Sabtu, 21 Juli 2018

Museum Biofarma, Hadirkan Sejarah Perjalanan Biofarma


Setelah sekian lama berangkat-kerja-pulang-berangkat-kerja-pulang rasanya pengen refreshing, datang ke acara apa gitu ya yang berfaedah. Kemudian dapet kabar ada acara Open House Museum Biofarma yang bertajuk “Membangun Imunitas Berkelanjutan” dan aku semangat banget pengen ikutan acaranya. Ditambah setelah tau bakalan ada edukasi tentang vaksin flu juga, bikin tambah penasaran.

Akhirnya Rabu, 18 Juli 2018 aku berangkat menuju PT. Biofarma (Persero) yang berlokasi di Jalan Pasteur No.28 Bandung. Berdasarkan agenda acaranya dimulai pukul 08.00 WIB dan alhamdulillah sebelum jam 08.00 aku sudah tiba di lokasi. Sesampainya digerbang PT. Biofarma aku bingung acaranya diselenggarakan digedung yang mana, soalnya Biofarma luas banget dan gedungnya juga banyak banget. Untungnya banyak bapak satpam yang sangat ramah yang menunjukkan lokasi gedung tempat diselenggarakannya acara. Tiba diruangan acara yang ternyata ada di lantai 3 sudah ada dua teman dan juga beberapa peserta lainnya, waaah rajin-rajin sekali ya teteh-tetehku ini. Sambil menunggu acara dimulai, peserta disuguhi video sejarah Biofarma dan edukasi vaksin yang dikemas dengan sangat menarik.


Acara dibuka oleh Ibu MC yang sangat ramah. Kemudian sambutan Direktur SDM & Umum yakni Bapak Disril Revolin Putra. Tak lupa penayangan video Safety Prosedure dan Company Profile PT. Biofarma. Sampailah pada sesi Talkshow mengenai Sejarah Imunisasi di Indonesia dan Menjejak Sejarah Museum Medis seperti Museum Stovia, Museum Adhyatma, Museum Kedokteran FK Unair, dan Museum IMERI FKUI. Pada open house kali ini aku baru tau kalo Biofarma memiliki 15 jenis vaksin dengan proses pendistribusian yang sangat memenuhi standar demi terjaganya kualitas produk. Tak lengkap rasanya bila talkshow tak disertai dengan sesi tanya jawab dan diskusi, maka pada acara kali inipun peserta dipersilahkan untuk bertanya atau berdiskusi mengenai materi talkshow maupun Museum Biofarma itu sendiri. Setelah sesi tanya jawab dan diskusi selesai, peserta dipersilahkan untuk menikmati coffee break terlebih dahulu. Acara selesai sampai disitu? Enggak dong. Masih ada edukasi tentang Vaksin Flubio dan seputar penyakit Influenza. Setelah itu barulah peserta diarahkan menuju Museum Biofarma dengan membagi kedalam tiga kelompok. Aku masuk pada kelompok pertama jadinya bisa menjelajahi museum lebih dulu dari yang lain plus lebih lama, hehe.


Museum Biofarma sendiri masih berada di kawasan PT. Biofarma, letaknya berdekatan dengan Mesjid An-Nur Biofarma. Museum Biofarma didirikan untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai sejarah Biofarma dari pertama berdiri hingga saat ini, misalnya bagaimana sejarah terbentuknya Biofarma, siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat, bahkan perkembangan dari segi keilmuannya.



Di Museum Biofarma ditampilkan pula pakaian dan perlengkapan laboratorium yang memenuhi standar, berbagai jenis vaksin yang diproduksi oleh Biofarma, alat-alat yang digunakan di laboratorium, dan yang menarik ada beberapa spesies ular yang berbeda yang sudah diawetkan. Ada juga transformasi logo Biofarma dari masa ke masa, beberapa penghargaan yang diraih oleh Biofarma dan karya-karya CSR oleh Biofarma. Semuanya ditampilkan dalam konsep modern sehingga para pengunjung lebih nyaman saat berada di dalam museum. Plus menurutku konsep Museum Biofarma ini instagramable banget. 





Selain menerapkan konsep yang modern, Museum Biofarma juga menerapkan konsep Interactive Museum misalnya saja ada foto-foto berbentuk pop up card mengenai perkembangan saat sebelum dan sesudah ditemukan vaksin. Jadi, para pengunjung harus membuka kartu tersebut satu persatu. Nggak hanya itu, ada juga 3D proses pembuatan vaksin, video mapping, dan “jendela masa lalu Biofarma”. Secara keseluruhan konsep yang diterapkan di Museum Biofarma ini menarik banget.

pop up card



Gimana? Penasaran banget kan sama Museum Biofarma ini? Tapi untuk saat ini Museum Biofarma belum terbuka untuk masyarakat umum secara pribadi, kalo dari instansi misalnya untuk kegiatan kunjungan mahasiswa sudah bisa. Tapi tenang aja, kedepannya Museum Biofarma akan dapat terbuka untuk umum secara pribadi kok. Dengan harapan Museum Biofarma dapat dinikmati oleh pengunjung dari berbagai usia, jadi kita tunggu aja ya. Waktu kunjungan museum setiap hari Rabu dan Kamis pukul 09.00 – 11.30 WIB. Gimana caranya kalo mau ke Museum Biofarma? Mudah kok, cukup reservasi di http://www.biofarma.co.id/tour-de-museum/

Sekilas Tentang Vaksin Flubio Biofarma

Selain open house museum, pada acara kali ini ada pula edukasi mengenai vaksin flubio dan penyakit influenza yang sayang banget kalo nggak aku ceritain juga.

Selama ini kalo kena influenza biasanya dianggap sepele, masih banyak yang beranggapan dalam waktu 2-3 hari sampai seminggu kemudian juga sembuh tanpa penanganan apapun. Padahal walau hanya influenza, tapi sebenernya bisa menghambat berbagai aktifitas kita sehari-hari. Influenza merupakan penyakit pada sistem pernafasan yang disebabkan oleh virus influenza. Influenza perlu diwaspadai juga karena influenza merupakan penyakit yang mudah menular (misalnya melalui droplet yang dikeluarkan penderita seperti bersin, melalui udara, kontak fisik dengan penderita seperti jabat tangan), dapat menurunkan produktivitas kerja dan belajar, biaya pengobatan yang tinggi, virus influenza sangat mudah dan cepat bermutasi, dan dapat menyebabkan komplikasi dan kematian. Haduh serem juga ya..


Siapa saja yang rentan terhadap influenza? yaitu diantaranya ibu hamil, anak-anak, orang tua diatas usia 65 tahun, orang dengan penyakit kronis (misalnya asma, diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru obstruktif kronis, sistem imun lemah), pekerja kesehatan, dan wisatawan internasional termasuk haji dan umroh. Nah maka dari itu, diperlukan vaksinasi untuk mencegah penyakit influenza. Mengapa diperlukan vaksinasi di indonesia? Ada beberapa alasan, diantaranya :

  1. Cuaca dan iklim yang memungkinkan tingginya resiko terkena influenza sepanjang tahun
  2. Tingginya angka kependudukan di indonesia meningkatkan resiko penyebaran infuenza melalui interaksi sehari-hari
  3. Mayoritas penduduk indonesia adalah muslim yang sering pergi umroh dan haji
  4. Biaya vaksinasi lebih murah dibandingkan biaya pengobatan selama satu tahun
  5. Vaksinasi influenza dapat menurunkan insiden dan beban penyakit influenza

Sebenarnya vaksin flu sangat dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki aktifitas yang padat, misalnya wartawan atau profesi lain yang memang kesibukannya juga nggak kalah padat. Tapi untuk kita yang punya aktifitas nggak sepadat mereka juga nggak apa-apa kok kalo mau divaksin. Kan lebih baik mencegah daripada mengobati. Biofarma memiliki produk vaksin flu bernama vaksin Flubio. Vaksin Flubio dianjurkan dilakukan setahun sekali dan dapat diberikan pada usia mulai 6 bulan. Vaksin flu ini juga dapat digunakan untuk orang yang akan berangkat haji atau umroh selain vaksin meningitis. Harga Vaksin Flubio di Biofarma ini sekitar Rp 200.000 aja, cukup murah jika harus dibandingkan dengan saat kita terkena flu kemudian hanya berobat ke dokter yang biayanya sekarang justru lebih mahal. Belum lagi kalo harus bed rest, ada banyak kerugian yang kita alami, misalnya untuk para pelajar bisa ketinggalan pelajaran, sedangkan untuk para pekerja bahkan bisa sampai potong gaji sementara pekerjaan semakin menumpuk setelah sembuh nanti.

kartu vaksin flu

Setelah berkunjung ke museum, kemudian tau lebih banyak mengenai vaksin flubio dan bahaya penyakit influenza, rasanya nggak lengkap dong kalo udah jauh-jauh datang ke Biofarma tapi nggak ikutan divaksin juga. Alhasil aku dan teman-teman beramai-ramai divaksin flubio. Ini pertama kalinya aku divaksin flubio. Gimana rasanya divaksin? Sakit? Jangan takut, nggak sakit kok!! Masih lebih sakit dikhianati daripada divaksin. #eh

Rabu, 11 Juli 2018

My Lipstick Collections (Versi 2018)


Akhirnya setelah posting segambreng skincare dan seperangkat alat make up, kali ini sampailah pada serangkaian lipstik yang aku punya. Ada nggak sih cewek yang cuma punya satu lipstik aja? Mungkin ada, tapi cuma satu dari seribu kayaknya ya. Selebihnya? Pasti punya lebiiih dari satu lipstik. Ya gimana dong, namanya sih tetep lipstik, kegunaannya juga tetep sebagai pemulas bibir, tapi tekstur dan warnanya itu lho yang bikin menggoda. Ada yang teksturnya creamy, matte, moist, metalic, dan sebagainya. Warna jangan ditanya, mejikuhibiniu plus nude, bold, dan lain-lain. Aku juga sama sih, niat awalnya cuma mau punya satu lipstik aja, eh lama-lama lapar mata pengen berbagai warna. Menurutku ini udah banyak, sengaja direm biar nggak nambah lagi, wkwk.

Sementara ini aku review seadanya dulu aja kali ya, lagi dikejar deadline lain tapi tetep pengen posting ini soalnya. Next bakalan aku update lagi ingredientsnya.

1. Zoya Lip Paint (shade Magic Purple)

Ini lipstik Zoya pertama yang aku punya. Nggak beli dong, tapi dapet dari goodie bagnya event beauty class Zoya Cosmetics. Pertama kali nyoba emang ini warnanya bold, warna ungu tapi ungunya bagus banget asli. Teksturnya juga agak cair jadi lebih mudah diratakan dan yang pasti nggak bikin bibir kering juga nggak bikin bibir kerasa tebel. Pertama kali suka banget sama lipstik bold ya sama Zoya Lip Paint Magic Purple ini.

2. Zoya Lip Paint (shade Mocha Mouse)

Setelah punya yang shade Magic Purple kemudian mulai lirik-lirik warna lain. Karena lagi bosen banget sama warna pink mauve akhirnya pilihanku jatuh pada Zoya Lip Paint shade Mocha Mouse ini. Beberapa beauty blogger bilang ini warnanya mirip warna lipstik nudenya Kylie atau siapalah ku tak hafal-hafal banget, dan ini termasuk warna nude yang jarang banget brand lokal punya. Waaaah jadi kesimpulannya, warna-warna Zoya Lip Paint ini emang juara semua. Sejujurnya aku agak ngelirik yang warna merah sih, tapi sementara direm dulu biar nggak terlalu kebanyakan lipstik, haha. Oh ya, soal pigmented atau nggak, shade Mocha Mouse ini pigmented banget dong meskipun dia termasuk warna nude. Kamu harus coba!

3. Purbasari Matte Lipstick (shade 86 Topaz)

Ini rekomendasi dari temenku, warna merah bata yang bagus banget buat warna kulitku. Lipstik yang udah ada dari dulu banget tapi hatiku baru tergerak sekarang buat nyobain. Sebelum nyobain agak ragu, pas udah dicobain eh iya dong warnanya bagus banget. Murah pula harganya. Teksturnya emang kering banget sih, tapi di aku oke-oke aja sih.

4. Maybelline The Powder Mattes (shade Touch of Nude)

Ini belinya barengan primer dan BB cream yang aku punya. Namanya matte tapi masih agak creamy dan transfer juga, eh tapi lama-lama ini jadi matte beneran sih di bibirku. Setauku ada dua warna best seller yaitu Touch of Nude ini dan Toasted Brown. Toasted Brown warnanya agak coklat nude gitu kalo aku lihat. Aku pikir buat bikin warna kayak gitu bisa aku mix yang Purbasari shade Topaz dengan Zoya Mocha Mouse walau nggak akan mirip-mirip banget, jadi akhirnya aku beli yang shade Touch of Nude aja yang warnanya pink lembut tapi bukan warna mauve banget. Pokoknya warnanya bagus deh.

5. Nivea Strawberry Shine Lip Balm

Ini sih bukan lipstik ya, ini lip balm. Aku beli ini buat ngerawat bibir biar nggak kering karena keseringan terpapar lipstik matte. Awalnya pengen beli Laneige Lip Mask atau Vaseline Rosy Lip Therapy tapi males belanja online karena kedua produk itu nggak ada di store offline deket rumahku. Akhirnya beli Nivea ini deh. Sebenernya masih kerasa tebel banget sih waktu dipake, tapi lumayan lah buat ngelembabin bibir.

Nah dibawah ini warna-warnanya, cantik-cantik kan.. Oke, sekian deh postingan penting nggak pentingku kali ini, wkwk..

Selasa, 10 Juli 2018

Atasi Jerawat dengan H2 Health & Happiness Pure Skin


Menjelang Idul Fitri bulan lalu wajahku ditumbuhi jerawat yang ukurannya cukup besar-besar padahal selama ini udah jarang banget jerawatan. Kayaknya sih aku jerawatan karena aku nggak cocok sama salah satu produk skincare yang aku coba, hiks sedihnya. Bingung lah aku harus ngobatin jerawat ini pake apa secara udah nggak punya produk pembasmi jerawat. Akhirnya aku tungguin dulu sampe beberapa hari berharap sang jerawat kempes dengan sendirinya. Mudah-mudahan aja jerawat ini sama kayak jerawat yang muncul tiap kali aku datang bulan yang nantinya bisa kempes sendiri tanpa harus diobati. Eh tapi ternyata kali ini jerawatnya nggak mau kempes juga, malah ada jerawat baru yang mulai muncul.

Beruntung aku dapet kesempatan nyobain H2 Health & Happines Pure Skin dari Yukcoba.in. Produk ini merupakan suplemen untuk membantu memelihara kesehatan kulit khususnya mengatasi jerawat. Suplemen ini diproduksi oleh PT. Kalbe Farma, Tbk. Siapa yang nggak kenal PT. Kalbe Farma, Tbk? Pasti udah pada tau dong!


Produk ini dikemas dalam botol plastik khas botol obat yang didominasi warna putih dengan sentuhan warna hijau dan pink, dilengkapi pula dengan dus dengan warna senada, anggun banget kan. Yang bikin kemasannya tambah lebih meyakinkan yaitu terdapat segel baik pada dus maupun botol. Bikin tambah yakin kalo kaplet didalamnya super aman dan jauh dari kontaminasi.


Kapletnya berwarna pink muda dengan ukuran yang cukup besar. Tapi walaupun ukuran kapletnya besar, aku masih sukses menelannya dengan sempurna hehehe. Oh ya, kaplet ini nggak ada rasanya sama sekali. Jadi buat kalian yang pengen mengkonsumsi suplemen untuk kesehatan kulit tapi nggak suka obat-obatan yang rasanya pahit, suplemen ini bisa kalian coba karena nggak ada rasanya sama sekali. Dalam satu botol berisi 30 kaplet dengan anjuran konsumsi 1 kaplet perhari. Jadi kalo dikonsumsi rutin 1 kaplet perhari, satu botol akan habis kurang lebih dalam waktu satu bulan.

Untuk komposisinya sendiri, suplemen ini mengandung bahan-bahan berikut ini :
  1. Astaxanthin, OPC (dari grape seed) dan Horsetail bekerja sebagai antioksidan
  2. Vitamin C dan Vitamin E untuk memelihara kesehatan kulit
  3. Produk ini juga mengandung Zinc dan Vitamin A
  4. Terdapat pula Certolake Ponceau 4R, Coffee Brown sebagai bahan tambahan


Aku mengkonsumsi suplemen ini sesuai dengan anjuran yang diberikan pihak produsen yaitu 1 kali sehari 1 kaplet salut selaput. Aku mengkonsumsinya malam hari menjelang tidur. Sementara untuk penyimpanannya simpan dibawah suhu 30◦C.

Minggu pertama aku mengkonsumsi produk ini ternyata langsung menunjukkan hasil karena jerawatku mulai membaik. Kulit wajah juga terasa lebih lembut dari sebelumnya. Seneng banget!!! Sekarang hampir mau sebulan aku mengkonsumsi produk ini, seneng banget kulit wajahku makin membaik dan jerawat yang dulu gede-gede udah bener-bener kempes dan tinggal bekasnya aja. Sekarang juga udah nggak ada jerawat yang tumbuh gede-gede lagi. Kecuali kalo jerawat yang muncul saat datang bulan sih itu lain cerita ya, ditambah tipe kulitku yang juga berminyak.

Menurutku, kalo suplemen ini dikonsumsi secara rutin akan memberikan hasil nyata buat kesehatan kulit. Buat kalian yang punya masalah kulit berjerawat bisa dicoba H2 Health & Happines Pure Skin ini. Atau buat kalian yang pengen ngerawat kulit biar makin sehat bisa juga cobain produk ini atau varian lainnya dari H2 Health & Happines ini karena ternyata produk H2 Health & Happines ini ada beberapa varian.

Repurchase? Maybe yes!!! Sekaligus penasaran sama varian lain dari H2 Health & Happines ini, hehe.

Senin, 09 Juli 2018

My Daily Make Up (Versi 2018)


Setelah postingan dunia per-skincare-an, sekarang mari beranjak ke dunia per-make up-an. Keliatan ribet nggak sih? Abis skincare pagi-malem-mingguan, eh sekarang ditambahin make up dengan segala keanekaragamannya. Kalo dilihat dari sudut pandang para perempuan sih, kita mah seneng-seneng aja ya sama yang beginian (malah kayaknya lebih berfaedah ngomongin skincare sama make up daripada ngomongin orang, wkwk). Ya asalkan kita tau batasan-batasannya aja sih, misalnya jangan sampe ngehambur-hamburin uang cuma demi beli berbagai macam skincare, make up, bahkan toolsnya juga. Sewajarnya aja, baik dari segi kebutuhan maupun jumlah rupiah yang dikeluarkan. Beli produk yang emang kita butuhkan, dan pilih produk yang kualitasnya sangat baik tapi harganya terjangkau. Oh iya satu lagi, beli produk yang cocok sama jenis kulit kita ya.

Oke, aku mulai share make up apa aja yang aku gunakan saat ini ya. Pagi siang sore malem nggak ada bedanya sih, aku pake make up ya itu-itu aja hahaha.

1. Primer

Belum ada satu bulan aku pake primer sih sebenernya, ini juga rekomendasi dari temen aku. Untuk primer yang aku gunakan saat ini yaitu Maybelline Baby Skin Instant Pink Transformer SPF 35 PA+++. Katanya sih harusnya untuk kulit berminyak pake yang warna ijo, tapi kebetulan banget di storenya cuma ada yang pink aja. Tapi aku cocok-cocok aja sih pake yang pink ini. Produk ini klaimnya kalo dipake secara teratur bisa membuat kulit wajah lebih cerah. Coba ya nanti suatu saat kita buktikan. Oh ya, primer ini ada wangi parfumnya sih sebenernya, pertama deg-degan takut wanginya ganggu ketika digunakan, tapi ternyata wanginya seakan menghilang ketika digunakan.

2. BB Cream

Ini juga sama, belum sebulan ini aku pake BB Cream. Sebelumnya nggak pernah tahan pake sejenis BB Cream bahkan foundation karena tiap kali nyobain rasanya berat banget diwajah. Tapi beberapa minggu yang lalu penasaran sama BB Cream dan kupilihlah Maybelline Super BB Cream Fresh Matte dengan shade No.02 Natural karena berdasarkan review para beauty vlogger BB Cream ini bagus banget. Setelah dicoba ternyata emang iya bagus banget. Kesan pertama dikulitku BB Creamnya memberikan sensasi sejuk dikulit, terus ringan banget nggak ada kerasa berat sama sekali, aku kayak nggak lagi pake BB Cream aja rasanya. BB Cream ini juga ada wangi parfumnya, tapi sama persis kayak primernya, ketika digunakan wanginya kayak ngilang aja gitu.

3. Loose Powder

Ini opsional aja sih, kadang aku pake kadang nggak tergantung sebelumnya aku pake produk apa. Kalo sebelumnya aku pake BB Cream, aku nggak akan pake loose powder ini. Tapi kalo sebelumnya aku nggak pake BB Cream, aku bakalan pake loose powder ini baru kemudian compact powder. Kenapa aku pakenya kayak gitu? Karena kalo aku pake semua rasanya wajahku palsu banget dempulan semua, wkwk. Loose powder yang aku gunakan yaitu Marcks yang shade pink. Aku pilih shade pink karena dulu banget aku pernah pake bedak Marcks yang shade pink juga, dan wanginya nggak senyegrak yang shade cream. Eh tapi ternyata sekarang wanginya sama aja dong kayak yang cream, sama-sama nyegrak. Hiks.. Makanya aku pake loose powder ini seperlunya aja.

4. Compact Powder

Sebenernya meskipun tipe kulitku berminyak aku lebih suka bedak two way cake karena lebih mengcover berbagai macam dosa diwajah. Tapi karena aku dapetin compact powder ini free dari sebuah acara yang aku ikuti, jadi ya pake aja yang ada dulu daripada mubazir, iya kan? Aku pake compact powder Marcks yang shade Natural Beige. Ini kemasannya lebih simpel dari yang loose powder dong pastinya, selain bentuk bedaknya yang padat, kemasannya juga udah dilengkapi cermin dan sponsnya juga (meskipun spons aslinya aku pake buat yang loose powder karena terlalu tipis sedangkan buat compact powder ini aku ganti beli yang baru yang lebih nyaman digunakan).

5. Eyebrow Pencil

Pertama kalinya berani pake pensil alis yaitu setelah ikutan event beauty class yang diselenggarakan Zoya di PVJ Bandung. Tapi jangan tanya ukiran alisku kayak apa ya karena aku cuma ngikutin bentuk asli alisku dan bisa dibilang ini cuma buat mempertegas warna alisku aja sih. Lagian aku nggak pake acara kerik alis dan sejenisnya, kagak boleh kan. Pensil alis yang aku gunakan yaitu Zoya Cosmetics Professional Eyebrow Pencil shade Brown. Jatuh cinta banget sama warna coklatnya yang cantik dan teksturnya yang pas banget. Love love deh pokoknya.

6. Eye Shadow (Optional : Cuma ke acara tertentu aja)

Aku punya eye shadow tapi jarang banget aku pake. Jadi aku cuma pake ke kondangan aja sih, kalo sehari-hari males banget. Alhasil aku beli aja yang murah tapi ini teksturnya cocok banget buat tipe kulitku yang super berminyak karena teksturnya krim.  Warnanya juga aku pilih yang umum aja, warna coklat biar masuk ke dandanan dan warna baju apapun. Eye shadow yang aku punya yaitu merek Viva. Aku pernah review eye shadow ini disini.

7. Mascara

Kalo udah ngalis, nggak lengkap dong kalo nggak pake maskara. Biar bulu matanya cantikan dikit aku pake maskara juga. Aku pilih jenis maskara yang waterproof tapi mudah dibersihkan pake make up remover ataupun cleanser, biar nggak sampe sakit aja sih pas bersihinnya. Aku pake maskara Pixy Volumizing Waterproof Mascara. Beli ini iseng waktu di beauty expo disalah satu mall di Bandung dengan harga diskon yang nggak bisa aku tolak, haha. Next sebenernya pengen nyobain maskara dari merek Pixy juga yang base coat sama top coatnya terpisah itu, atau pengen nyobain Maybelline sih. Tapi ya gimana ntar deh, sekarang abisin dulu aja yang ini.

8. Blush On

Dulu nggak bisa banget pake blush on, jatuhnya kayak mau ngelenong aja karena nggak bingung gimana cara pake yang bener sekaligus nggak pede juga. Waktu awal mulai belajar dandan baru deh beraniin coba pake blush on. Awalnya pake Viva tapi ternyata terlalu powdery, kemudian iseng beli blush on merek Zoya karena lagi suka sama merek satu ini dan yang bikin tambah suka ternyata blush on ini free paraben. Aku pilih warna coral karena di storenya kebetulan cuma ada warna itu, eh tapi ternyata warnanya cantik banget, asli! Teksturnya juga nggak terlalu powdery dan kemasannya kokoh banget.

9. Lipstick
Nah lho ada yang nyadar nggak kenapa dipostingan daily make up ku ini nggak ada lipstiknya? Haha. Jadi, aku punya beberapa lipstik dengan warna dan merek berbeda walaupun nggak banyak. Yaa.. cewek gitu kan ya, mana ada yang cuma punya satu lipstik aja, iyakan? Dan  akhirnya aku putuskan buat bikin postingan terpisah tentang koleksi lipstikku. Tungguin aja ya..

10. Face Mist

Ini baru banget aku pake face mist. Dulu ngerasa nggak perlu banget pake face mist kayak gini. Tapi lama-lama kutergoda juga, wkwk. Rasanya emang lebih seger sih waktu abis pake face mist, dan make up pun jadi lebih menyatu dengan kulit. Aku pake face mist dari Natur E Daily Nourishing Face Mist. Wanginya kalem banget, dan saat disemprotkan kewajah, butiran airnya berukuran sedang sih menurutku, nggak terlalu halus juga nggak terlalu gede-gede, masih bisa dimaafkan lah.

11. Blotting Powder

Sebenernya produk ini udah ada dari lama ternyata ya, cuma akunya aja yang baru tau akhir-akhir ini. Waktu pertama tau juga pas dateng ke beauty expo di salah satu mall di Bandung itu. Blotting Powder dari Zoya Cosmetics ini merupakan bedak transparan yang fungsinya untuk menyerap minyak berlebih diwajah tanpa menghapus make up. Blotting powder ini yang lebih sering aku bawa kemana-mana ketimbang bawa bedak yang aku punya karena simpel dan praktisnya itu lho, juara!! Aku lebih suka blotting powder ini daripada kertas minyak. Lengkapnya baca disini ya.

Jumat, 06 Juli 2018

My Weekly Skincare Routine (Versi 2018)


Setelah sharing tentang morning skincare dan night skincare yang aku gunakan, sekarang aku mau sharing juga weekly skincare routine nya. Karena ada beberapa produk yang emang nggak bisa digunakan setiap hari. Biasanya hanya bisa digunakan 1-2 kali seminggu. Aku biasa pake weekly skincare ini pas weekend lagi nyantei dirumah sih, itung-itung “me time” lah ya setelah weekdaynya sibuk banting tulang, wkwk (sibuk gitu???). Kuy ah baca sampe abis ya..

1. Exfoliator



Tahapan eksfoliasi dalam weekly skincare routine itu sangat penting karena manfaat eksfoliasi banyak banget. Misalnya membantu mengangkat komedo dan sel-sel kulit mati, bikin kulit wajah jadi lebih halus dan segar, dan membantu kerja skincare lainnya jadi lebih optimal. Saat ini aku pake dua produk eksfoliasi. Pertama aku pake Himalaya Gentle Exfoliating Daily Face Wash. Ini agak bingung sih sebenernya apakah produk ini dikategorikan sebagai eksfoliator atau facial wash. Tapi karena produk ini mengandung butiran-butiran scrub (yang katanya kalo scrub nggak boleh dipake tiap hari) jadi aku fungsikan ini sebagai eksfoliator aja. Butiran scrubnya emang kasar sih tapi untungnya sampe saat ini produk ini nggak bikin reaksi aneh-aneh dikulit wajahku. Malah bisa dibilang produk ini ampuh ngangkat komedo dihidungku dan bikin kulit wajahku jadi lembab juga, ya walaupun setelah pake ini kulit jadi agak ketarik sih tapi nggak parah kok. Aku pake produk ini kurang lebih tiga hari sekali walaupun dikemasan produknya tertera bisa digunakan tiap hari. Kedua, aku pake The Ordinary AHA BHA. Satu merek dengan serum yang aku punya jadi harapanku mudah-mudahan eksfoliator dan serum yang aku gunakan bisa saling bantu membantu biar bisa bekerja lebih maksimal (wkwk bantu membantu). Warna produk ini merah kayak darah dan hanya boleh digunakan tiap 4 hari sekali dengan waktu maksimal 10 menit tiap kali pake, nggak boleh lebih. Reaksinya pas pake produk ini ada sensasi cekit-cekit gitu dikulit. Tapi besok-besoknya abis pake ini kulit wajahku jauh lebih lembut dan minyak diwajah jadi lebih berkurang. Ini juga aku beli yang share in jar nya karena baru pertama kali nyobain. Kemasan share in jar ini berat isinya sekitar 5ml aja dan ini awet banget karena cuma dipake 4 hari sekali aja.

2. Pore Strip

Pore strip ini fungsinya buat ngangkat komedo. Ini sebenernya aku iseng beli di Guardian waktu ada promo +1000 dapat 2, lumayan kaaan. Dan pas aku cobain ternyata cocok juga dan ampuh ngangkat komedo dihidungku. Ada tahapan biar produk ini bisa bekerja secara optimal, yaitu pertama aku pake cleanser dulu, kemudian eksfoliator buat ngangkat sel-sel kulit mati, selanjutnya facial wash, dan toner, barulah kemudian aku pakai pore strip ini. Cara pemakaian pore strip ini bener-bener ikutin anjuran dari pihak pabriknya ya. Aku pake pore strip ini pas dihidung lagi bener-bener banyak komedo membandel aja sih, jadi nggak terlalu sering juga.

3. Mask



Biasanya aku males banget pake masker dan sering lupa juga. Tapi kali ini aku semangat banget kalo pake masker ini. Mungkin karena manfaatnya yang luar biasa nyata dan juga harganya yang mahal, wkwk. Jadi kalo nggak kepake bahkan sampe keburu kadaluarsa rasanya sayang banget, wkwk. Ada dua jenis masker yang aku punya, yaitu yang pertama Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask dan yang kedua Aztec Secret Indian Healing Clay yang dicampur sama Bragg ACV. Aku seneng banget sama masker jenis clay mask, haha. Dan lagi-lagi ini bukan kemasan full sizenya. Innisfree aku dapetin dari welcome kit pas aku daftar jadi member Innisfree, jadi ini semacam sample kit. Sedangkan Aztec aku beli kemasan share in jar nya dengan berat sekitar 50gr. Nah kalo Bragg ACV ini aku beli kemasan full sebotol ukuran 473ml karena selain buat campuran masker, aku konsumsi Bragg ACV juga yang dicampur sama raw honey. Next juga aku pengen nyobain bikin toner dari cuka apel ini, katanya sih bagus. Oh ya, sedikit ngomongin Bragg ACV, dibeberapa orang katanya rasa dan baunya nggak enak, tapi kalo di aku enak-enak aja wkwk, lebih enak nyium baunya Bragg ACV daripada nyium bau skincare atau kosmetik berparfum atau beralkohol tinggi. Kembali ngomongin masker, kalo dari segi kepraktisan, pasti lebih praktis Innisfree karena bisa tinggal langsung oles-oles aja, sedangkan Aztec lebih ribet karena bentuknya serbuk dan harus dicampur sama Bragg ACV dulu. Dari segi harga? Mahal cyiin dua-duanya (hiks hiks kuharus nabung dulu buat beli mereka semua). Innisfree maupun Aztec ini berfungsi buat mengatasi jerawat, komedo, bruntusan, pori-pori besar, dan sebagainya pokoknya masalah-masalah tipe kulit berminyak.

Itu aja sih weekly skincare yang aku gunakan saat ini. Jangan takut sama efek para skincare ini, karena yang pasti pakailah dengan telaten biar hasilnya maksimal, iye kan.

Rabu, 04 Juli 2018

My Night Skincare Routine (Versi 2018)


Setelah sebelumnya aku posting tentang morning skincare routine, sekarang aku mau posting tentang night skincare routine. Buat yang udah baca postinganku sebelumnya tentang morning skincare routine, pasti udah paham dong ya kenapa ada ‘Versi 2018’ nya wkwk. Yang belum paham? Kuy baca postinganku sebelumnya yaa..

Langsung mulai aja deh ya, ini dia night skincare versi 2018-ku :

1. Cleanser

Cleanser aku gunakan begitu aku nyampe rumah sehabis pulang kerja. Kebayang dong ya diwajah ada sisa-sisa make up, minyak (karena tipe kulitku berminyak), keringat, plus debu dan polusi. Rasanya kulit wajahku bisa kembali bernapas lega setelah aku menggunakan cleanser. Cleanser yang aku gunakan yaitu Viva Milk Cleanser Bengkuang. Ini udah aku pake dari dulu saat pertama aku mulai melek skincare. Kenapa masih setia pake Viva ini karena selain harganya murah, isinya banyak, dan nggak bikin kulit wajahku perih. Daya angkatnya juga lumayan patut diacungi jempol. Cek selengkapnya disini ya.

2. Facial Wash

Tahap selanjutnya aku pake facial wash biar wajah makin bersih dan seger. Facial wash yang aku gunakan masih Himalaya Purifying Neem Face Wash yang aku gunakan dipagi harinya. Aku suka banget sama wangi herbalnya Himalaya ini, mungkin sebagian orang ngerasa nggak cocok sama wanginya, tapi kalo aku pribadi justru malah suka sama wangi-wangi herbal kayak gini. Oh iya, facial wash ini bentuknya gel dan busanya sedikiiit banget, makin tambah suka deh.

3. Toner

Tahap membersihkan wajah belum lengkap rasanya kalo belum pake toner juga. Oh ya, aku pake toner ini dua kali dalam tahapan night skincare. Pertama pas sore setelah aku pake cleanser dan facial wash pas begitu pulang kerja (eh tapi kalo aku pulang kemaleman sih ya pake tonernya sekali aja). Kedua aku pake toner ini pas malem sebelum aku pake tahapan night skincare lainnya sebelum tidur. Sesering apapun aku pake toner ini rasanya nyaman-nyaman aja sih diwajahku, hehe.

4. Serum

Abis pake toner aku langsung pake serum. Serum yang lagi aku pake sekarang ada dua macam tapi masih satu brand yaitu The Ordinary. Varian serum The Ordinary yang aku punya yaitu yang Niacinamide dan Alpha Arbutin. Tapi aku nggak pake langsung dua-duanya, gantian aja sih selang seling gitu. Oh iya, kemasan aslinya nggak gini sih sebenernya. Ini aku beli yang share in jar nya dulu dengan berat isi 5ml karena baru pertama kali banget pake serum The Ordinary ini. Jadi kalo cocok ya aku bisa beli kemasan full size nantinya, dan kalo nggak cocok aku nggak rugi-rugi amat lah karena harganya juga nggak semahal kemasan full sizenya. Dan hasilnya? Aku cocok sama yang varian Alpha Arbutin, jadi next kemungkinan aku bakal beli yang varian Alpha Arbutin ini. The Ordinary Alpha Arbutin ini kalo aku pake malemnya, besok paginya jerawat diwajahku langsung kempes tinggal dipletekin, noda bekas jerawat gampang banget pudarnya, terus bikin kulit wajah jadi lembab dan cerah juga. Walaupun varian ini nggak begitu ngontrol minyak diwajahku sih, tapi nggak apa-apa juga. Sementara yang varian Niacinamidenya malah bikin kulit wajahku kayak kering ketarik gitu tapi jerawat malah nggak kempes sama sekali.

5. Night Cream

Nah ini nih tahapan yang sama-sama penting tapi kadang aku suka lupa pakenya, wkwk. Night cream yang aku gunakan sekarang yaitu Innisfree Orchid Enriched Cream. Night cream ini dapat berfungsi melawan penuaan dini juga. Sebenernya nggak niat milih night cream Innisfree ini secara khusus sih. Produk ini aku dapetin dari welcome kit nya Innisfree waktu aku daftar member Innisfree. Tapi setelah dicobain ternyata cocok juga sama kulitku.

6. Sleeping Mask

Akakakakak ngarang nggak sih aku fungsiin aloe vera Innisfree ini sebagai sleeping mask? Mudah-mudahan nggak ya.. Abisnya nyaman banget waktu pake aloe vera ini sebagai sleeping mask, bikin wajah halus lembab keesokan harinya. Pokoknya jatuh cinta banget sama Innisfree Aloe Vera ini. Review lengkapnya disini.

7. Lip Balm

Malem hari aku pake lip balm juga, biar bibir lembab terawat setelah seharian pake lipstik. Lip Balm yang aku gunakan juga masih lip balm dari Nivea yang aku gunakan dipagi harinya.

Harusnya dari kesemua tahapan night skincare ada eye cream, essence, dan lain sebagainya kan ya, tapi aku masih bingung harus pake eye cream apa. Sementara ini aku pake Innisfree Aloe Vera ini disekitar mata, hihi. Untuk saat ini night skincare yang gunakan baru itu aja sih. Sejauh ini aku masih nyaman sama produk-produk yang aku gunakan sekarang. Abis ini bisa tidur dengan nyenyak deh. Hihi..

Caraku Mendukung Mitigasi Perubahan Iklim Mulai dari Hal Sederhana dalam Keseharianku

Waktu jaman SD dulu tiap memasuki sekitar Bulan September udah bisa dipastiin kalo saat itu musim hujan dimulai. Sampe inget banget perkataa...