Tampilkan postingan dengan label Classmates. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Classmates. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2020

Wisuda XIV Sekolah Tinggi Teknologi Bandung dan Orasi Ilmiah “Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0”


Menikmati dan mensyukuri setiap proses yang kita lalui memang sebuah keharusan, tapi merayakan hasil dari proses yang kita lalui dengan penuh perjuangan juga tak ada salahnya. Katakanlah hal tersebut sebagai bentuk syukur dan apresiasi untuk setiap proses yang berhasil kita lalui. Misalnya saat kita mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Setelah berjuang sedemikian rupa melewati setiap prosesnya hingga tiba hari yang dinantikan setiap mahasiswa diseluruh perguruan tinggi yakni wisuda.

Sabtu, 11 Januari 2020 Sekolah Tinggi Teknologi Bandung menggelar wisuda yang ke XIV. Acara tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.15 WIB di Harris Hotel & Coventions Festival Citylink Jl. Peta No.241 Bojongloa Kaler Kota Bandung. Wisuda ini dipimpin oleh Ketua STT Bandung yakni Muchammad Naseer, S.Kom., M.T. Adapun sambutan dari Ketua Yayasan LPPIB yakni Bapak Dr. Dadang Hermawan, dan Orasi Ilmiah oleh Bapak Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A yang tak lain ialah putra dari Alm. Bapak Prof. Dr. Ing. H. B.J. Habibie.

Pada wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung yang ke-XIV ini jumlah wisudawan berjumlah sekitar 209 orang yang terdiri dari 113 orang wisudawan dari Prodi Teknik Industri, 70 orang wisudawan dari Prodi Teknik Informatika, dan 26 orang wisudawan dari Prodi Desain Komunikasi Visual. Selain itu diumumkan pula wisudawan-wisudawan berprestasi dengan rincian sebagai berikut.

para wisudawan terbaik

Skripsi Terbaik Prodi Teknik Industri :
1. Mahasiswa :  Virgiawan Candra Bhakti, S.T
    Judul : Perancangan dan Pengembangan Hospital Transfer Bed dengan Pendekatan Karakuri
2. Mahasiswa : Indra Rukmana, S.T
    Judul : Optimasi Produksi Dyeing Finishing dengan Metode Integer Linear Programming
3. Mahasiswa : Zaenal Uyun, S.T
 Judul : Perbaikan Produk Meja Belajar Lipat Multifungsi Ergonomis untuk Meningkatkan Motivasi dan Semangat Belajar Menggunakan Metode Kansei Engineering

Wisudawan Terbaik Prodi Teknik Industri :
Mahasiswa : Dheyu Laksmi Wulandari, S.T

Skripsi Terbaik Prodi Teknik Informatika :
1. Mahasiswa :  Deri Hermawan, S.Kom
    Judul : Aplikasi 3D Virtual Reality sebagai Media Bantu Terapi Acrophobia Berbasis Android
2. Mahasiswa : Regina Sukma Citra, S.Kom
   Judul : Klasifikasi Ujaran Kebencian dengan Metode Naive Bayes Classification di Sosial Media Facebook Berbasis Web
3. Mahasiswa : Yasti Aisyah Primianjani, S.Kom
  Judul : Rancang Bangun Sistem Pemutus Aliran Listrik KWh Meter Pascabayar Berbasis Web Menggunakan Mikrokontroler

Wisudawan Terbaik Prodi Teknik Informatika :
Mahasiswa : Muhammad Rizal Mutaqin, S.Kom

Skripsi Terbaik Prodi Desain Komunikasi Visual :
1. Mahasiswa : Andri Setiawan, S.Ds
    Judul : Perancangan Aplikasi Rencana Anggaran Biaya Membangun Rumah
2. Mahasiswa : Bagus Arya Suseno, S.Ds
    Judul : Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Publik dan Peta Wilayah RT 07 RW 08 Baleendah Kab. Bandung
3. Mahasiswa : Luthfi Alfaritzi, S.Ds
   Judul : Perancangan Boardgame Pengenalan Permainan Tradisional Jawa Barat Untuk Anak (usia 8-12 tahun) di Kota Bandung

Wisudawan Terbaik Prodi Desain Komunikasi Visual :
Tiffani Zeta D, S.ds

Para mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Bandung ini memiliki sejumlah prestasi yang patut diacungi jempol. Prestasi-prestasi mereka diantaranya menciptakan aplikasi RWKU dalam rangka membangun desa go digital, sosialisasi dan workshop pemanfaatan teknologi di beberapa wilayah bersama PT INTI Bandung, pelatihan penggunaan mesin pengering kunyit, Juara 2 Ajang Baperthon 2019, Juara 3 Kompetisi Futsal antar perguruan tinggi, Juara 1 Ajang Taekwondo dan Korpaskhas Cup 2019, Juara 3 Lomba Ketahanan Cyber Dirhubad Cup tingkat nasiaonal, Juara 2 Indoneris Nasional, Juara 3 Seminal Nasional Sensitif dan SNPMAS 2019, serta menjadi salah satu dari 10 perguruan tinggi favorit yang diundang pada acara Angklung Days.

Tak terbatas hanya pada wisudawan berprestasi saja, para dosennya pun sudah memenuhi kriteria pemerintah. Dari 170 Dosen, 96% sudah memenuhi kriteria pemerintah yakni memiliki latar pendidikan Strata-2 dengan 10 Dosen Tetap sedang menempuh Prodi Doktor, ada pula yang mendapat beasiswa LPDP, Kemenristekdikti, dan lain-lain. Tak kalah dengan para mahasiswanya, para dosen Sekolah Tinggi Teknologi Bandung ini pun memiliki segudang prestasi misalnya 10 Dosen telah menerima Hibah PDP sebesar Rp 170jt, 3 Dosen telah menerima Hibah DPTM sebesar Rp 160jt, dan prestasi lainnya.

Pada Wisuda ke-XIV ini pihak Sekolah Tinggi Teknologi Bandung telah menandatangani MoU untuk kerjasama yang akan dilakukan dengan beberapa perusahaan besar di Indonesia, diantaranya dengan PT. Dirgantara Indonesia, Jasa Marga, dan Biofarma.

penandatanganan MoU



“Peranan Generasi Muda dalam Penerapan Teknologi dan Inovasi di Era 4.0”
Oleh : Bapak Dr.–Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS)


Bapak Dr.–Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA menyampaikan bahwa ekonomi di masa mendatang harus mengandalkan inovasi. Ada empat hal yang perlu diperhatikan oleh negara manapun di dunia untuk mencapai potensi maksimal untuk masa depan :
1. Berinvestasi ke Human Capital
2. Berinvestasi ke Ilmu Pengetahun & Teknologi (IPTEK)
3. Membina dan mendukung Inovasi & Kewirausahaan
4. Meminimalkan Kemiskinan

Berinvestasi pada human capital dan IPTEK merupakan prasyarat untuk membina dan mendukung inovasi dan kewirausahaan, dengan begitu ketiga hal tersebut akan memberi kontribusi signifikan dan berkesinambungan untuk meminimalkan kemiskinan.

Mata rantai yang menyambungkan kewirausahaan dan teknologi yakni ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Dengan kata lain, inovasi menghubungkan teknologi dan kewirausahaan. Ekonomi di masa mendatang akan dipengaruhi dan dibentuk oleh teknologi, inovasi dan kewirausahaan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan kebutuhan yang timbul dari kelima megatrends ini.

UKM Baru berperan pada Ekonomi Inovasi di Masa Depan :
1. Penyedia Lapangan Pekerjaan
2. Aktor dalam proses Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan
3. Kontributor Substansial terhadap Peningkatan Ekspor, Daya Saing dan Produktivitas
4. Agregator Pemerataan Kesejahteraan
5. Stabilisator dan Pendorong Pertumbuhan

Ekonomi di masa mendatang harus mengandalkan inovasi untuk mempunyai daya saing tinggi. Untuk mencapai hal ini, masyarakat terutama berusia muda perlu aktif di UKM rintisan (Start-Up) yang diberdayakan dengan Teknologi (Informasi & Komunikasi). Proses Inkubasi perusahaan rintisan itu, menghadapi berbagai tantangan, diantara nya perlu SDM unggul (terutama di bidang teknologi), kurang ada nya mentor dan pendanaan (di fase awal). Membentuk SDM adalah kunci, sistem dan proses pendidikan diubah untuk mencapai tujuan. Mengerti dan menguasai rincian dan proses Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan adalah kunci untuk pengembangan negara dan bangsa di masa mendatang.

Long Live Learning“Education is the kinding of a flame, not the filling of vessel”-Socrates
Blogger JA

Senin, 28 Agustus 2017

KKL ke Bali


Awal Agustus lalu tepatnya tanggal 3-5 Agustus 2017 aku pergi KKL ke Bali bareng temen-temen sekelas. Ah ya, sebelumnya aku mau cerita dikiiiit dulu kalo pertengahan 2015 aku lanjut kuliah lagi di Magister Manajemen Universitas Widyatama (dicerita-cerita selanjutnya bakalan aku sebut MM Utama ya), alhamdulillah.. Ntar kapan-kapan aku bakalan cerita lebih banyak tentang kuliah S2 ku ini.

Oke, kenapa harus KKL? Karena KKL ini adalah bagian dari kurikulum yang harus kita ambil semasa kuliah di MM Utama, KKL ini juga jadi salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum kita sidang tesis nanti. Apa itu KKL? Udah pada tau lah yaa kalo KKL itu Kuliah Kerja Lapangan. Nah tapi, KKL aku disini beda sama KKN a.k.a Kuliah Kerja Nyata ala-ala anak S1 yaa.. Kalo jaman dahulu kala pas S1 aku KKN ke desa-desa buat turut memberikan kontribusi positif selama sebulan penuh lamanya, nah kalo KKL yang aku jalani ini lebih ke Kunjungan Industri aja sih.. Makanya cuman 3 hari aja. Soal tempat tujuannya? Jelas beda juga, dulu KKN jaman S1 itu ditentuin sama universitas yang artinya kita harus nerima dengan lapang dada di desa mana kita akan ditempatkan sekaligus gak bisa nawar-nawar sama siapa kita disana karena temen sekelompoknya dari berbagai jurusan berbeda dan gak ada yang saling kenal sama sekali, tapi kalo KKL kali ini tuh perginya bareng-bareng temen sekelas dan tempat tujuannya pun kita yang nentuin, bikin happy lah pokoknya...

Sekarang kenapa tempat tujuan yang kita pilih adalah Bali? Karena mayoritas mahasiswa di kelasku udah pada kerja jadi gak bisa ambil cuti lama-lama, akhirnya kita pilih Bali dengan banyak pertimbangan yang intinya Bali keren banget lah yaa.. Haha.. Oh ya, selain para mahasiswa, ada juga 2 orang dosen yang jadi pendamping kita kesana (padahal udah gede-gede yaa tapi masih aja didampingi, wkwkwk)

Cerita dimulai dari perencanaan kita kesana mau kemana aja, ngapain aja, pake transportasi apa, nginep dimana, tanggal berapa, dll pokoknya mulai dari hal-hal umum sampe hal-hal detailnya. Awalnya kelasku mau ngurusin sendiri segala akomodasinya, mulai dari mesen-mesen tiket, mesen-mesen hotel, ngurus-ngurus perizinan ke tempat tujuan, dll. Tapi yang namanya manusia hanya bisa berencana, karena kebetulan ternyata lagi pada sibuk sama kerjaan di kantor masing-masing, akhirnya kita serahinlah semua itu sama travel agent biar kita bayar dan terima beres aja, hehe..

Tibalah awal Agustus, yang namanya cewek pasti dijamin ribet pada ngobrol mau bawa baju berapa, yang kayak gimana, sampe ke alat mandi aja kita obrolin, haha.. Dan yang cewek-cewek akhirnya berangkat dengan masing-masing dorong 1 koper berukuran sedang dan nenteng tas kecil. Aku? Aku pengecualian lah yaa.. Aku gak bawa koper!! Karena emang aku gak punya koper ukuran kecil trus ribet aja gitu pas ngebayangin harus dorong-dorong koper mana naik angkot pula dari rumah (sampe hari ini belum ada kemajuan juga nih, masih aja takut pake motor ke jalan raya, yang akhirnya bertahan jadi pengguna setia angkot). Akhirnya aku cuman bawa tas ransel aja, sayangnya aku gak sempet foto nih packinganku waktu itu! Pokoknya bayangin aja lah ya aku pake tas ransel biasa yang muat laptop 14”, bukan tas ransel yang buat dipake ke gunung gitu.. Berpikir keraslah aku apa yang bakal dibawa biar gak kekurangan atau kelebihan, sampe aku juga harus nemuin teknik packing yang bener efektif biar semua barang bawaanku mual dalam satu tas ransel itu. Barang bawaanku waktu itu 3 stel baju (baju buat hari kedua, hari ketiga, dan baju tidur) baju yang dimaksud udah termasuk baju blouse/kemeja, celana jeans, sama kerudung yaa, handuk kecil, kaos kaki,  alat-alat mandi, alat-alat kosmetik, tas kecil buat disana (gak mungkin banget kan disana aku gendong-gendong tas ransel), alat tulis sama note kecil, hape, charger, powerbank, alat sholat, tas jinjing cadangan, payung, jaket, sama apalagi ya? Ah lupaa.. Pokoknya barang-barang segitu aku packing dan muat dong jadi 1 tas ransel aja.. Jadi aku gak perlu ribet-ribet lagi bawa beberapa tas, cukup 1 tas ransel aja. Indahnyaa.. wkwk

Hari Pertama...
Tiba hari-H aku berangkat pagi-pagi banget dari rumah dan udah janjian sama temen-temenku buat berangkat bareng ke airportnya. Ya, kita gak pada ke kampus dulu ya, tapi langsung pada janjian di airport aja, lagian kalo ke kampus dulu ngapaiin coba, wkwk.. Nyampe di airport ketemu temen-temen trus nunggu temen-temen yang lainnya sampe kumpul semua dan nunggu . Kira-kira apa coba yang kita lakuin selama nunggu itu? Makan sate, ketan, sama cemilan-cemilan lainnya dooong!! Luar biasa kelas ini!! Haha.. Cuek aja..
ngemil sate sama ketan dulu

Di pesawat mah standar aja lah yaa.. Ngobrol sama temen-temen, ngemil, tidur, ngeliatin keluar jendela dan ketika itu dalam hati aku merenung betapa kecilnya diri kita dan betapa Maha Besarnya Allah SWT yang telah menciptakan seluruh dunia dan segala isinya.
nikmat-Nya yang manakah yang mampu kita dustakan

Nyampe di Bali alhamdulillah.. Ternyata cuacanya gak panas-panas banget waktu itu. setelah urusan bagasi selesai, langsung go pake bis yang udah disediain, eh iya pas nyampe di Bali disambut juga sama tour guide kita selama disana. Dan ternyata Bali udah sama lah ya kayak Bandung. Sama apanya? Macetnya! Walau lebih parah Bandung sih kayaknya, haha.. Yaa secara Bali emang terkenal banget dengan tempat-tempat wisatanya yang indah-indah badai!!
ketika silau dan wajah kusam tapi tetep pengen selfie
heeeii foto dulu yuk.. begitulah kira-kira

Makan siang di bis biar gak ngabisin waktu lama, dan tujuan pertama adalah Pantai Pandawa. Ngelewatin satu-satunya jalan tol di Bali yang desainnya unik banget!! Beda lah pokoknya sama jalan tol yang sehari-hari aku temui di Bandung, wkwk.. dan ternyata emang ada filosofinya sih kenapa jalan tol di Bali itu dibangun demikian. Selain itu, andai waktu itu airnya lagi naik, bakalan keliatan jalan tol yang seakan mengapung di atas laut, keren kan? Dan selama perjalanan itu juga kita diceritain berbagai hal tentang Bali sama tour guidenya.
Sejujurnya di Pantai Pandawa gak banyak yang bisa dilakuin sih selain sekedar foto-foto dan ngeliat keindahan lautan. Karena kita emang ngejar nonton Tari Kecak ke Uluwatu. Kurang lebih jam 4 sore langsung berangkat lagi menuju Uluwatu buat nonton Tari Kecak sambil menikmati sunset, ahay!!
silau ih silau tapi pengen foto di yang ada tulisan pantai pandawanyaa

akhirnya bisa loncat
biar kayak selebgram

Tiba di Uluwatu mengunjungi Pura, foto-foto, terus langsung nyari tempat duduk yang nyaman buat nonton Tari Kecak, sayang banget aku gak dapet tempat duduk yang menghadap langsung ke arah pemandangan lautan dan sunset karena pas kesana udah banyaaak banget orang-orang yang mau nonton juga. Ah ya di gerbang sebelum masuk kita dipinjami sehelai kain dulu buat dipake, kalo yang bajunya udah dibawah lutut cukup pake selendang yang diikatkan dipinggang, kalo bajunya yang masih diatas lutut harus pake kain panjang yang bisa menutup lutut. Pasti ada alasan tersendiri lah ya kenapa harus demikian. Tapi kalo aku pahami dari sudut pandangku sendiri, emang di agama apapun kayaknya harus banget ya kita berpakaian sopan kalo mau ke tempat ibadah.




Seru nonton Tari Kecak gak kerasa hari udah malem aja, langsung go lagi menuju Jimbaran buat makan malam di pinggir pantai. Romantis? Kagak!!! Orang makan malamnya sekelas rame-rame, banyak orang lain juga yang makan disana. Yasudahlah toh ini makan malam biasa yang penting perut kenyang bukan semacam candle light dinner.
Udah gitu berangkat ke hotel, nyampe di hotel ya mandi, bersih-bersih, nyiapin baju buat besok, tidurlah biar besok gak bangun kesiangan.

Hari Kedua...
Yes, alhamdulillah bangun pagi banget, ini jadi kayak kebiasaanku aja sih, kalo di rumah biasanya bangun kesiangan kalo lagi kecapean, tapi kalo lagi jauh dari rumah malah jadi rajin banget bisa bangun pagiii banget walaupun badan kecapean. Langsunglah aku mandi dan siap-siap buat menyambut hari keduaku di Bali ini.. haha.. Jam 7 aku sarapan bareng temen-temenku, jam 8 perjalanan dimulai kembali. Tujuan pertama adalah UC Silver, tempat pembuatan perhiasan perak. Inilah sebenernya tujuan pertama yang jadi Kunjungan Industrinya.





Pas nyampe, aaah Bali bener-bener ya bikin jatuh cinta banget sama desain-desain bangunannya! Apalagi buat aku yang sukaaa banget sama hal-hal yang berbau desain, art, semacam itulah. UC Silver dari luar aja bangunannya bagus bangeet.. Gak nyia-nyiain kesempatan buat foto-foto dong disini.. Di UC Silver ini aku bisa liat proses pembuatan perhiasan perak dari proses awal banget sampe akhirnya jadi sebentuk perhiasan yang harganya mulai dari yang biasa aja sampe yang harganya nggak biasa banget. Selain tempat pembuatannya atau pabriknya, disini juga ada storenya kali aja abis liat-liat prosesnya langsung kepengen beli perhiasannya buat dijadiin oleh-oleh atau lamaran mungkin? Euh baper.
kamu siapa? lah kamu siapa?

menggapaimu

here i am

Dari UC Silver lanjut ke satu cafe yang terletak di perkampungan di Ubud buat makan siang. Takjub sama satu perkampungan itu, karena bersiiih banget gak ada sampah sama sekali, suasananya juga nyaman dan asri, udaranya sejuk, bikin betah lama-lama disana.
anggap saja kami girlband

Lanjut ke Uma Pakel (masih di Ubud), ini tempat pengolahan kopi luwak, dan ada storenya juga barangkali ada yang mau beli kopi luwak asli. Kita bisa nyicipin berbagai macam rasa kopi dan teh yang disediain disana, selain itu? foto-foto dong!! Karena ada satu spot foto kece ala-ala jurang gitu semacam di Jogja dan Bandung.

bukan takut jatuh sih, tapi takut sepatu lepas dan gak bisa diambil lagi

prestasi kami bertiga "bisa loncat dengan sempurna"

Lanjut lagi dooong ke Istana Tampak Siring atau Tirta Empul, waah dipinjami kain lagi nih buat dipake, bedanya kalo kemaren yang di Uluwatu cuman selendang aja, kali ini kain lebar dan bermotif. Disana kita keliling dan liat-liat aja kegiatan apa yang dilakukan masyarakat Bali.

kami masih berusia 17th kok (btw, pinggang aku kemana ya?)


Perut keroncongan dan go kita lanjut ke Restoran Hawaii apa gitu namanya lupa buat makan malam, hmm.. kali ini nggak makan malam pinggir pantai lagi yaa. Selesai makan malam langsung ke Krishna, semacam toserba atau swalayan gitu lah ya yang nyediain berbagai macam oleh-oleh khas Bali, pokoknya lengkap deh disini. Beli apa aku disini? Beli oleh-oleh buat 3 keponakan aja sih di rumah, gak terlalu banyak karenaaa lagi-lagi nggak mau ribet bawa banyak barang bawaan ntar pas pulang.
Terakhir, pulang ke hotel deh.. mandi, bersih-bersih, trus langsung tidur?? Haha kali ini nggak doong.. Kali ini aku sama beberapa temenku malah lanjut main ke Legian, ngapain?? Liat Monumen Bom Bali, dan abaikan apa yang ada disekitar monumen itu ketika tengah malam, hehe.. Nah pulang dari sana baru deh tidur.


Hari Ketiga...
Tetep berhasil bangun pagi-pagi dong, rutinitas pagiku sama lah ya kayak kemaren. Sampe jam 8 langsung go lagi. Ini hari terakhir aku dan temen-temenku di Bali dong, aaa sedihnya.. hiks. Ah ya, rutinitas pagi tadi ditambah packing juga karena pagi ini langsung check out dan gak akan balik lagi ke hotel.
Tujuan Kunjungan Industri kedua adalah Secret Garden Village, salah satu destinasi wisata edukatif di Bali. Jadi, selain Bali punya berbagai pantai yang indah dan destinasi wisata yang menarik, Bali juga punya destinasi wisata edukatif ini. Di Secret Garden Village ini ada mini pabrik produk kecantikan lokal, tau Herborist? Itu lhoo lulur, lotion, facial wash, naah disini tempatnya!, museum beauty, museum kopi, cafe, restoran, dan spot foto 3D, ah ya nggak lupa storenya juga buat belanja oleh-oleh.. Dari pertama liat bangunannya, lagi-lagi menarik perhatianku banget, Secret Garden Village ini punya desain bangunan yang minimalis yang berpadu dengan alam, kayu, dan beton juga sih. Tampak luar udah oke, waktu masuk ke dalem pas nunggu buat keliling-keliling tempat ini, aku nyium wewangian yang bikin nyamaaan banget, agak mikir lama asalnya wewangian itu dari mana ya, oh ternyata kayaknya sih ada aroma teraphy, serius di sini nyaman banget lho tempatnya, bersih banget pula. Tibalah saatnya buat keliling-keliling, kelasku dibagi 2 kelompok, para cewek-cewek a.k.a gadis-gadis abg (umurku kita baru 17th kan? #maksa) ke pabrik beauty, sedangkan para cowok-cowok a.k.a bapak-bapak ke pabrik kopi. Pertama ke museum beauty dulu, dijelasin alat-alat yang dipake buat ngolah bahan-bahan kecantikan, manfaat-manfaat tumbuhan yang berfungsi untuk obat dan kecantikan, sejenak aku flash back ke jaman S1 dulu yang sebagian besar kehidupanku berada di laboratorium, jadi kenal lah ya waktu guide di Secret Garden Village nunjukin lumpang, alu, Piper betle a.k.a Daun Sirih. Trus lanjut ke mini pabriknya, tas nggak boleh dibawa, jadi disimpen di loker yang telah disediakan, trus sebelum masuk pabrik harus pake jas lab lengkap dengan masker, penutup kepala dan penutup kaki juga. Keliling-keliling pabrik liat orang-orang yang kerja di pabrik dan labnya, liat proses pembuatan produknya. Abis itu ke storenya deh, wuiiih lengkap dan menggoda niiih.. Selain ada banyak produk Herborist, ada juga produk lokal yang nggak banyak dijual ke luar kota. Yang menarik perhatianku adalah sabun-sabun bentuk eskrim, cup cake, cake, buah-buahan yang seger-seger banget. 









Sementara temen-temenku sibuk belanja, aku malah sibuk ngevlog hahahaa.. Jujur nggak tau kenapa kalo lagi berangkat bareng banyak orang gini, aku jadi nggak punya hasrat buat belanja lho, padahal kata orang kalo belanja bareng temen itu biasanya kalap ya, eeh aku malah kebalik. Kalo pas lagi jalan-jalan sendiri aja jangan ditanya aku seboros apa (sekarang lagi belajar biar nggak konsumtif lagi kok, serius!!). Abis itu sambil nunggu semua ngumpul, duduk santai dulu sambil menikmati pemandangan diiringi musik khas Bali itu lho apalah namanya aku nggak paham tapi yang pasti bikin nyaman. Sejenak berkhayal andai di Bandung ada tempat kayak gini, pengen banget kerja disituuu, tempatnya asri, sejuk, nyaman, bikin betah, asumsiku tingkat stressnya rendah kali yaa, haha.. Ya Allah.. kabulkanlah do’aku.. Aamiin..

moga aja abis foto begini bisa jadi selebgram



museum kecantikan

sebelum masuk pabrik

abaikan tangan centilku, asli gak nyadar

Udah selesai kemudian lanjutin perjalanan lagi, ditengah perjalanan pada turun dari bis buat makan durian, seru aja sih jadinya.. sekelas makan durian.. Trus lanjut lagi makan siang di Krishna (toko oleh-oleh yang kemarennya aku ceritain, dibagian luarnya ada tempat makannya), sambil belanja lagi sih.. hehe.. Aku jajan pie susu lagi dan beli aksesoris yang kemaren temen sekamarku beli juga (kabita lah ya ceritanya).
Daaan akhirnya tibalah waktunya ke airport.. Perpisahan sama tour guidenya.. Nunggu lagi.. yang ternyata sang pesawat malah delay hampir 2 jam dari jadwal awal, hiks!! Fix telat banget nyampe Bandung ini mah. Dan bener aja, nyampe Bandung sekitar jam 1 atau 2 malem lah pokoknya, syediiih.. Tadinya kalo sesuai rencana nyampe Bandung jam 10 malem aku mau langsung pulang ke rumah aja, tapi nggak jadi deh dan akhirnya nginep di rumah temen dulu. Besok paginya barulah pulang ke rumah.


Seru banget lah ya kalo pergi bareng-bareng temen ituu..  Kapan lagi coba.. Apalagi ini semester akhir kita kuliah in class, selanjutnya beresin tesis masing-masing.. Tentang Bali? Jujur aku jatuh cinta sama desain-desain bangunan di Bali, mulai dari rumah adatnya sampe kantornya pun nggak lepas dari sentuhan khas Balinya. Ditambah pohon-pohon kamboja dengan bunga-bunganya yang jadi cantik banget kalo disana, kenapa cantik? Karena di Bandung pohon kamboja malah jadi agak serem karena biasanya ada di sekitar pemakaman, tapi kalo di Bali di setiap rumah pasti ada. Tapi di Bali banyak banget anjing yaa.. buatku yang takut anjing, tiap ketemu anjing bawaannya jadi deg-degan aja takut anjingnya galak trus ngejar, wkwkwk.. untung nggak kejadian tuh. Tapi Bali keren banget lah, bangga Indonesia punya Bali.

Perjalanan Maya Stolastika Boleng, Lulusan Sastra Inggris yang Menjadi Petani Organik Milenial

Ketika ditanya ‘ingin bekerja dimana setelah lulus kuliah?’, sebagian besar pasti menjawab ingin bekerja di sebuah perusahaan besar, BUMN, m...