acara pun telah terlaksana satu persatu, hingga sampai pada acara puncak yakni pelantikan wisudawan. Satu persatu para wisudawan naik ke atas panggung bersamaan dengan ditampilkannya foto dan nama wisudawan pada layar infokus. Tak hanya sampai disitu, setelah prosesi pelantikan wisudawan selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman siapa saja yang berhak mendapat penghargaan sebagai wisudawan terbaik, hal tersebut merupakan wujud apresiasi pihak STT Bandung terhadap para mahasiswanya. Srikanti Astuti, S.T merupakan wisudawan terbaik dari Teknik Industri, dan Iin Indriwati, S.Kom merupakan wisudawan terbaik dari Teknik Informatika. Ada pula penghargaan skripsi terbaik yang diberikan kepada empat wisudawan, yang ini menurutku lain dari yang lain, sejauh ini sepertinya masih jarang ada pihak kampus yang memberikan penghargaan skripsi terbaik terhadap mahasiswanya, tapi STT Bandung sudah melakukannya. Keren!!!

pelantikan wisudawan

pelantikan wisudawan

pemberian penghargaan pada wisudawan berprestasi

Pada rangkaian acara wisuda kali ini, STT Bandung telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak agar dapat terus berkembang. Hal ini dibuktikan dengan adanya penandatangan MoU dengan berbagai pihak seperti Universitas Islam Majapahit, PT Pos Indonesia, Bank Sampah Bersinar, Universitas Nasional PASIM, PT SLU, CMYK, Hungghi Taiwan. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah dari Dr. Cyrille Schwob, APAC, Head of Research and Technology Development at Airbus, yang berkantor di Singapura.

penandatanganan MoU

orasi ilmiah dari Dr. Cyrille Schwob, APAC, Head of Research and Technology Development at Airbus

Rasanya acara wisuda tak lengkap jika tak ada perwakilan mahasiswa yang menyampaikan kesannya selama menempuh pendidikan di kampus tersebut. Maka pada wisuda kali ini, wisudawan bernama Tina Sri Handayani, S.Kom seorang disabilitas yang berhasil meraih banyak prestasi. Tina merupakan wisudawan sarjana Teknik Informatika yang telah berhasil meraih Medali Emas Lari 200 meter, Medali Perak Lompat Jauh, Medali Perunggu Lari 100 meter di Paralimpik Daerah. Hal ini membuktikan bahwa STT Bandung merupakan kampus yang ramah disabilitas dan turut mengembangkan potensi yang dimiliki para mahasiswanya. Setelah itu, penyampaian janji wisudawan oleh Ketua BEM yang diikuti oleh seluruh wisudawan.

perwakilan penyampaian kesan wisudawan

penyampaian janji wisudawan

Sebelum acara ditutup, para wisudawan diminta berdiri dan membalikkan badan menghadap kepada orang tua dan wali seraya diingatkan akan perjuangan orang tua selama ini. Bahwa mereka bisa berdiri sebagai seorang wisudawan kala itu adalah berkat perjuangan dan kerja keras para orang tua. Momen ini menjadi momen yang menyentuh buatku dan para hadirin yang hadir, karena sejujurnya akupun merasa ikut diingatkan akan perjuangan orang tuaku selama ini. Setelah itu, Sidang Senat Terbuka Wisuda XIII STT Bandung resmi ditutup.

Selamat untuk para wisudawan STT Bandung, semoga kalian bisa turut berkontribusi untuk masyarakat dan lingkungan dengan ilmu yang kalian miliki. Jangan berhenti sampai disini dan jangan cepat berpuas diri, raihlah impian kalian dengan terus berusaha dan tetap berdo’a. Momen wisuda ini merupakan bagian dari gerbang awal kalian menuju masa depan. Teruslah belajar baik secara formal maupun informal. Sukses terus untuk STT Bandung yang telah menghasilkan wisudawan berprestasi.

foto bareng teman-teman blogger

Selasa, 12 Juni 2018

Bicara Tentang Rokok, Kemiskinan, Hingga Capaian SDGs


Salah satu dari banyak hal yang paling aku syukuri tentang keluargaku adalah aku dibesarkan dilingkungan keluarga yang bukan perokok. Ayahku sama sekali nggak pernah merokok dan otomatis beliau melarang seluruh anggota keluarganya untuk merokok. Rasanya surga banget ketika berada di rumah karena terbebas dari paparan asap rokok. Tapi aktifitasku nggak bisa melulu ada di rumah, misalnya untuk bekerja yang mengharuskanku berinteraksi dengan lingkungan luar. Sehari-sehari di angkot, halte, jalanan, dan banyak tempat umum lainnya jadi kayak pemandangan biasa menyaksikan ada banyak para perokok dari berbagai kalangan yang merokok seenaknya. Miris sih sebenernya. Dalam hati selalu bertanya-tanya, apa mereka nggak tahu bahaya rokok? Atau, apa nggak sayang ya uangnya dibeliin rokok terus? Dan banyak pertanyaan lainnya.

Kemudian yang lebih bikin miris lagi adalah ketika tau ada banyak keluarga yang berpenghasilan rendah yang anggota keluarga laki-lakinya justru lebih mementingkan membeli rokok daripada membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan makanan bergizi lainnya. Atau berdasarkan cerita dari seorang teman yang berprofesi sebagai guru tentang orangtua siswa yang mampu membeli rokok tapi tidak mampu membelikan anaknya buku pelajaran. Ini udah tingkat pengen marah sih sebenernya pas dengernya. Kalo udah gini, rasanya bertanya-tanya dalam hati aja udah nggak cukup. Apa aku harus menggelar orasi tentang bahaya rokok sama orang-orang? Tapi berjuang sendirian kadang malah nggak dihiraukan, hiks hiks.

Seminggu yang lalu, KBR bagai membawa angin segar buatku. Tepatnya Rabu, 6 Juni 2018 pukul 09.00 – 10.30 WIB dalam Program Ruang Publik KBR menyiarkan serial #RokokHarusMahal Episode ke-4 tentang ‘Kemiskinan, Dampak Rokok Murah, dan Capaian SDGs’. Serial #RokokHarusMahal ini disiarkan di 100 radio jaringan KBR yang tersebar di seluruh Indonesia dan disiarkan secara langsung juga di FB Live Kantor Berita Radio-KBR. Pada episode kali ini diisi oleh Dr. Arum Atmawikarta, MPH (Manager Pilar Pembangunan Sosial Sekretariat SDGs Bappenas) dan Bapak Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), dan juga ada Bapak Jalal dari Koalisi Bersatu melawan kebohongan Industri Rokok. Obrolan ini dipandu oleh Mbak Arin Swandari.


Serial #RokokHarusMahal ini merupakan sebuah kampanye dukungan, harapan, dan dorongan supaya rokok harus mahal. Karena selama harga rokok masih murah maka masyarakat yang berpenghasilan rendah masih tetap bisa membeli rokok tersebut. Apalagi jika rokok masih bisa dibeli eceran, siapapun bisa membelinya termasuk anak-anak. Jadi ingat beberapa hari yang lalu waktu pulang kerja, di angkot ada anak SMP yang merokok seenaknya, dan ternyata sang supir angkot pun merokok, hiks. Dilain hari masih ketika pulang kerja, aku liat ada anak perempuan yang kupastikan usianya dibawah aku, merokok juga sambil boncengan sama temennya yang sama-sama perempuan. Ya Allah.. harus gimana lagi ini..


Nah, kira-kira kalo rokok harus mahal, maka harus seberapa mahalkah harga rokok tersebut? Minimal Rp 50.000 perbungkus, disertai larangan pembelian secara eceran. Tapi kalo bisa lebih mahal lagi sih lebih baik lagi kayaknya. Karena dengan begitu, para masyarakat berpenghasilan rendah bahkan anak-anak akan sulit menjangkau harga rokok tersebut. Mudah-mudahan akan diikuti dengan kesadaran para perokok tersebut untuk tidak merokok lagi kemudian uang yang biasa dibelikan untuk rokok dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

siaran program ruang publik kbr

siaran program ruang publik kbr

Kemudian bicara tentang SDGs, apakah itu? SDGs yang merupakan Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan 17 tujuan yang berkaitan dengan manusia, lingkungan hidup, kesejahteraan, ketahanan pangan, kesehatan, perdamaian, dan kemitraan. SDGs memuat 17 tujuan dan terbagi kedalam 169 target untuk menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih baik. Metode dan cara pelaksanaan SDGs menuntut partisipasi warga misalnya melibatkan masyarakat sipil.


Lalu apa hubungan rokok dengan SDGs? Tentu saja sangat berhubungan. Pengendalian rokok dapat berpengaruh pada empat tujuan SDGs, yaitu tujuan pertama tanpa kemiskinan, tujuan kedua tanpa kelaparan, tujuan ketiga kehidupan sehat dan sejahtera, dan tujuan keempat pendidikan berkualitas. Sebenarnya hampir seluruh tujuan SDGs membutuhkan dukungan yang kuat. Dengan adanya pengendalian rokok ini diharapkan masyarakat berpenghasilan rendah dapat mengalokasikan uangnya untuk kebutuhan yang lebih pokok dalam rumah tangga, atau bisa juga untuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya, bahkan untuk urusan kesehatan juga.

Disisi lain, pengendalian rokok tak hanya cukup dari menaikkan harga rokok saja. Tapi dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Dari pihak pabrik dan pihak-pihak yang bersangkutan, pun kita sebagai masyarakat bisa memulai dari keluarga terlebih dahulu dengan memberi contoh untuk tidak merokok bagi anggota keluarga yang lain, juga melarang dengan tegas jika ada anggota keluarga yang merokok.

Ah rasanya jika bicara tentang rokok memang nggak akan ada habis-habisnya ya. Buat temen-temen yang mau ikutan juga, yuk masih ada kesempatan mengikuti kampanye #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu ini lho. Caranya pantengin terus akun media sosial KBR ya..

Website : kbr.id
Instagram : kbr.id
Twitter : HaloKBR

Pelatihan Literasi Digital untuk Disabilitas Tuli dan Filantropi Pesantren Digital di Rumah Quran Isyaroh

Selama ini, pernahkah terpikirkan oleh kita bagaimana para disabilitas tuli dapat mengaji Al-Quran? Jika bahasa isyarat untuk huruf alfabet ...