Jumat, 30 Juli 2021

Ketahui Gejala Cacingan dan Cara Mudah Mengatasinya dengan Konvermex


Sejenak bernostalgia kembali ke jaman Sekolah Dasar dahulu kala. Di sekolah tempatku belajar, pihak sekolah sangat memperhatikan kesehatan seluruh siswanya, salah satunya memberikan obat cacing secara rutin. Aku dan temen-temenku dulu sempet mikir, “Tapi kan aku nggak cacingan”, yhaa nggak ada pengecualian, tetep aja dikasih obat cacing, wkwk. Masih inget banget, buatku yang masih kecil kala itu, ukuran obat cacingnya tuh gede banget, rasanya nggak sanggup buat minum obat seukuran itu. Akhirnya obatnya dibagi dua biar ukurannya jadi lebih kecil, temenku justru obatnya dibikin jadi serbuk dulu, hihi. Tapi untunglah rasa obat cacing emang nggak pahit ya.

Kira-kira seberbahaya apa sih cacingan sampe waktu jaman Sekolah Dasar pihak sekolah rutin banget ngasih obat cacing ke para siswanya? Apa iya cacing parasit yang menyebabkan cacingan ada banyak jenisnya? Gejala cacingan kayak gimana? Trus cara mengatasinya gimana? Yuk baca tulisanku sampai selesai ya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Cacingan, cacingan merupakan penyakit menular yang masih jadi masalah kesehatan pada masyarakat Indonesia. Cacingan disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah. Cacingan erat kaitannya dengan kebiasaan BAB sembarangan, nggak mencuci tangan sebelum makan, dan lain-lain. BAB sembarangan dapat menyebabkan tanah terinfeksi oleh telur cacing. Kemudian telur cacing tersebut dapat tertelan masuk kedalam pencernaan manusia kalo nggak mencuci tangan sebelum makan atau bisa juga melalui larva cacing yang menembus kulit. Hiiiy ngeri ya.

Beberapa jenis cacing yang dapat menyebabkan cacingan diantaranya :

  • Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)
  • Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)
  • Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale)
  • Cacing Tambang (Necator americanus)
  • Cacing Trichostrongylus colubriformis dan Orientalis.

Gejala cacingan berbeda-beda tergantung jenis cacing apa yang menginfeksi tubuh. Berikut ini masing-masing gejalanya :

1. Gejala Cacingan Akibat Infeksi Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)

Cacing kremi jarang menginfeksi orang dewasa. Tapi kalo orang dewasa terinfeksi, biasanya hal itu disebabkan karena orang dewasa tersebut telah merawat anak yang terinfeksi cacing kremi. Gejalanya seperti sering gatal di bagian anus terlebih saat malam hari, kulit sekitar anus mengalami nyeri, ruam, bahkan iritasi, terdapat cacing kremi pada feses, dan ditemukan cacing di daerah anus.

2. Gejala Cacingan Akibat Infeksi Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)

Seseorang yang terinfeksi cacing gelang pada awalnya nggak merasakan gejala sama sekali, namun seiring pertumbuhan cacing maka gejalanya akan muncul. Organ tubuh yang dapat terinfeksi cacing gelang yakni paru-paru dan usus. Pada paru-paru, gejala yang muncul seperti batuk, nafas terasa pendek, terdapat darah dalam mukus, dada nggak nyaman, dan demam. Sementara pada usus, gejala yang muncul seperti mual, muntah, diare, perut nggak nyaman, berat badan turun, hilang nafsu makan, hingga penyumbatan usus.

3. Gejala Cacingan Akibat Infeksi Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale)

Cacing tambang dapat menginfeksi tubuh manusia yang memiliki kebiasaan menginjak tempat-tempat yang terkontaminasi tanpa menggunakan alas kaki. Gejala awalnya berupa gatal dan ruam, kemudian diare, hilang nafsu makan, berat badan turun, kelelahan, anemia, demam, nyeri perut, dan terdapat darah pada feses. 

4. Gejala Cacingan Akibat Infeksi Cacing Tambang (Necator americanus)

Gejala cacingan akibat infeksi Cacing tambang (Necator americanus) ini sama seperti gejalan cacingan akibat infeksi Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale) yakni dapat menginfeksi tubuh manusia yang memiliki kebiasaan menginjak tempat-tempat yang terkontaminasi tanpa menggunakan alas kaki. Gejala awalnya berupa gatal dan ruam, kemudian diare, hilang nafsu makan, berat badan turun, kelelahan, anemia, demam, nyeri perut, dan terdapat darah pada feses. 

5. Gejala Cacingan Akibat Infeksi Cacing Trichostrongylus colubriformis dan Orientalis

Cacing ini ada pada makhluk herbivora dan sering dikaitkan dengan infeksi pada manusia. Infeksi terjadi melalui konsumsi larva dari sayuran atau air yang terkontaminasi. Seringnya tidak ada gejala atau hanya gejala ringan saja. Tapi jika menunjukan gejala yakni seperti sakit perut, mual, diare, perut kembung, pusing, kelelahan umum. 

Secara umum, cacingan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktifitas penderitanya. Cacingan menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia. Dari uraian gejala cacingan diatas, ternyata orang dewasa juga bisa terkena cacingan, nggak terbatas pada usia anak-anak aja. 

Cacingan dapat diatasi dengan beberapa cara berikut ini :

  • Meningkatkan sanitasi lingkungan karena pada dasarnya cacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan menggunakan sabun pada lima waktu penting (setelah BAB, setelah membersihkan anak yang BAB, sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah memegang atau menyentuh hewan)
  • Menggunakan jamban sehat
  • Menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga
  • Menjaga kebersihan dan keamanan makanan
  • Mengolah makanan dengan benar
  • Mengkonsumsi makanan bergizi
  • Pemberian obat cacing

Konvermex : Obat Cacing Keluarga

Konvermex merupakan obat cacing keluarga dalam bentuk suspensi dan kaplet. Penggunaannya dapat disesuaikan untuk dewasa atau anak-anak. Konvermex mengandung bahan aktif Pyrantel Pamoate yang dapat melumpuhkan atau menghancurkan cacing serta mengeluarkannya dari dalam tubuh tanpa memerlukan pencahar. Konvermex bisa digunakan untuk mengobati berbagai jenis cacingan. Konvermex dapat pula diminum secara rutin setiap enam bulan sekali.

Semua jenis Konvermex dapat digunakan untuk pengobatan cacingan yang disebabkan oleh parasit-parasit saluran pencernaan berikut baik tunggal maupun campuran seperti Cacing Kremi (Enterobius vermicularis), Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides), Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing Tambang (Necator americanus), dan Cacing Trichostrongylus colubriformis dan Orientalis.

Konvermex terdiri dari dua varian, yakni :

1. Konvermex 250 Suspensi dan Kaplet untuk Dewasa

Untuk sediaan suspensi, tiap 5ml mengandung Pyrantel Pamoate setara dengan Pyrantel base 250mg. Sementara untuk sediaan kaplet, tiap kaplet mengandung Pyrantel Pamoate setara dengan Pyrantel base 250mg.

2. Konvermex 125 Suspensi dan Kaplet untuk Anak-anak

Untuk sediaan suspensi, tiap 5ml mengandung Pyrantel Pamoate setara dengan Pyrantel base 125mg. Sementara untuk sediaan kaplet, tiap kaplet mengandung Pyrantel Pamoate setara dengan Pyrantel base 125mg.

Peringatan dan perhatian saat menggunakan semua jenis obat cacing Konvermex :

  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan fungsi hati
  • Tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah 2 tahun dan wanita hamil karena keamanan penggunaannya belum banyak diketahui
  • Jika terjadi overdosis, dilakukan kuras lambung dan pengobatan supportif
  • Simpan pada suhu kamar (25-30◦ C)

Dengan Konvermex, pemberian obat cacing pada anak-anak akan jadi lebih mudah ya karena tersedia dalam sediaan suspensi rasa jeruk. Bagi orang dewasa juga tersedia dalam sediaan suspensi rasa vanila latte. Konvermex dalam sediaan kaplet juga ukurannya nggak terlalu besar. Cara mendapatkannya pun sangat mudah karena Konvermex dapat dibeli secara online maupun offline. 

Mulai sekarang ayo saling jaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari cacingan. Jangan lupa juga untuk minum obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali secara bersamaan dengan seluruh anggota keluarga.

19 komentar:

  1. Wah aku baru tahu brand yg ini. Sejak anak-anak makin gede dan alhamdulillah gak ada gejala2, jadi lupa deh sama obat cacing.

    BalasHapus
  2. Ya ampun samaan kita mbak. Syaa dulu paling takut disuruh minum obat cacing. Trus merasa malu kalau udh dibelikan ibu obat cacing. Trnyata memang banyak manfaatnya minum obat cacing ini

    BalasHapus
  3. Masa pandemi gini harus makin aware sama kesehatan, terutama kesehatan anak ya. Apalagi anak-anak kan mainannya seringnya suka-suka. Ya, meski sudah selalu diingatkan untuk cuci tangan, nggak ada salahnya buat jaga-jaga dikasih Konvermex juga biar kesehatan perut dari dalam terlindungi.

    BalasHapus
  4. Nah iya, obat cacing tuh better diminum rutin 6 bulan sekali ya.
    Juga lakukan aneka upaya supaya ngga cacingan.
    Well noted.
    semogaaa kita semua sehat ya Mba

    BalasHapus
  5. Anakku juga pernah dapat obat cacing dari sekolahnya, bentuknya tablet kalau gak salah. Waktu itu pas TK mbak. Aku di rumah juga sedianya konvermex ini. Rasanya enak jadi anak2 suka.

    BalasHapus
  6. Wah ternyata gejala cacingan banyak ya ..harus dicermati lagi nih penyebabnya supaya tepat penangannnya

    BalasHapus
  7. Iya nih tiap 6 bulan sekali harus ingat minum obat cacing supaya terhindar dari cacingan..

    BalasHapus
  8. Cacingan memang sangat ditakuti oleh para ibu yang memiliki anak kecil. Yang pasti setelah bermain pastikan cuci tangan dan mandi bersih. Tidak lupa juga minum Konveemex ya sesuai dosis nya

    BalasHapus
  9. wah aku jadi inget, tahun ini belum kasih anak-anak obat cacing. siap-siap beli konvermex ah

    BalasHapus
  10. Ngeri juga sama gejala yang muncul akibat cacingan. Anakku dua tahun kemarin malam anusnya gatal. Rencana mau beli obat cacing tapi kelupaan terus. Cuss beli konfermex.

    BalasHapus
  11. wii udah lama banget nggak minum obat cacing, terakhir waktu SD... hahaha.
    Sekarang kucingku yang kukasih obat cacing manusia

    BalasHapus
  12. cacingan memang harus segera diatasi ya mbak
    selain menjaga kebersihan diri, juga harus rutin minum obat cacing

    BalasHapus
  13. Aku juga kasih konvermex buat anak-anak. Karena aman dan tokcer banget. Selain itu ada untuk dewasa juga. Jadi sekali beli untuk serumah.

    BalasHapus
  14. Bener nih, cacingan jadi perhatian khusus yang punya anak kecil di rumah, di SD setiap satu semester dapat obat cacing dari sekolah.

    BalasHapus
  15. Wah, macem-macem ya ternyata cacingan itu. Sayangnya, ini gabisa buat anak usia di bawah 2 tahun ya mbak?

    Mungkin nggak sih anak usia di bawah 2 tahun kena cacingan?

    BalasHapus
  16. Iya nih meski tidak santer terdengar kasus cacingan tetap saja menjadi momok yang tidak diinginkan oleh keluarga. Tidak ada enaknya ketika salah satu agggota keluarga mengalami masalah pencernaan ketika cacingan. sellau sedia konvermex agar lebih mduah mengatasinya saat terjadi.

    BalasHapus
  17. Iya, sejak pandemi...jadi gak ada yang memberikan obat cacing lagi.
    Padahal dulu sekalian karena merupakan program dari sekolah.
    Akhirnya, aku berinisiatif beli Konvermex sendiri.
    Sukaaa banget anak-anak, hahha...pengen minum lagi, ceunah.
    Lhaaa...???

    BalasHapus
  18. Konvermex memang andalan ya, anakku juga nih kadang blm rutin utk obat cacingnya. Dengan informasi bahaya dan gejala cacingan, jadi nambah informasi dan mesti lebih telaten lagi

    BalasHapus
  19. baca artikel ini jadi ingat anak saya tahun ini blm mendapatkan obat cacing
    biasanya dari sekolah dikasi
    tp nanti saya belikan aja sendiri di apotik

    BalasHapus

Caraku Mendukung Mitigasi Perubahan Iklim Mulai dari Hal Sederhana dalam Keseharianku

Waktu jaman SD dulu tiap memasuki sekitar Bulan September udah bisa dipastiin kalo saat itu musim hujan dimulai. Sampe inget banget perkataa...