Rabu, 11 Desember 2019

Berlibur Bersama di Jawa Timur



Keindahan Indonesia memang tidak bisa dipungkiri lagi, banyak sekali lokasi-lokasi terbaik yang bisa dikunjungi diseluruh Indonesia sebelum kita menginjakkan kaki di negeri orang lain. Bahkan beberapa lokasi di Indonesia sering dijadikan lokasi syuting sebuah film luar negeri dikarenakan keindahan alam yang luar biasa dan juga peninggalan sejarah yang tidak dapat ditemukan di lokasi lainnya. Traveler saat ini pun sudah mulai mencari jalan untuk membuka beberapa lokasi di Indonesia, hal ini dikarenakan banyak sekali lokasi tersembunyi yang ternyata keindahannya belum terpaparkan ke media bahkan keseluruh dunia.

Oleh karena itu, mereka berusaha memperkenalkan lokasi tersembunyi dengan cara melakukan posting disuatu media sosial ataupun memperkenalkan tempat tersebut ke orang-orang yang mereka kenal. Salah satu lokasi yang sering kedapatan tersembunyi di Indonesia adalah lautan atau pantai. Jika kita pergi ke Jawa Timur banyak sekali lokasi lautan atau pantai yang masih tersembunyi dan perlu di back up ke masyarakat agar dapat terawat dengan baik. Beberapa lokasi yang akan dijelaskan dibawah ini sudah mendapatkan perawatan penuh dari pariwisata untuk dijadikan lokasi wisata padahal dahulu lokasi ini bersifat tersembunyi dan bahkan belum banyak orang yang datang untuk mengunjungi.

Tempat pertama yang bisa kita kunjungi sebagai tempat yang dilindungi oleh pemerintah adalah Pantai Klayar, Jawa Timur. Pantai ini memberikan view yang sangat indah ditambah deburan air ke udara yang membuat suasana menjadi lebih segar.

Dilansir dari berita jawa timur, ombak di pantai ini terbilang cukup besar sehingga butiran airnya akan terciprat ke udara ketika mengenai batu karang. Jika kita pergi ke pantai ini kita harus mempersiapkan pakaian lebih karena kemungkinan kita bakalan basah kuyup atau sekalian saja mencebur ke lautnya yang berwarna biru indah itu. Pantai ini memang juara bila berbicara tentang pemandangan panoramanya karena kita bisa menikmati indahnya pantai dengan perbukitan karam yang terukir secara alami dari ombak-ombak yang besar dan selalu memberikan gerakan atraksi ketika mendeburkan ombaknya ke batu karang.

Dikarenakan lokasi ini masih mendapatkan penjagaan khusus dari pemerintah, maka seluruh fasilitas dan juga keadaan alam yang ada disekitarnya sudah dikelola sebaik mungkin oleh pemerintah. Pemerintah memberikan fasilitas terbaiknya agar pengunjung dapat menikmati juga keindahan alam yang ada dilokasi tersebut. Bayangkan kita berada disini melihat sebuah pantai yang terletak langsung di Samudra Hindia yang memang ombaknya sangat ganas dan sedikit menyeramkan.

Butuh diwaspadai juga ketika datang kemari untuk tidak berenang ke dalam air, cukup menyebur di sekitar pantai, hal ini dikarenakan gelombangnya yang selalu berubah sehingga kurang cocok untuk lokasi berenang atau melakukan aktivitas laut lainnya. Bagi yang ingin datang ke lokasi pantai ini bisa menyewa penginapan atau Hotel yang murah dan sudah tersedia berbagai fasilitas pendukung. Disini kita bisa mendapatkan Hotel atau penginapan lainnya mulai dari harga Rp 50.000 hingga Rp 300.000 saja.

Lokasi berikutnya adalah Pulau Gili Labak. Lokasi ini masih berada di bagian Pulau Utama yang berdekatan dengan kawasan Madura. Tempat ini bisa disamakan dengan Gili Trawangan yang berada di Lombok, NTT karena memang keindahan yang ditawarkan hampir mirip diantara keduanya. Di Gili Labak ini kita bisa mengakses sebuah perahu motor dengan sebuah tarif Rp 350.000 untuk 15 orang. Disini kita bisa melakukan perjalanan ke kawasan Kali Anget, disana kita bisa menyaksikan birunya laut yang bening dan juga pulau kecil dengan pasir putih yang lembut.

Selasa, 10 Desember 2019

FUNancial : Tips Mengelola Keuangan Seperti Yang Kamu Mau


Adakah yang masih ingat dengan impiannya sesaat setelah lulus kuliah? Biasanya saat itu ekspektasi tentang impian-impian masa depannya masih tinggi banget. Katakanlah usia 21 tahun lulus kuliah kemudian dapet kerjaan yang bagus sesuai passion, usia 25 tahun kerjaan aman dengan kondisi keuangan yang stabil, usia 30 tahun kerjaan makin aman bahkan udah punya jabatan dengan kondisi keuangan yang makin stabil (read: mulai kaya raya, haha) kemudian setelah itu udah mulai punya asset, dan seterusnya. Itu tadi contoh yang impiannya punya kerjaan bagus di perusahaan, nah kalo yang impiannya berbisnis? Mungkin ekspektasi tentang impiannya selulus kuliah adalah merintis bisnis kecil-kecilan yang sesuai dengan hobinya nan berjalan mulus kemudian makin lama bisnisnya makin berkembang dan menjadi besar.

Ya namanya juga ekspektasi, pasti mikirinnya yang indah-indahnya aja kan? Baik yang bekerja maupun yang berbisnis pengennya semua berjalan lancar tanpa hambatan seperti yang kamu mau. Namun pada kenyataannya nggak semua seindah dongeng Sleeping Beauty yang ketika buka mata  langsung ketemu pangeran cakep, tapi begitu buka mata ketemu kerjaan yang mungkin belum sesuai dengan apa yang kita impikan, atau bisnis yang kita rintis yang belum juga berkembang.

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Sebelum melangkah lebih jauh berjuang mengejar impian kita, ada baiknya kita benahi terlebih dahulu apa yang sudah melekat pada kehidupan kita misalnya pengelolaan keuangan. Nah lho, kok tiba-tiba nyambung ke pengelolaan keuangan? Ya jelas nyambung dong! Dikehidupan sehari-hari, kita nggak akan lepas dari yang namanya masalah mengelola keuangan apapun profesi yang kita jalani baik sebagai karyawan sebuah perusahaan, freelancer, terlebih lagi buat yang punya bisnis sendiri. Terus gimana cara mulai membenahinya? Bisa praktekin ilmu yang aku dapet dari acara yang beberapa hari kebelakang aku hadiri, yaitu Talkshow FUNancial yang diselenggarakan oleh Home Credit Indonesia yang bertema “Start Up Smart : Financial Tips for Turning Your Hobby Into a Business”. Acara ini menghadirkan Kak Dipa Andika yang seorang Financial Planner sekaligus Co-Founder Hahaha Corp dan Kak Mohammad Takdis yang seorang Owner Whatravel Indonesia sebagai pemateri. Aku sama temen-temen blogger Indonesian Female Bloggers beruntung banget bisa dateng ke acara ini.

Kak Freya dari Home Credit

Sebelumnya, aku mau ulas sedikit mengenai Home Credit Indonesia ya. Home Credit Indonesia merupakan perusahaan pembiayaan berbasis teknologi global yang menyediakan layanan pembiayaan baik secara online maupun offline. Pembiayaan yang ditawarkan diantaranya smartphone, furnitur, gadget, alat-alat elektornik hingga aksesoris mobil. Di samping itu Home Credit juga menawarkan pembiayaan multiguna untuk keperluan renovasi rumah, biaya pendidikan, atau bahkan berlibur.


Bicara tentang cara memulai mengelola keuangan...

1.       Pisahkan Rekening

Mengelola keuangan bisa dimulai dengan memisahkan rekening terlebih dahulu. Pisahkan rekening untuk tabungan, bisnis (kalo yang punya bisnis), pengeluaran rutin, bahkan yang punya penghasilan dari sumber berbeda juga bisa banget dipisahin rekeningnya, dan lain sebagainya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Sedikit cerita, aku pernah ngalamin sendiri nih. Awal kerja beberapa tahun lalu aku masih menggabungkan seluruh pemasukan dan pengeluaran dalam satu rekening,. Alhasil ya bingung gak jelas berapa tabunganku, berapa keuntungan dari bisnis kecil-kecilanku, dan berapa total pengeluaran rutinku.

Sedikit tips dariku, kalo nggak mau keluar biaya admin yang makin gede karena punya beberapa rekening, bisa banget pilih jenis rekening tabungan yang punya biaya admin rendah atau bahkan tanpa biaya admin sama sekali. Ada gitu? Ada dong! Cari aja sendiri, hahaha.


2.       Catat Setiap Transaksi Sedetail Mungkin

Setelah punya rekening terpisah, penting juga nih mencatat setiap transaksi dengan sedetail mungkin. Banyak banget manfaatnya mulai dari kita jadi tahu riwayat transaksi keuangan kita, bisa juga membandingkan transaksi keuangan setiap bulannya apakah kita sudah semakin baik dalam mengelola keuangan atau malah makin nggak karuan. Nantinya dari catatan transaksi keuangan ini bisa dibikin laporannya, mau laporan harian, bulanan, atau tahunan.


3.       Dokumentasikan Bukti Transaksi

Siapa bilang mendokumentasikan bukti transaksi cuma diperlukan oleh perusahaan aja? Dalam mengelola keuangan pribadi juga penting lho. Jangan cuma mencatat setiap transaksi aja, tapi dokumentasikan juga setiap bukti transaksi yang kita miliki. Apa saja yang bisa didokumentasikan? Bukti kontrak, quotation, invoice, kwitansi, bukti potong pajak, atau bahkan bukti komunikasi sekalipun wajib didokumentasikan.


4.       Buat Alokasi Keuangan

Biar nggak salah kaprah dalam menggunakan uang yang kita miliki, ada baiknya kita bikin alokasi keuangan biar makin jelas uang yang kita gunakan untuk apa aja. Menurutku pribadi, alokasi keuangan setiap orang akan berbeda tergantung kebutuhan orang tersebut. Jangankan alokasi keuangan orang yang masih single dan yang sudah menikah yang jelas-jelas berbeda banget. Alokasi keuangan antara dua orang yang masih single aja bisa berbeda juga tergantung kebutuhan setiap orang tersebut. Tapi secara umum aku punya contoh alokasi keuangan yang aku dapetin dari acara keren kemarin nih.

Gaji 100% = 30% Hutang : 15% Investasi : 10% Pribadi : 45% Pengeluaran Rutin
Gaji 100% = 30% Hutang : 10% Dana Darurat/Asuransi : 10% Pribadi : 50% Pengeluaran Rutin
THR 100 % = 30% Kebutuhan Hari Raya : 70% Investasi/Melunasi Hutang
Bonus = 10% Pribadi : 90% Investasi/Melunasi Hutang

Alokasi tersebut bisa berlaku untuk semua jenis profesi mulai dari karyawan, freelancer, bahkan pebisnis sekalipun. Lha kok pebisnis juga? Iya dong! Siapa bilang pebisnis nggak perlu alokasi keuangan? Punya bisnis sendiri bukan berarti seluruh keuangan bisa jadi milik diri sendiri, tapi tetap harus dipisahkan antara keuangan untuk bisnis dan keuangan pribadi.


5.       Jangan Abaikan Dana Darurat

Pernah ngebayangin nggak sih seandainya tiba-tiba kita harus mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu untuk keperluan yang nggak diduga-duga? Atau bahkan pernah mengalaminya? Gimana rasanya? Sakit ya! Yang sakit bukan cuma hati tapi juga seluruh isi dompet dan rekening, haha. Maka dari itu penting banget punya alokasi untuk dana darurat.

Semakin besar tanggungan yang kita miliki, maka semakin besar pula dana darurat yang harus kita persiapkan.  Berikut sebagai contoh yang aku dapatkan dari acara keren kemarin nih.

Single/Berdua          : 3x Pengeluaran
Punya 1-2 Anak       : 6x Pengeluaran
Punya 3 Anak           : 9-12x Pengeluaran

Ada beberapa pilihan cara menyimpan dana darurat, seperti pada tabungan, deposito, reksadana, ataupun emas. Tapi yang paling disarankan adalah menyimpan dana darurat pada tabungan karena tabungan bisa dicairkan kapan saja. Karena yang namanya dana darurat pasti dibutuhkan untuk keperluan mendesak kan? Dan yang namanya keperluan mendesak harus diselesaikan secepat mungkin kan?

Jangan lupa, khusus untuk dana darurat pilih rekening tabungan yang punya bank dan mesin ATM nya udah banyak tersebar dimana-mana biar mudah dicari. Eits, tapi dalam kehidupan sehari-hari kalo nggak mendesak-mendesak amat jangan coba-coba untuk menggunakan dana darurat tersebut ya! Sekalipun dengan alasan “ah nanti juga uangnya bakalan aku ganti”, pokoknya jangan!


6.       Asuransi dan Investasi? Penting Juga Lho!

Dulu aku sempet mikir bahwa asuransi itu nggak penting-penting banget. Aku mikirnya yang penting itu ya nabung di bank karena jumlah uangnya nyata keliatan dibuku tabungan, hehe. Tapi lama kelamaan mulai sadar juga bahwa asuransi itu penting. Jenis asuransi yang paling mendasar yang harus kita miliki adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Bukan hal yang nggak mungkin (tapi amit-amit) dimasa yang akan datang kita mengalami peristiwa yang nggak kita inginkan. Setidaknya dengan memiliki asuransi kita bisa meminimalisir biaya yang kita keluarkan.

Begitu juga investasi, sama pentingnya dengan asuransi. Ada banyak jenis investasi diantaranya deposito, emas, saham, properti, reksadana, valas, dan sebagainya. Menurutku untuk berinvestasi nggak harus nunggu jadi kaya raya dulu kok, kita bisa mulai dari sekarang. Kuncinya tentukan jenis deposito yang mampu kita lakukan dan benar-benar kita pahami. Oh ya, sebenarnya investasi itu buat apa sih? Ya tergantung dari kebutuhan dan tujuan kita, kita pengennya berinvestasi untuk dana pensiun, biaya sekolah anak, asset, liburan, ataupun hal lainnya. Kenapa kita harus berinvestasi? Karena semakin hari biaya hidup semakin mahal, jadi udah suatu keharusan banget kita mempersiapkan dana yang akan dipakai untuk masa depan dari sekarang juga.

“Nilai Rp 1 saat ini lebih berarti dari nilai Rp 1 yang akan didapat pada waktu yang akan datang”


7.       Jauhi Latte Factors

Wah apa tuh Latte Factors? Kenapa harus kita jauhi? Sementara dari namanya aja kok enak banget ya kayak kopi, hehe. Jadi, Latte factors itu adalah pengeluaran yang terlihat kecil namun tanpa disadari hal tersebut dilakukan berkali-kali. Contohnya seperti belanja online, jajan minuman kekinian, biaya admin bank, bahkan sampai biaya parkir. Hmm.. bener juga ya, waktu belanja online atau jajan minuman kekinian aku lebih sering mikir “Ya udah jajan mah gapapa toh sesekali ini dan nggak ngabisin tabungan juga”. Padahal hal-hal tersebut kalo dilakukan terus menerus bisa ngabisin uang tabungan juga karena kalo dijumlahkan uang yang kita gunakan untuk jajan bisa jadi besar juga. Contohnya ketika jajan minuman kekinian yang rata-rata harganya Rp 20.000, kalo dalam sebulan jajannya sebanyak 10 kali berarti dalam sebulan kita menghabiskan Rp 200.000, dan dalam setahun kita menghabiskan Rp 2.400.000, jumlah yang lumayan kan?

Kak Dipa, Kak Takdis, dan Kak Uchiet

Bicara tentang hobi dan impian...

Nah sekarang kita ngomongin soal hobi nih. Dari kecil pasti kita sering banget ditanya apa hobi kita? Dan apa impian kita? Bahkan mungkin sampe hari ini kita masih mendapat pertanyaan tersebut. Sebenernya apa sih makna dari hobi dan impian?

Menurut Wikipedia, hobi adalah...
Kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk menenangkan pikiran seseorang.
Menurut website Psikoma, impian adalah...
Nyawa yang tak akan pernah bisa dipisahkan daripada kehidupan.
Biasanya sih, hobi dan impian akan saling berkaitan. Asik banget ya seandainya kita bisa setiap saat melakukan sesuatu yang jadi hobi kita, terlebih lagi jika hobi kita bisa menjadi sumber penghasilan baik untuk saat ini maupun dimasa yang akan datang. Impianku banget tuh, menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Jadi inget pemateri acara FUNancial, Kak Takdis yang punya hobi traveling sampe akhirnya berhasil mendirikan sebuah perusahaan bernama Whatrevel Indonesia meski harus berawal jatuh bangun dulu saat mendirikannya. Wajar ya, bisnis nggak seru kalo nggak ngalamin jatuh bangun dulu. Karena dengan begitu kita bisa belajar lebih banyak dan pengalaman kita semakin kaya.

Kalo udah ketemu sama hobi dan impian kita masing-masing, saatnya berjuang untuk merealisasikannya. Menurutku setiap manusia harus punya impian, nggak bisa kalo kita hidup sekadar mengikuti mengikuti arus aja bahkan sampe punya pemikiran “gimana nanti” aja. Karena hidup harus punya tujuan dan impian yang jelas biar langkah-langkah yang akan kita ambil kedepannya makin jelas juga. Semakin jelas tujuan dan impian kita, maka semakin jelas juga pengelolaan keuangan kita karena alokasi keuangan kita akan tepat sasaran.

Terakhir, karena hidup yang baik itu adalah hidup yang seimbang dan tidak hanya berlebihan disatu aspek saja, maka diantara hobi dan impian harus diimbangi juga dengan do’a dan rasa syukur atas segala hal yang Allah SWT anugerahkan kepada kita. Menjalani hidup yang sesuai dengan impian kita memang indah banget, tapi seandainya takdir berkata lain, maka kita tetap harus bersyukur akan hal tersebut. Mengelola keuangan dengan baik juga bisa menjadi salah satu usaha untuk bersyukur lho, karena dengan demikian nggak peduli besar kecilnya harta yang kita miliki, kita tetap mempergunakan harta kita dengan sebaik-baiknya.

Indonesian Female Bloggers

Pengalaman Skin Check dan Serunya Talkshow Wellness Aesthetic di Edelweiss Health Festival dalam rangka 2nd Anniversary Edelweiss Healthcare Group

Sekitar tahun lalu pernah sesekali lewat Jalan Soekarno Hatta Bandung dan pasti malah salfok dengan satu bangunan baru yang ternyata itu ad...