Tiga Cara Menghadapi Ketidakpastian Ditengah Pandemi


Udah berapa purnama kita dilanda pandemi? Entahlah! Jujur, buatku yang jatuh cinta banget pada dunia blogging, kangen banget ketemu temen-temen blogger dan ikutan acara-acara keren. Kangen juga OOTD-an di tempat-tempat kece, dan hal apapun itu yang aku sukai yang dulu saat sebelum pandemi mudah banget dilakukan. Tapi sekarang masih harus cukup puas dengan nulis blog di pojokan kamar, nyimak webinar online, OOTD-an di jemuran, dan hal-hal lain yang sekiranya bisa dilakukan cukup dari rumah. Sempet sedikit hopeless sih, sampe kapan momen serba nggak pasti ini bakalan terjadi?

Tapi beberapa hari yang lalu aku nyimak IG Live Home Credit Indonesia bareng Laura Aurelia Dinda yang sharing tentang banyak hal yang terjadi saat pandemi ini maupun perjalanan karirnya. Sebelum aku cerita tentang isi IG Live nya, aku mau bahas dulu tentang siapa itu Laura Aurelia Dinda.

Laura Aurelia Dinda atau akrab disapa Laura ialah seorang Atlet Paraswimming Nasional yang telah berhasil meraih penghargaan Medali Emas di ASEAN Para Games 2017, dan World Para Swimming Championship 2018. Ia memulai karir renangnya saat usia tujuh tahun. Tahun 2015 ia sempat mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan tulang belakang dan kelumpuhan pada kakinya. Kejadian tersebut sempat membuatnya depresi, namun atas dukungan orang tua, para pelatih hingga teman-temannya, ia kembali bangkit untuk meneruskan karirnya sebagai atlet renang. Kini selain berkarir menjadi atlet renang, ia pun tercatat sebagai mahasiswi jurusan psikologi di Universitas Gadjah Mada.

Nah, IG Live Home Credit Indonesia bareng Laura Aurelia Dinda yang aku simak berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2020 kemarin. Acara dibuka oleh Kak Bernard sebagai Host. Diawal, Laura bercerita tentang perubahan aktivitasnya saat sebelum dan setelah pandemi. Jika saat sebelum pandemi Laura masih aktif berlatih renang, pergi ke kampus untuk kuliah, hingga bertemu dengan teman-temannya. Maka saat setelah pandemi kegiatan tersebut terpaksa terhenti, kuliah pun dilakukan secara online.

Kalo ngomongin pandemi, entah kapan akan berakhir. Setelah susah payah kita semua beradaptasi dengan masa pandemi ini dari beberapa bulan yang lalu, sekarang kita juga harus bisa tetap survive ditengah momen serba nggak pasti ini. Laura punya beberapa cara dalam menghadapi ketidakpastian di tengah pandemi ini :

1. Tentukan Prioritas
Dilanda pandemi bukan berarti kita mau pasrah aja kalo goals yang udah kita buat harus tertunda hingga waktu yang nggak tau sampe kapan. Kita bisa menentukan hal-hal yang menjadi prioritas kita terlebih dahulu, kemudian fokus ke goals jangka panjang yang kita miliki. Goals jangka panjang bisa kita capai asal kita mau tetap konsisten, oh iya jangan lupa juga untuk tetap punya goals jangka pendek. Seimbangkan pula goals yang kita miliki dengan situasi dan kondisi saat ini. Penting banget buat punya goals yang realistis dan nggak terlalu idealis.

2. Jangan Terlalu Keras Sama Diri Sendiri
Kadang yang namanya manusia maunya semua hal terjadi sesuai dengan apa yang diinginkan, bahkan sesempurna mungkin. Tapi hari esok siapa yang tau apa yang akan terjadi? Misalnya aja tahun ini yang tiba-tiba diserang pandemi. Rencana-rencana yang udah kita susun sedemikian rupa otomatis harus diundur atau bahkan gagal. Daripada malah stress, lebih baik kita menyadari bahwa nggak semua hal bisa kita kontrol. Cobalah untuk mengikhlaskan hal-hal yang emang diluar kendali kita. Kemudian balik lagi ke dalam diri kita sendiri, kita bisa lihat juga kemampuan diri sendiri. Kalo ada yang nggak kita mampu untuk melakukannya, jangan malu buat minta tolong pada orang-orang yang kita percaya. 

3. Be Kind to Other
Bisa dibilang, salah satu kelemahan manusia adalah terlalu cepat nge-judge orang lain atau suatu kondisi. Padahal sebenernya kita bisa saling mendukung satu sama lain biar bisa menghadapi momen serba nggak pasti ini sama-sama. Karena sebenernya dengan ketidakpastian ini kita bisa jadi lebih termotivasi untuk semangat dan survive dengan kondisi yang nggak sama dari sebelumnya. Semuanya tergantung gimana kita melihat suatu kondisi tersebut, mau dilihat dari sisi positif atau negatif. Kita juga bisa mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang lain, nggak hanya melihat dari sudut pandang kita aja.

Itu dia cara-cara yang dilakukan oleh Laura dalam menghadapi ketidakpastian ditengah pandemi ini. Dalam IG Live tersebut, Laura juga banyak bercerita tentang dirinya yang perfeksionis, tentang dunia atlet yang ternyata nggak mudah, dan tantangan-tantangan lain yang dihadapinya. IG Live ini bergizi banget sih menurutku. Bikin makin tersadar dan semangat menghadapi situasi yang serba nggak pasti ini. Minggu depan masih ada IG Live lainnya dengan tema yang nggak kalah menarik, jadi pengen nyimak lagi biar makin tambah semangat. Sebagai penutup, ada pesan dari Laura yang aku inget banget,

“Jangan malu minta bantuan orang lain, karena kita semua punya masalah, dan ayo maju bersama”

Komentar

  1. Setuju, biarpun banyak rencana harus cancel atau tertunda karena coronce jangan sampai bikin stress dan malah jadi nggak produktif ya Mba..

    Ttep berpikir positif dan kreatif melakukan sesuatu aja. Hehe..

    BalasHapus
  2. Saya makanya dibawa santai aja Mbak. Kalau mau ikutin emosi, saya udah darah tinggi... Apalagi masalah keluarga banyak. Cum yaitu, meski pandemi, saya tetap memaksimalkan diri untuk bisa memanjakan diri. Menyayangi diri sendiri
    Apalagi saya sekarang sakit-sakitan...

    BalasHapus
  3. Saya jadi teringat seorang ibu menulis di sosmednya, dia kesal dengan keadaan sekolah di rumah. Anaknya sering dia pukul, susah membeli kuota, hp harus gantian karena anak lebih dari satu, sementara harus mengurus rumah dan bayi. Dibalaslah status itu oleh seorang guru, jangan mikirin duit aja, gak mau ngeluarin duit u kuota, mengajar anak 1 aja susah apa lagi guru 30 anak dalam 1 kelas. Hadeh. Saya yang ngelus dada. Karena saya guru dan juga ngurus 3 anak 1 bayi di rumah. Harusnya kedua pihak bisa paham situasi ini memang berat u keduanya. Memandang dari positifnya. Bukan negatif.

    BalasHapus
  4. setuju mbak rani, kita jangan malu untuk minta bantuan orang lain ya. setiap manusia pasti ounya masalah

    BalasHapus
  5. Terima kasih sudah berbagi tips di era pandemi. Saya juga berusaha menjaga tetap positive thinking di masa begini dengan mengikuti banyak webinar. Nyesek banget ya jadi enggak bisa ke mana-mana. Apalagi kalau kita tipe orangnya suka beraktivitas di luar dan ketemu orang baru. Tapi ya memang kita kudu adaptasi. If life give you lemon then make it into lemonade. 😁

    BalasHapus
  6. Buatku, poin nomor dua ini yg harus dievaluasi bgt
    Krn kadang merasa sangat keras dg diri sendiri alias terlalu perfeksionis

    BalasHapus
  7. Tipsnya benar bgt ni mbak.
    Saya selama pandemi juga selalu berusaha tetap produktif dan jaga imunitas

    BalasHapus
  8. Iya memang dengan ada pandemi ini, harus fleksibel dan tentukan prioritas karena demi kesehatan harus disiplin. Insya Allah berlalu ya masa pandemi ini.

    BalasHapus
  9. Setuju, jangan terlalu keras sama diri sendiri. tetap berusaha balance. Gak keras, gak terlalu banyak excuse dan santuy juga Wkwkwk

    BalasHapus
  10. Suka banget sama closing-nya. Jangan malu untuk minta bantuan. Hal yang masih dianggap sebelah mata ketika kita meminta bantuan. So inspiring. Thanks mba

    BalasHapus
  11. Mereka yang pernah mengalami kenyataan pahit seperti Laura Aurelia ini akan bisa berbagi dengan hati. So, tiga tips-nya mantap banget ini.
    Bagus untuk diterapkan di masa sulit untuk kita semua. Thanks for sharing :)

    BalasHapus
  12. Pandemi mengubah banyak hal memang. Dari sudut pandang sampai sikap kita menghadapi suatu situasi. Apapun itu ya harus positive thinking dan tetap semangat

    BalasHapus
  13. Terima kasih tipsnya, Mbak Rani. Goal jangka pendek di masa pandemi ini adalah survive dalam hal finansial dan kesehatan fisik & mental. Jadi udah pasrah aja dengan segala rencana yang harus tertunda. Allah pasti punya skenario yang lebih baik.

    BalasHapus

Posting Komentar